
Aisyah bangun ketika hari sudah gelap. Baru menyadari jika mereka tidur dalam keadaan polos yang hanya ditutupi oleh selimut tebal.
Ia merenggangkan otot karena terasa begitu pegal akibat pertempuran panjang mereka beberapa jam lalu. Ia pun bangkit berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa saat kemudian Aisyah telah selesai membersihkan diri dan keluar dari sana mengenakan handuk yang hanya menutupi bagian tubuh sensitif nya.
Aisyah menggeleng kecil melihat Malvyn masih terlelap begitu damai. Tidak ingin mengganggu, ia memilih segera memakai pakaian rumahan yang tidak pernah dipakainya selama menikah.
Seragam kebangsaan para emak di Indonesia.
DASTER
Tidak lupa mengeringkan rambut, menyisir, memakai pelembab wajah, dan pelembab bibir. "Aku harus menyamarkan tanda cinta ini," gumamnya ketika memeriksa lehernya dan terdapat beberapa tanda cinta ulah Malvyn disana. Ia pun segera menutupi tanda cinta itu menggunakan foundation.
Selesai bersiap diri setelah mandi, Aisyah segera keluar kamar. Ketika membuka pintu, ia dikejutkan Sania berada di depan kamarnya. "Kak," cicit Aisyah terkejut memegang dadanya.
"Ngapain saja, sih? ingat waktu juga jadi gak ngerepotin orang," sungut Sania langsung balik badan karena sudah waktunya makan malam tetapi pasangan suami istri itu tidak kunjung keluar kamar padahal semua orang telah menunggu.
__ADS_1
Aisyah semakin tersentak mendengar ucapan Sania yang begitu kasar padanya. Ia menghela nafas panjang lalu kembali masuk kamar agar membangunkan Malvyn.
Aisyah duduk di tepi tempat tidur disertai memandang wajah bule Malvyn yang sangat tampan.
Rahang tegas yang dipenuhi bulu-bulu halus, hidung mancung, bibir yang tidak menghitam meski seorang perokok, bulu mata terlihat lentik un PT dituk seorang pria, bola mata berwarna cokelat tua yang selalu menatap orang lain dengan tajam namun penuh cinta bila menatapnya, alis bergaris rapi dan tebal.
Sangat idaman wanita.
"Suamiku.. Bangun," bisik Aisyah tepat ditelinga Malvyn.
Terdengar lenguhan tetapi tidak membuka mata, justru Malvyn merangkul Aisyah hingga membuat wanita itu memekik karena menjadi bantal guling.
"Kamu menggodaku, hm?" tanya Malvyn dengan suara serak khas bangun tidur menatap Aisyah yang melotot kepadanya.
"Siapa yang godain kamu, sih? aku itu banguni kamu agar makan malam bersama," cebik Aisyah berusaha melepas diri dari jeratan tangan dan kaki Malvyn.
Malvyn menyibak daster Aisyah langsung melebar ketika melihat kain yang melekat di tubuh istrinya sangat kekurangan bahan. Tak lupa ia menutup bagian bawah tubuhnya dengan selimut karena masih dalam keadaan polos.
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun Malvyn duduk tanpa melepaskan Aisyah. Kedua tangan nya begitu lancar dan kuat menarik daster yang dikenakan istrinya.
"Malvyyynnn," pekik Aisyah sangat syok melihat apa yang dilakukan Malvyn.
Pintu yang tak sepenuhnya tertutup kini terbuka lebar memperlihatkan orang tua dan Sania berdiri disana.
"Ada apa, Ais?" tanya mami Adzilla namun detik berikutnya mami Adzilla membalikkan badan setelah menyadari menantunya bertelaanjang dada.
Malvyn juga dengan sigap menutupi tubuh Aisyah. Keduanya kini sedang duduk tertutupi selimut dan menampakkan kepala saja. "Tidak ada apa-apa, hanya bermain saja!" jelasnya masih berbicara formal kepada mertuanya.
"Baiklah. Selesaikan masalah kalian, kami menunggu di dapur agar makan malam bersama."
Malvyn dan Aisyah mengangguk patuh. Setelah pintu kamar tertutup kembali, Aisyah mencubit lengan Malvyn yang tak terasa apa-apa.
"Kenapa di sobek?"
"Itu sangat seksii, sayang. Jelek kalau kamu yang pakai. Kamu lebih cantik pakai baju tidur motif Spongebob," sahut Malvyn beralibi.
__ADS_1
❤️
Obat sakit gigi apa gaes😭😭