
Aisyah tersenyum menatap Malvyn penuh cinta begitupun sebaliknya. Setelah mandi bersama dengan rentetan permainan Malvyn kepadanya, mereka memutuskan untuk menikmati suasana malam disana.
Keduanya duduk saling berhadapan dengan tatapan saling beradu menyiratkan cinta yang mendalam. Sesuai permintaan Aisyah, mereka makan di Restoran seperti layaknya pasangan bulan madu lain nya tanpa harus mereservasi ruangan yang berbeda.
"Terimakasih," kata Aisyah menerima piring nya yang berisi stick daging yang sudah di potong-potong oleh Malvyn.
Malvyn mengangguk kemudian keduanya makan bersama. Tidak ada ucapan apapun, namun setiap tatapan mereka bertemu, senyuman diantara keduanya akan terbit diwajah tampan dan cantik mereka.
Hingga tatapan Aisyah tak sengaja melihat seorang wanita yang baru saja masuk di restoran yang sama dengan gaya seksi nya. Ia menggenggam erat sendok garpu ditangan nya untuk menjadi pelampiasan rasa marah, takut, dan cemburunya menjadi satu.
Tanpa dipersilahkan wanita yang dilihat Aisyah tak lain adalah Jesica duduk di antara dirinya dan Malvyn.
Aisyah memerhatikan gerak gerik dan mimik wajah Malvyn yang tampak terkejut atas kedatangan Jesica. Ia pun menghela nafas panjang merasa bingung atas reaksi suaminya. Terkejut atas kedatangan Jesica karena baru mengetahui wanita itu juga berada di Maldives atau terkejut karena berani mendatangi mereka di muka umum.
"Seharusnya seorang jaalang tahu diri jika saat ini dengan tidak dibutuhkan oleh pelanggan nya," kata Aisyah dingin menatap Jesica dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Ucapan Aisyah membuat Malvyn terperanjat karena tak biasanya istrinya itu berbicara kasar kepada orang lain. Bahkan yang ia ketahui, istrinya sangat jarang bicara ketika berhadapan dengan orang lain yang dianggap tidak dekat.
"Benarkan, suamiku? kamu sudah tidak membutuhkan jaalang kamu ini?" Aisyah menatap Malvyn sangat intens.
Malvyn melirik Jesica yang sudah tampak menahan amarahnya kemudian kembali menatap Aisyah disertai anggukan. "Apa yang aku butuhkan sudah kamu lengkapi, sayang."
Aisyah tersenyum kemudian menoleh kearah Jesica lagi. "Saya rasa kamu sudah tahu harus apa sekarang," katanya tegas dan dingin tanpa rasa takut.
Jesica benar-benar emosi mendengar kalimat yang diucapkan oleh Aisyah. "Aku lebih mengenal dan mengetahui apa yang diinginkan Malvyn. Jangan mimpi untuk bisa hidup bersama Malvyn," katanya yakin dan bisa meyakinkan pria itu agar meninggalkan Aisyah.
Aisyah mencoba memaksakan senyuman nya walau ada rasa cemburu menyelimuti hatinya. "Tetap saja posisi mu adalah jaalang suami ku yang akan dipanggil ketika dibutuhkan lalu diusir setelah dibayar. Anda tidak lebih dari seorang pelaacur muraahan yang hanya dapat dinilai dengan rupiah. Pergilah!!"
Aisyah justru menusuk daging stick kemudian menyodorkannya kepada Malvyn. "Enak?" tanyanya tanpa perduli kan Jesica yang sudah kebakaran jenggot.
Sungguh, sikap Aisyah justru membuat Malvyn takut saat ini. Ia baru melihat sisi lain dari istrinya sendiri.
__ADS_1
"Aku bersumpah akan membalas ini pada kalian," ancam Jesica kemudian pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.
Tangan Jesica terkepal erat. Emosi nya seakan ingin meledak karena tak terima dipermalukan oleh anak kecil seperti Aisyah.
Sepeninggalan Jesica, Aisyah berubah banyak menjadi diam. Rasanya tidak rela bila suaminya sudah disentuh wanita lain. Walau ia sadar bila masalalu tidak bisa di ubah, tetap saja hatinya merasa tak rela.
"Sayang," panggil Malvyn pelan.
Aisyah langsung melirik tajam kearah Malvyn. "Seharusnya kalau memang cinta sama aku dari dulu itu jangan tergoda dengan rayuan wanita lain."
Malvyn diam karena tidak dapat berkilah.
"Aku mau balik."
❤️
__ADS_1
Hai kesayangan emak..
Cerita Emier udah emak rilis dan akan tiba besok yaaa..