
Aisyah terkekeh setiap kali melihat Jerolin tampak cemberut ketika ia sedang memberi ASI kepada baby Dominic. "Jangan lirik-lirik begitu," kata Aisyah ketika melihat Jerolin curi-curi pandang ke arah gunung kembar nya yang salah satu menyembul keluar.
Wajah Jerolin tampak memerah. Sebelum menikahi Aisyah, ibu muda itu selalu menggunakan penutup ketika memberi ASI kepada baby Dominic. Tetapi, setelah ia nikahi justru seakan menantang dirinya untung menerkam dua gunung yang tampak besar dan kencang itu.
"Kenapa sekarang kamu berani buka-buka itu kamu di depan aku? Biasa nya kamu pakai penutup," kata Jerolin terdengar sewot.
Aisyah memasukkan salah satu gunung kembar nya ke pembungkus lalu mengancingkan dress rumahan yang dikenakan nya. Ia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Jerolin.
"Di jawab, jangan senyum-senyum terus." Lagi, suara Jerolin terdengar sewot.
"Ya. Karena kamu itu suamiku," jawab Aisyah padat tanpa menjelaskan pertanyaan Jerolin.
Benar saja. Agaknya Jerolin mengerti maksud dari jawaban Aisyah terlihat dari pipi pria itu tampak memerah.
Astaga. Bisa tersipu malu juga ternyata, pikir Aisyah. Ia mengira bila Jerolin hanya datar saja. Ternyata sangat lucu jika sedang tersipu malu seperti ini.
Kamar baby Dominic telah di renovasi. Berada tepat di sebelah kamar Aisyah dan diberi pintu penghubung di antara ruangan itu agar memudahkan Aisyah dan Jerolin langsung masuk ke kamar baby dominiydari dalam kamar mereka.
Di dalam kamar baby Dominic juga terdapat ranjang big size dan ranjang tidur Dominic.
"Suamiku. Tujuan kamu buat sekat antara tempat tidur Dominic dan ranjang ini apa?" Tanya Aisyah memicing menatap Jerolin curiga.
Tentu saja akan curiga, sebab Jerolin terkekeh mendengar pertanyaan Aisyah. "Kamu pasti tahu jawaban nya, sayang. Makanya, suruh segera pergi tamu bulanan kamu agar kita siap tempur." Jerolin mengerlingkan sebelah mata kepada Aisyah.
"Oh Tuhan!! Pelankan suara kamu, Jero!" Pekik Aisyah sebab baby Dominic menangis mendengar suara Jerolin yang terdengar sedikit lebih kuat.
"Maaf," cicit Jerolin lirih kemudian mengambil alih baby Dominic. Di gendong dan timang-timang bayi mungil itu hingga terlelap kembali.
****
Beberapa hari kemudian terlewati dengan kesibukan seperti biasa. Pagi hingga sore Jerolin bekerja dan Aisyah disibukkan dengan mengurus baby Dominic dan melanjutkan kuliah lewat jalur online.
__ADS_1
Seperti keinginan Jerolin sedari awal ingin menjadikan Aisyah sebagai wanita kuat dan mewujudkan keinginan mendiang papi Askar agar Aisyah menyelesaikan pendidikan nya. Satu hal membuat Jerolin bangga ialah Aisyah tidak ingin lama-lama berjauhan dari baby Dominic.
Lihatlah ibu muda itu. Ia begitu semangat belajar meski sendiri. Jerolin mengerti Aisyah tidak masalah jika tidak memiliki teman dan itu bagus menurutnya. Tapi, Jerolin juga tidak lupa membawa ibu dan anak itu jalan-jalan.
Honeymoon?
Akan dibicarakan setelah ia mendapatkan malam pertamanya bersama Aisyah. Terhitung dari hari pertama menikahi Aisyah, malam ini adalah malam ke delapan. Semoga saja tamu bulanan Aisyah sudah pergi, semoga.
"Sayang."
Aisyah menoleh ke belakang ketika Jerolin memanggilnya. "Ya."
"Ini sudah sangat malam," tegur Jerolin seraya menatap jam listrik di hadapan Aisyah menunjukkan pukul 11 malam.
Aisyah mengikuti arah pandang Jerolin lalu kembali menoleh ke belakang dengan nyengir kuda memamerkan gigi putih nya. Ia pun terkekeh garing. "Iya, sedikit lagi."
Aisyah tahu Jerolin tengah menunggu nya untuk melakukan ritual malam pertama mereka yang sempat tertunda satu Minggu setelah pernikahan. Sedari tadi ia mencoba agar tidak terlihat gugup di hadapan suami baru nya itu. Beruntung tugas kuliah lumayan banyak sehingga dapat menunda ritual itu.
Dahulu, ketika masih tinggal di kampung halaman sebelum bertemu Malvyn. Aisyah sering ikut duduk bareng bersama ibu-ibu muda dan mereka tak segan bercerita tentang pengalaman saat pertama kali berhubungan dengan suami setelah melahirkan justru terasa lebih sakit daripada saat pertama kali berhubungan melepas kegadisan.
Hal itulah yang membuatnya khawatir.
"Kamu mau apa, Jero?" Tanya Aisyah terkejut ketika Jerolin duduk di samping nya dan mengambil alih buku-buku di hadapan nya.
"Kamu lama. Biar aku saja yang kerjakan. Kamu gak peka banget," gerutu Jerolin kemudian mulai mengerjakan tugas Aisyah yang sangat mudah baginya mengerjakan tugas itu.
Aisyah hanya diam memperhatikan Jerolin mengerjakan tugas-tugas nya. Seperti sedang menyalin saja tanpa memperhitungkan benar atau tidak tugas tersebut. Tapi, ia yakin Jerolin dapat mengerjakan dengan mudah. Sebab jurusan pendidikan nya bersangkutan dengan bisnis.
Aisyah hendak bangkit tapi tangan nya di cekal oleh Jerolin. "Ada apa, Jero?" Tanya nya.
"Mau kemana? Aku gak mau ditinggal tidur," kata Jerolin cemberut.
__ADS_1
Aisyah terkekeh mendengar dan melihat Jerolin cemberut. Ia pun membungkuk agar memudahkan nya mengecup pipi suaminya itu. "Aku mau ke kamar mandi, suamiku. Sebentar, ya."
Jerolin memaku mendapat kecupan dari Aisyah. Sebegitu senang mendapat perlakuan manis Aisyah.
Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Aisyah mengambil lingerie merah menyala yang sudah di pesannya beberapa hari lalu dan dibawa ke dalam kamar mandi.
Usai bersihkan diri, Aisyah mengenakan lingerie tersebut. Menatap tampilan nya dari pantulan cermin. Bentuk tubuh nya yang semakin seksi, beruntung setelah melahirkan baby Dominic ia rajin olahraga sehingga perutnya tidak bergelambir.
Aisyah memutar tubuh lalu kesamping. Melihat bentuk tubuh nya yang jelas terlihat berubah dari sebelum hamil. Bagian gunung kembar terlihat menonjol lebih besar dan bokong juga semakin montok.
Ah, apa ini dapat dikatakan wanita akan terlihat lebih menawan ketika bersama dengan pria yang tepat?
"Sayang."
Aisyah langsung menoleh ke arah pintu ketika mendengar teriakan Jerolin. Ia pun berdehem menormalkan degup jantung mulai berdebar tak karuan.
"I-iya."
Aisyah segera membuka pintu. Dilihat tatapan mata Jerolin memindai dari ujung kepala hingga kaki nya. Beruntung ia sudah memakai bathrobe sebelum membuka pintu. "Jangan menatapku begitu. Pergi bersih-bersih dulu, sana!"
"Sudah, Ais. Aku sudah mandi pas kamu mengerjakan tugas itu. Kamu sengaja menunda waktu, kan?" Ah, sepertinya Jerolin sudah sangat kesal.
Tapi lihatlah. Aisyah tidak merasa tersinggung sedikitpun. Seakan pertanyaan Jerolin benar adanya.
Aisyah melangkahkan kaki melewati Jerolin begitu saja. Berhenti dan berdiri membelakangi pria tersebut seraya membuka tali bathrobe dan membiarkan benda itu teronggok di lantai. Menoleh ke belakang dengan senyum menggoda pada Jerolin.
Ia merangkak naik ke ranjang dan merebahkan diri dengan gaya sensual. Senyuman nakal lalu menggigit bibir bawah nya seakan menggoda Jerolin.
Percayalah. Selain benar-benar sudah tergoda, Jerolin sempat kaget dengan sikap Aisyah seperti ini.
"Kamu membangunkan singa yang sedang tidur, sayang "
__ADS_1
❤️