
Jerolin menatap keluar jendela kaca Apartemennya dengan tangan menggenggam erat ponsel yang dipegangnya. Baru saja, Pak Eko memberi kabar bila Aisyah sedang bersama pria asing. Saat melihat gambar yg diterimanya, ia meradang. Ketakutan selama ini disembunyikan tak dapat dielakkan.
Malam harinya Jerolin tetap berada di Apartemen setelah pekerjaan selesai. Sudah sangat lama sekali dirinya tidak menyentuh minuman keras semenjak menikahi Aisyah. Apalagi dalam keadaan kalut seperti ini. Hanya Aisyah yang dapat menenangkan nya.
Mata Jerolin menatap layar ponselnya yang berkedip dan nama Aisyah tertera di sana. Diteguk minuman keras itu yang tersisa dalam gelas yang dipegangnya lalu ditaruh samping ponselnya. Diambil benda pipih itu dan mendial icon gagang telepon berwarna hijau tersebut.
"Hai sayang," sapa Jerolin mencoba biasa saja ditengah gempuran rasa cemburu, ketakutan, dan mabuk yang mulai melanda.
"Kamu lagi apa?" Tanya Aisyah dari seberang telepon.
"Menunggu kamu telepon, baby." Jawab Jerolin dan berharap Aisyah menceritakan pertemuannya dengan Malvyn.
Terdengar suara kekehan Aisyah disana. Jerolin memejamkan mata mencoba tetap tenang dan sadar. Ia tak ingin emosinya meledak, apalagi istrinya tengah hamil besar. Ia tak ingin terjadi sesuatu hal buruk saat dirinya tidak ada.
Senyuman nya mengembang ketika panggilan telepon berubah menjadi panggilan video.
Mata Jerolin melotot melihat Aisyah memakai lingerie merah kesukaan nya. "Sayang. Kenapa pakai itu saat aku gak disampingmu?" Seakan rasa curiga tiba dihati. Apalagi istrinya itu baru saja bertemu dengan Malvyn. Meski dasar hati tetap percaya pada Aisyah.
__ADS_1
Pertanyaan Jerolin tidak membuat Aisyah takut melainkan tertawa. Ia yakin kedua putranya sudah tidur sehingga dapat bebas berpakaian seperti itu.
"Aku kangen kamu. Cepat pulang ya," suara Aisyah merengek eksotis.
Jerolin menegakkan tubuhnya. Membuka dua kancing kemeja yang dikenakan sebab merasa gerah akibat melihat Aisyah seperti itu. Selama ini, ia tak dapat menahan hasrat terlalu lalu. Apalagi Aisyah memang sangat sering menggoda nya.
"Jangan menggodaku, sayang. Kamu tahu aku gak pernah bisa menahan hasratku dan sekarang gak ada kamu disini," terang Jerolin menahan gejolak pada dirinya meski suara seraknya sudah menjadi pertanda bahwa dirinya butuh Aisyah.
Mata Jerolin melotot melihat Aisyah di seberang telepon itu. Ia menelan saliva sangat kasar tanpa ingin mengalihkan pandangan ke arah lain nya. Apalagi ekspresi Aisyah benar-benar menggoda nya. Bibir bawah Aisyah digigitnya dengan gerakan nakal. Dengan sengaja belahan dada itu sangat rendah.
Jerolin tidak tahan, ia mengeluarkan pusaka nya yang sudah sangat tegang dan sesak di kurung dalam celana.
Sementara Aisyah mulai meremas salah satu gunung kembarnya yang semakin membesar selama hamil.
Jerolin terus mengumpat seraya meremas dan menggerakkan tangan nya naik dan turun di pusaka nya melihat Aisyah terus bergerak erotiis. "Aah, kau membuatku gila." Erang Jerolin ketika hendak merasa pelepasan.
"Kamu puas?" Tanya Aisyah setelah mengenakan lingerie merah tersebut kembali.
__ADS_1
Jerolin membersihkan sisa-sisa pelepasan nya. "Makasih, sayang."
"Aku kangen. Cepat pulang, ya."
Jerolin mengangguk disertai senyuman. "Kenapa tiba-tiba nakal begini, hm?" Tanyanya berharap Aisyah menceritakan pertemuan dengan Malvyn. Setidaknya, hatinya telah terobati.
"Aku kangen, suamiku. Emang gak boleh?" Tanya Aisyah merajuk.
Jika biasanya Jerolin akan terkekeh merasa gemas melihat Aisyah merajuk, berbeda malam ini. Ada sorot kecewa dari tatapan Jerolin sebab Aisyah tak menceritakan pertemuan itu.
"Istirahatlah, sayang. Makasih untuk malam ini. Aku mencintaimu," kata Jerolin segera mematikan panggilan video itu tanpa menunggu jawaban dari Aisyah.
***
Malvyn menatap keluar jendela Apartemen yang sudah 5 tahun belakangan tidak pernah disambanginya. Ia begitu syok dan marah ketika baru saja mendapati kenyataan bila Aisyah pergi dalam keadaan hamil.
Kejadian dimana pada malam itu, ia mendorong Aisyah dan membela Jesica yang mengandung anaknya. Genggaman tangannya semakin erat ketika menyadari malam itu juga ia telah menyakiti Aisyah dan calon anaknya yang lain.
__ADS_1
"Aku harus mencari tahu tentang anakku."