Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 29


__ADS_3

"Pak. Suamiku, kemana?" tanya Aisyah merasa gelisah karena semenjak kepergian Gio dan Meta satu jam lalu.


Belum sempat John dan Johan menjawab, Malvyn masuk bersama seorang dokter pria. "Aku disini, sayang. Apa kamu merindukanku, hm?" tanya Malvyn setelah berada di samping Aisyah. Walau kalimat yang keluar dari mulut pria itu sudah tidak dingin ataupun ketus, tetapi tetap saja mimik wajahnya tetap datar.


Aisyah sendiri terperanjat dengan kehadiran dan pertanyaan dari Malvyn. Namun bibirnya tetap bungkam tak ingin menjawab apa yang ditanyakan oleh suaminya itu.


"Bagaimana kabarmu hari ini, nyonya muda?" tanya sang Dokter, sepertinya seumuran dengan Malvyn.


"Jangan cari kesempatan untuk bicara dengan istriku, Adrian. Cepat periska. Usahakan jangan menyentuh istriku!" sentak Malvyn kesal karena ada pria lain yang perhatian kepada Aisyah.


Adrian, sahabat Malvyn setelah Mario berdecak merasa kesal karena sentakan Malvyn.


Apa pria itu gila?


Bagaimana bisa memeriksa pasien tanpa menyentuh pasien nya sendiri?

__ADS_1


"Apa kamu pikir aku ini cenayang, Malvyn? sementara kaki istrimu yang sakit. Kenapa di rawat disini kalau gak boleh di sentuh. Astaga!!" Adrian tidak menyangka bila Malvyn menjadi posesif seperti ini. Bahkan hingga kini tidak tahu menahu bagaimana bisa menikahi gadis kecil seperti Aisyah dan terlebih harus disembunyikan.


Semasa Sekolah Menengah Atas Adrian tahu jika hanya orang tertentu saja yang dapat dekat dengan Malvyn.


"Lakukan saja apa yang ku minta," ucap Malvyn tegas kembali membuat Adrian berdecak.


Sementara Aisyah menatap kedua pria itu secara bergantian. Ia merasa bingung tetapi ada yang perlu ia sampaikan kepada Malvyn.


Aisyah meraih dan menarik kecil ujung jas yang dikenakan Malvyn hingga membuat sang empu menatapnya.


"Aku lapar pengen makan yang dibawa tadi," cicit Aisyah masih terdengar oleh mereka yang berada di ruang rawat inap.


Tanpa mengatakan apapun, Malvyn mengambil tas bekal yang ia letakkan di atas meja dan membawanya mendekati brankar sang istri.


Saat sudah membuka tas, mengambil kota bekal, lalu duduk di samping brankar Aisyah, Malvyn baru teringat jika masih ada orang lain di ruangan itu.

__ADS_1


"Keluarlah. Apa kalian tidak lihat saya dan istri saya akan makan?" tanyanya dingin tanpa menatap ketiga pria itu karena sudah fokus membuka kotak bekal, kini.


John dan Johan langsung sadar dan segera keluar dari ruangan tersebut. Keduanya begitu larut dalam memerhatikan sikap tuan muda yang terlihat sangat aneh di mata mereka.


Malvyn menoleh ke arah Adrian yang masih berdiri di tempat semula. "Kau?! ngapain masih disini?" sentak Malvyn lagi.


"Aku kan mau periksa istrimu yang cantik ini. Iya kan cantik?" tanya Adrian memiringkan kepalanya agar dapat menatap Aisyah.


Aisyah tak mampu menjawab, hanya menyengir kuda karena takut bila Malvyn akan mengamuk lagi.


"Gak perlu. Panggilkan saja perawat wanita mu. Sudah sana keluar, mengganggu saja!!" desis Malvyn tanpa melihat Adrian.


Adrian melengos tapi tidak protes lagi. Ia lebih memilih keluar dari ruangan itu sebelum Malvyn mengeluarkan ancaman yang sebenarnya adalah tindakan yang akan dilakukan. Dan pasti akan berimbas kepada Rumah Sakit nya.


Aisyah terus saja memandangi wajah tampan Malvyn dengan seksama. "Kamu jangan marah-marah terus. Nanti beneran tua," celetuk Aisyah setelah menerima suapan dari Malvyn.

__ADS_1


Malvyn menoleh menatap aisyah dengan tatapan sangat tajam. "Terus kalau aku tua, kamu akan memilih pria bau kencur itu? gak akan ku biarkan," Ia sangat geram ketika Aisyah menyebutnya tua, sementara sedari tadi ia sudah berusaha untuk melupakan usia nya yang lebih tua dari Gio.


Kenapa dia suka marah-marah?"


__ADS_2