Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 98


__ADS_3


Manchester, Inggris.


Kota bagian Utara di Inggris yang memiliki simbol lebah pekerja sejak 150 tahun lalu. Secara tradisional, lebah mewakili energi kota dan komunitas. Melambangkan masa lalu yang cukup krisis di kota itu karena mahalnya tarif jalur distribusi produk-produk Manchester. Padahal Manchester merupakan pusat aktivitas selama Revolusi Industri.


Kota inilah yang dipilih Aisyah untuk memulai hidup baru nya. Kota diluar rencananya dan kedua pengawal nya.


Kota yang akan menjadi tempat tinggal baru nya ialah London. Dimana Gio berada. Bukan untuk tinggal bersama, tapi berencana tinggal dekat dengan pria itu. Namun, ketika Aisyah hendak memasuki gedung apartemen sesuai alamat yang pernah diberikan padanya, ia melihat Gio berjalan beriringan dengan seorang gadis membuatnya urung. Tidak ingin merusak hubungan pria itu dengan gadis tersebut.


Aisyah pergi dari ibu kota Inggris tersebut menuju Manchester. Padahal, tidak ada satu orangpun yang dikenalnya. Ia hanya mengikuti kata hati saja. Sementara dirinya tinggal di hotel hingga mendapati apartemen yang dapat di sewa sebagai hunian nya yang baru.


Aisyah tersenyum melihat orang-orang berlalu lalang berjalan kaki. Tampak sangat menyenangkan sekali, pikirnya. Ia bangkit dari duduk nya dan berjalan kemana pun ia inginkan selama tidak membuatnya lelah.


Beruntung kehamilan nya ini hanya mempersulit dirinya ketika pagi saja. Bila sudah siang hari merasa seperti biasa. Kaki melangkah membawanya kesebuah supermarket Asia. Ia pun masuk ke dalam sana dengan senyum merekah.


Sudah dua hari berada di kota ini baru sekarang menemui supermarket Asia. Sangat lengkap disini. Bukan hanya berbagai makanan, keperluan luar dan dalam juga ada disini dengan brand Asia.

__ADS_1


Aisyah melihat ada rujak kemasan dan langsung dimasukkan ke dalam troli. Ia juga mengambil susu hamil 10 kotak sekaligus lalu membayar belanjaan di meja kasir.


Keluar dari tempat itu kembali melanjutkan jalan kaki nya. Jarak dua gedung dari Supermarket Asia, Aisyah melihat gedung apartemen tidak terlalu mewah.


"Semoga sewa nya murah agar aku tidak merepotkan pak John dan pak Johan lagi," tuturnya lalu masuk ke dalam lobby apartemen tersebut.


Aisyah menanyakan apa tujuan nya. Baginya, nilai sewa apartemen itu jika di rupiahkan tidak terlalu mahal. Bahkan termasuk murah karena fasilitas yang tersedia cukup lengkap.


"Terimakasih," kata Aisyah dalam bahasa Inggris. Beruntung ketika masih kuliah, ia menekuni bahasa asing yang satu ini.


Aisyah tersenyum kecut memikirkan pendidikan nya telah berhenti. Keinginan mendian papi Askar telah padam.


"Tenanglah, pak. Ais baik-baik saja disini," kata Aisyah ketika dirinya sedang melakukan panggilan video.


Aisyah tergelak melihat kedua wajah pengawalnya yang tampak khawatir di seberang telepon ketika dirinya mengatakan tidak tinggal di London melainkan kota Manchester. Tak lupa pula menceritakan bagaimana dirinya bisa tinggal disini.


"Apa kamu kesana saja?" tanya John terlihat sangat khawatir. Bagaimana pun, Aisyah tengah mengandung, pikirnya.

__ADS_1


Aisyah menggerakkan kedua tangan nya. "Jangan, pak. Ais baik-baik saja disini. Jangan khawatir, Ais baik-baik saja."


"Baiklah. Segeralah istirahat, jangan capek-capek."


Aisyah tersenyum disertai anggukan. Mereka juga mengakhiri obrolan tersebut kemudian melanjutkan makan rujak yang dibelinya tadi.


Apartemen yang hendak disewa sudah bisa ditempati mulai besok.


Keesokan harinya....


Aisyah sudah melakukan check out. Tanpa menaiki kendaraan, ia menarik koper menuju apartemen baru nya yang memang tidak terlalu jauh dari hotel.


Langkahnya memelan ketika melihat sebuah kafe bertuliskan lowongan pekerjaan paruh waktu. Langkahnya terhenti menatap tempat itu dengan perasaan gamang.


"Aku harus bekerja."


❤️

__ADS_1


Pagi kesayangan..


Maaf pendek ya, hari ini dirumah emak ada pengajian. Ini juga di sempat-sempatin.


__ADS_2