Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 55


__ADS_3

"Berhenti memperalat ku, Jes!!" sentak Malvyn karena begitu emosi melihat tingkah laku Jesica. Sedari tadi wanita itu terus saja memperkenalkan diri sebagai calon tunangannya.


"Jangan melawanku, Vyn. Aku sudah katakan sebelumnya bukan?" ucap Jesica santai seraya membelai dada bidang Malvyn yang terbungkus kemeja.


Malvyn menepis tangan Jesica. Ia baru saja keluar dari kamar mandi karena panggilan alam. Ketika baru saja keluar, ia dikejutkan dengan Jesica yang menunggunya diluar.


Jesica menahan geram atas penolakan Malvyn karena selama ini pria itu tak pernah menolak pesona nya. Sialnya lagi, anak buah kakaknya belum juga mendapat informasi apa yang telah terjadi hampir 5 bulan kebelakang sehingga membuat pria yang dicintainya berubah drastis.


"Aku gak akan biarkan hubungan kita berakhir, Vyn. Jangan membuatku marah," gertak Jesica mulai terpancing emosinya.


Malvyn tersenyum miring. "Kau lupa kalau keluargaku bukan keluarga sembarangan. Jangan mengancam ku, Jes!" gertak Malvyn tetapi lagi-lagi Jesica tertawa.


"Tapi bukan untuk wanita yang sudah menggantikan posisiku bukan? aku sudah cukup bersabar selama ini selalu kamu abaikan, Vyn. Dan kamu harus ingat, aku gak akan biarkan wanita itu hidup!!"


Malvyn menatap Jessica dengan tatapan tajam. Inilah yang ditakutinya, ia berharap wanita ini belum mengetahui siapa wanita yang menjadi istrinya itu.


Jesica mendorong Malvyn hingga membentur ke dinding pembatas antara kamar mandi pria dan kamar mandi wanita. Ia langsung membungkam bibir Malvyn menggunakan bibirnya dan memancing hasrat pria itu.

__ADS_1


Gerakan Jesica yang tiba-tiba membuat Malvyn tak dapat melakukan apapun. Ia pria normal, sekuat tenaga tidak terpengaruh atas perbuatan Jesica.


Hingga Malvyn dikejutkan oleh suara yang sangat dikenalnya memekik gendang telinga


"Kalau berbuat mesum itu di Hotel. Jangan di tempat umum," kata Aisyah menekan rasa sakitnya.


Malvyn terus menatap Aisyah dengan rasa bersalahnya. Ia tak menyangka bila istrinya akan melihat dirinya yang seperti ini.


Ingin sekali ia mengejar Aisyah dan memohon ampun pada sang istrinya. Tetapi, ia tak ingin Aisyah dalam bahaya.


Malvyn segera mengirim pesan kepada Mario agar segera mencari Aisyah dan membawa istrinya kembali pulang ke apartemen.


"Aku pulang dulu, honey! ingat ucapan ku," tutur Jesica kemudian mengecup pipi Malvyn.


Jesica telah pergi dan langsung membuatnya juga pergi untuk melihat istrinya. Ia juga ingin memberi pelajaran kepada dua pengawalnya itu.


Sementara Mario juga telah pergi mencari Aisyah bersama beberapa anak buahnya. Satu yang sangat disayangkan, di panti asuhan milik ayah nya tidak memperlihatkan area belakang dan kamar mandi.

__ADS_1


*


*


"Kerja kalian ngapain, Haa?!!" sentak Malvyn dihadapan kedua pengawal Aisyah. Ia sangat frustasi tidak mendapati istrinya pulang ke apartemen.


John dan Johan juga tidak menyangka bila Aisyah pergi tanpa sepengetahuan mereka. Padahal sedari sore mereka tetap berada di lobby menunggu Malvyn kembali.


John dan Johan juga menjadi ketar-ketir memikirkan kemana Aisyah pergi, karena selama menjadi pengawal nyonya muda mereka tidak pernah pergi jauh-jauh karena memang seperti itulah Aisyah.


Mereka juga yakin, kepergian nyonya muda nya ini tidak seperti biasanya karena telah merasakan sakit hati yang mendalam.


Malvyn dan kedua pengawal itu pergi meninggalkan apartemen dengan tujuan mencari Aisyah.


Disepanjang jalan, Malvyn mencengkeram erat setir mobil sebagai pelampiaasaan amarah nya atas kebodohan nya.


"Aku janji, setelah ini akan mengakuimu sebagai istriku di depan keluargaku, Ais. Aku mohon pulanglah," gumamnya lirih dengan mata yang sudah mengembun.

__ADS_1


"Maafkan aku!!"


__ADS_2