Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 134


__ADS_3

Aisyah tersenyum ketika baru saja masuk ke dalam Rumah mewah Jerolin. Tubuhnya sudah sangat lelah sekali. Ia pun kembali mendorong troli dimana ada Lucas sedang terlelap begitu juga Jerolin mendorong troli sebab Dominic juga terlelap.


"Kamu sudah menyiapkan ini sebelumnya?" Tanya Aisyah melihat kamar anak-anak mereka telah didesain sesuai kesukaan masing-masing. 


Dominic suka dengan tata Surya dan Lucas menyukai tokoh Spiderman. 


Jerolin mengangguk disertai senyuman. Ia selalu belajar menjadi suami dan ayah yang baik bagi mereka. 


"Kamu terlalu memanjakan mereka, Jero." Cebik Aisyah kesal. 


Jerolin tidak langsung menjawab. Ia masih memindahkan Dominic dan Lucas di kamar mereka masing-masing. Kemudian setelah membaringkan kedua anak mereka lalu menghampiri Aisyah. Dipeluk tubuh mungil tapi montok di beberapa bagian begitu erat. 


Jujur saja, ada rasa khawatir bahkan takut bila suatu saat akan bertemu Malvyn. Harapan nya, Aisyah tidak akan pernah meninggalkan nya. Jika itu terjadi, ia tak tahu harus bagaimana menjalani hidup tanpa Aisyah.


"Kita istirahat, yuk. Kamu masih cape," ajak Jerolin dan Aisyah menuruti sebab perkataan pria itu benar adanya.


***


Malvyn menghela nafas panjang sebelum akhirnya keluar dari mobil. Ia pun melangkah dengan menenteng satu keranjang buah yang akan diberikan kepada Malya atas kelahiran anak kedua mereka.


Ia tersenyum miris mengingat nasib nya yang masih tetap seperti ini. Tapi, setidaknya hatinya mulai tenang meski selalu diliputi oleh cinta dan rindu kepada orang yang sama. 

__ADS_1


Bruk


"Oh, ****!" Umpatnya sebab ditabrak oleh seseorang membuat keranjang buah yang dibawa nya jatuh dan isi nya telah berserakan di lantai.


"Sorry, uncle. I am accidentally," (Maaf, Paman. Aku gak sengaja.) seru seorang bocah yang tak sengaja menabrak Malvyn barusan. 


Malvyn mengutip buah itu dengan umpatan yang mengiringi. Ia mengabaikan kalimat maaf yang diucapkan bocah laki-laki itu.


Orang yang menabrak itu adalah Lucas. Bocah laki-laki itu membantu mengumpulkan buah seraya bergumam kata maaf terus menerus akibat takut. Saking gugupnya, Lucas menjadi gerogi hingga membuat buah-buahan itu berserakan kembali.


"Stop. Don't touch it again!!" (Berhenti. Jangan sentuh itu lagi!!) Sentak Malvyn. Ia menatap bocah laki-laki bule dengan mata biru nya ketakutan akibat sentakan nya tadi. 


"Kenapa kamu mengikutiku?" Tanya Malvyn ketika sudah berada di depan ruang perawatan Malya. Ia masih merasa kesal dengan Lucas.


Lucas diam saja menatap Malvyn. Anak kecil ini seperti melihat saudara nya sebab begitu mirip. 


"Hei. Kenapa terus mengikutiku?" Agaknya Malvyn mulai risih.


"Kata Mom, aku gak boleh pergi sebelum dimaafkan." Jawab Lucas tegas. Seperti itulah Lucas, meski terlihat lebih manja dan ceroboh. Ia juga tak kalah tegas jika sedang serius. 


Malvyn tampak angguk-anggukkan kepala. Cukup kagum dengan ibu anak laki-laki ini mengajari arti tanggung jawab. "Baiklah. Paman maafkan."

__ADS_1


Tapi nyatanya Lucas tidak kunjung pergi membuat Malvyn terheran. "Ada apa?"


Lucas menggeleng. "Paman sangat mirip dengan kakak ku," ucap nya jujur.


Malvyn terkekeh mendengarnya. Melihat Lucas masih sangat kecil, tentu saja kakak anak kecil itu berusia tidak jauh dia.


"Berapa umur mu?" Tanya Malvyn mengajak Lucas untuk duduk di kursi tunggu yang ada di dekat mereka.


Lucas duduk disebelah Malvyn. Ternyata anak laki-laki itu cepat akrab dengan orang yang baru dikenal. "Empat dan kakak lima."


"Siapa namamu?" Tanya Malvyn lagi.


"Namaku Price Lucas. Papi panggil aku Prince dan Mom panggil Lucas. Paman panggil kayak Mom saja, ya. Aku gak suka di panggil Price," cerocos nya membuat Malvyn gemas. Tingkah Lucas mengingatkan nya pada Aisyah.


Papi Edzard dan mami Ivy keluar dari ruang perawatan Malya. Melihat Malvyn duduk dengan seorang anak kecil sedang tertawa lepas membuat mereka terheran. Sebab, sudah bertahun-tahun mereka kehilangan Malvyn yang ceria ketika masih menjadi seorang suami dari Aisyah.


Papi Edzard dan Mami Ivy mendekati Malvyn. "Anak siapa ini, Vyn?" Tanya mami Ivy.


Malvyn dan Lucas menoleh kearah papi Edzard dan Mami Ivy. Kemudian Malvyn tersenyum melihat Lucas. "Aku gak tahu, mi. Dia menabrak ku dan terus mengikuti ku sampai aku memaafkan nya. Dia anak yang ceria," Malvyn tersenyum tapi tatapan matanya sendu.


"Lucas!!"

__ADS_1


__ADS_2