Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 116


__ADS_3

Memasuki bulan ke tujuh membuat aktivitas Aisyah terbatas. Meski begitu membuatnya tak pantang arang agar tetap kuliah. Bukan hanya demi memenuhi keinginan mendiang papi Askar melainkan pekerjaan nya kepada Jerolin.


Sebenarnya Jerolin sudah menyuruhnya untuk mengambil cuti, tapi ia menunda karena rencana nya akan cuti setelah memasuki bulan ke sembilan.


Aisyah baru menyadari gimana rasanya menjadi seorang ibu meski belum melahirkan. Setiap pergerakan dinikmati plus kesusahan nya. Yang biasa bergerak lincah sesukanhati, sekarang tidak bisa. Biasa mengambil barang yang terjatuh dengan gaya sesuka hati, sekarang harus jongkok perlahan mengambil barang terjatuh itu.


Akhir pekan diisi Aisyah dengan bersih-bersih Apartemen sendiri. Tidak ada pelayan disini karena harus berhemat dan waspada orang yang tak dikenal bisa saja suruhan Jesica.


Selesai mencuci piring, ia mencuci pakaian dengan mesin cuci. Usai itu, menyapu seluruh ruangan dan mengepel lantai nya. Citra menyeka keringat di dahi kemudian duduk melihat hasil kerja nya.


"Berpotensi sebagai babu juga kamu, Ais." Kekehan nya terdengar sendu mengatai dirinya sendiri.


"Memang seperti itu, nak. Mommy orang susah, beruntung ada kedua kakek kamu yang mau mengurus Mommy dan juga... Om Jero," terang nya dang terdengar lirih saat mengucapkan nama Jerolin.


Bagaimana tidak?

__ADS_1


Pria itu seperti ayah dari anak nya karena suka rela mengurus dirinya dan juga menjaga kandungan nya. Sementara pria nan jauh disana yang seharusnya menjaga dan siaga pada nya justru sedang bahagia atas kehamilan anak nya yang lain.


Aisyah menghela nafas panjang seraya menghapus air matanya. Hampir 6 bulan pergi meninggalkan pria itu ternyata masih saja terasa sakit meski ada rindu menyertai.


Ternyata dirinya tidak bisa berbohong bila relung hati masih dimiliki pria itu. Aisyah berulang kali menghela nafas agar tangisan nya terhenti.


Bangkit dan berjalan mendekati lemari pendingin, membukanya lalu diambil satu cup salad buah yang di buat nya bersama Jerolin semalam.


Banyak sekali menu cemilan sehat yang dibuat oleh Jerolin untuk nya.


Jerolin baru saja pulang bekerja. Matanya tak sengaja melihat sebuah toko pakaian bayi membuatnya membelokkan kendaraan beroda empat yang dikemudinya.


Ia keluar dari mobil dan langsung memakai kaca mata hitam nya. Mengayunkan kaki memasuki toko tersebut. Ini kali pertama turun langsung ke tempat persediaan yang di butuhkan nya. Biasanya, Asisten ataupun anak buah nya yang turun tangan jika dirinya menginginkan sesuatu.


"Ada yang perlu saya bantu?" tanya seorang penjaga toko dalam bahasa Inggris.

__ADS_1


"Saya mencari pakaian bayi kualitas terbaik," jawab Jerolin dengan pandangan yang terus memindai seisi toko tersebut.


"Di sebelah sini, Tuan."


"Di rak ini khusus pakaian bayi dengan bahan Cotton Viscose. Jenis katun ini biasa disebut juga CVC, yang merupakan campuran cotton combed 55% dan viscose 45%.


Bahan katun viscose juga nyaman dikenakan oleh anak karena bahannya mudah menyerap keringat, selain itu tingkat susutnya lebih kecil dibandingkan dengan kemeja katun murni walaupun sudah dicuci berulang kali," terang penjaga toko.


Jerolin hanya diam saja seraya tangan nya terulur memegang kain dari baju itu. Memang benar, bahan itu cukup bagus. Tapi, ketika hendak memborong semua pakaian itu teringat bila Aisyah belum pernah dilihat berbelanja perlengkapan bayi.


Seketika muncul ide untuk membawa ibu hamil itu buat berbelanja persiapan bersalin. "Aku ambil yang ini dan ini saja," tunjuknya pada dua pakaian bayi.



__ADS_1


__ADS_2