
"Ka-kamu mau apa?" Aisyah mendadak gugup ketika wajah Malvyn semakin dekat dengan wajah nya.
Aisyah menelan saliva tatkala Malvyn tak kunjung menjauhkan wajahnya, pandangan mata yang selalu tajam itu mampu menghipnotis nya.
Malvyn gegas kembali ke posisi duduk nya dan menarik nafas dalam-dalam. Rasanya sangat sulit menahan kerinduan nya untuk menyentuh Aisyah.
Aisyah mengelus dada merasa lega ketika Malvyn menjauhkan diri dari nya. Sudah lama tidak disentuh Malvyn membuat nya gugup luar biasa.
"Maaf," kata Aisyah merasa bersalah. Mau segugup apapun dirinya ketika di dekati Malvyn, tentu saja dirinya tahu apa yang diinginkan suaminya kepada dirinya.
Malvyn yang tengah terpejam agar hasratnya hilang langsung membuka mata menatap Aisyah dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Maaf buat apa, sayang?" tanya Malvyn merasa Aisyah tidak berbuat salah atau pun ulah apapun akhir-akhir ini.
Aisya ditanya seperti itu menjadi bingung. Ia menjadi ragu untuk menjawab pertanyaan Malvyn hingga menggigit bibir bawah nya.
"Di jawab, Ais. Jangan gigit bibir begitu," decak nya bukan kesal karena Aisyah tidak menjawab pertanyaan nya melainkan semakin membuat hasratnya menggebu.
"Maaf sudah lama enggak bisa sentuh aku karena aku sakit dan lemah hanya karena perudungan itu," kata nya lirih menunduk.
Tentu saja Aisyah tahu bila Malvyn sedang kesulitan menahan hasrat tersebut karena tahu bila mereka akan melakukan hubungan badan disetiap kesempatan kala itu, sebelum ia keguguran.
Malvyn mendengar jawaban Aisyah membuatnya tarik nafas dalam-dalam. Ia pun berpindah duduk menjadi disebelah istrinya.
Di peluk tubuh Aisyah dari samping disertai kecupan-kecupan manis di kepala istrinya. "Aku memang sulit menahan hasrat ku kalau berada di dekat kamu. Tapi, sekuat tenaga akan ku tahan!"
"Enggak datangi Jesica, kan?" tanya Aisyah menengadah menatap Malvyn.
__ADS_1
Entah mengapa Aisyah ingin menanyakan hal ini. Ia tahu bila Malvyn dan Jesica pernah melakukan hubungan badan sebelum kehadiran nya.
Dan karena hal itu pula sering sekali Aisyah merasa takut akan terjadi sesuatu yang akan mengakibatkan retaknya rumah tangga mereka.
Malvyn menatap mata Aisyah dengan intens. Hatinya tercubit mendengar pertanyaan dari istrinya itu.
Rasa penyesalan terus menyelimuti hatinya. "Maaf atas masa laluku, sayang. Tapi percayalah selama kita menikah, aku enggak pernah berbuat apapun di luar batas."
Aisyah mengangguk mengerti kemudian mengecup pipi Malvyn dengan sayang.
*
*
Maldives atau Maladewa merupakan kepulauan dengan yang terkenal sebagai surga pesisir terbaik. Tidak heran kalau Maldives menjadi destinasi favorit bagi pencinta alam.
Suasananya yang tenang dan romantis ini diimpikan banyak orang. Pulau kecil inilah menjadi pilihan Malvyn untuk tempat berlibur mereka selama satu Minggu kedepan.
"Kamu bisa jalan atau mau aku gendong?" tanya Malvyn ketika masih di dalam mobil menuju penginapan.
Aisyah yang sedang menyandarkan kepala di lengan Malvyn langsung merangkul dan bergelayut manja. "Gendong," rengek nya membuat Malvyn terkekeh.
"Dengan senang hati," ungkapnya.
Beberapa saat kemudian, mobil yang membawa mereka ke salah satu Villa yang sudah di sewa sebelumnya telah sampai.
A
__ADS_1
Sesuai permintaan Aisyah sebelumnya, Malvyn menggendong nya ala bridal style, ia pun mengalungkan kedua tangan nya ke leher sang suami.
"Kamu tidur ya, aku mau mandi dulu!" kata Malvyn setelah merebahkan Aisyah di tempat tidur dan menyelimuti istrinya.
Setelah itu, Malvyn mengambil pakaian tidur dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Aisyah memejamkan mata sesaat lalu terbangun ketika mengingat ada tugas kuliah yang belum diselesaikan nya. Beruntung kebutuhan kuliah selalu ia bawa.
"Kenapa aku bisa lupa? ini mah bukan bulan madu namanya," gerutu Aisyah turun dari tempat tidur dan mengambil alat kuliah nya.
Malvyn keluar dari kamar mandi langsung panik ketika melihat tempat tidur tidak mendapati Aisyah disana. "Sayang," panggilnya dengan suara yang kentara dengan ke khawatiran.
Aisyah yang masih fokus menulis terperanjat dengan suara Malvyn terdengar berbeda di telinganya. Ia pun menoleh ke belakang melihat suaminya yang panik.
"Aku disini," pekiknya dan membuat tatapan mereka bertemu. Sekarang Aisyah mengerti jika Malvyn merasa takut dirinya pergi.
"Aku disini, Vyn. Aku enggak pergi," kata Aisyah ketika Malvyn sudah berada di hadapan nya.
"Aku takut kamu pergi dariku," kata Malvyn tanpa menutupi perasaan nya. Ia langsung memeluk Aisyah ketika wanita itu berdiri.
❤️
Assalamualaikum.
Emak mau kasih tahu kalau novel Emier mau emak hapus dan emak terbit kan lagi besok jadi novel baru.
__ADS_1
itu karena emak gak mencapai misi. kalau emak terbit kan lagi, baru bisa dapat cuan. jadi, besok emak minta tolong favorit kan lagi ya🙏