Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 79


__ADS_3


Aisyah mulai gelisah karena bosan menunggu Malvyn berbicara. Lebih kesalnya mereka bicara bahasa asing membuatnya kebingungan. Apalagi ia merasa mereka seperti membicarakan nya.


Ketika hendak bangkit, tangan nya langsung di pegang oleh Malvyn seakan tahu dirinya akan meninggalkan meja tersebut.


Aisyah hanya dapat menghela nafas panjang disertai decakan saja dan membiarkan tangan nya terus di genggam tetapi Malvyn sibuk bekerja.


"Masalah kontrak kerja akan ditangani oleh Asisten saya dan akan di kabari setelahnya," kata Malvyn datar tanpa ekspresi.


Kedua klien tersebut tampak mengangguk disertai senyuman. Agaknya mereka merasa lega setelah mendengar ucapan Malvyn barusan yang menyiratkan bahka proposal kerja sama yang mereka tawarkan menarik bagi pria berkuasa tersebut.


Malvyn menerima jabat tangan dari mereka. Ia menatap Aisyah yang tengah bosan. "Mau kemana tadi, hm?" tanya nya lembut tanpa sungkan di hadapan klien nya.


Aisyah menatap Malvyn dengan wajah cemberut. "Aku bosan dan enggak tahu kalian ngomongin apa. Jadi aku ngira kalian ngomongin aku," cicitnya dan sontak membuat Malvyn tertawa.


Perlakuan Malvyn yang lemah lembut bahkan sampai tertawa begitu membuat kedua pria dewasa itu takjub. Bukan hanya isu-isu yang beredar, tetapi Malvyn terkenal menjalin hubungan dengan Jesica yang notabene nya wanita yang suka keluyuran malam.

__ADS_1


Sikap Malvyn yang selalu dingin tidak mereka lihat di depan istrinya. Mereka bahkan sangat takjub dengan kasih sayang yang dicurahkan pria berkuasa itu.


"Tuan terlihat sangat mencintai nyonya muda," celetuk salah satu pria dewasa bernama Frans.


Malvyn menoleh ke arah Frans disertai anggukan tanpa ekspresi. "Ya! saya sangat mencintai istri saya," jawab nya kemudian menatap Aisyah dengan tatapan penuh cinta.


Aisyah juga turut tersenyum setelah mendengar jawaban dari Malvyn. Pandacan kedua pada mata yang saling beradu itu tampak bahagia dan penuh cinta.


Cukup lama mereka berada di salah satu Restoran Jepang tersebut hingga hampir malam Malvyn dan Aisyah tiba di Mansion.


"Kalian hati-hati. Ini ada untuk kalian," kata Oma Nadia memberikan sebuah kotak berwarna merah kepada Aisyah.


Aisyah menerima kemudian menatap Malvyn meminta persetujuan dan diangguki suaminya itu. Ia pun membuka kotak merah tersebut dan betapa terkejutnya mendapati isi kota itu ialah sepasang cincin.



"Oma.. Ini sangat bagus," pekik Aisyah terpana.

__ADS_1


Oma Nadira ikut senang melihat cucu menantu nya tersenyum lagi karena ia juga tahu bila Aisyah masih sering termenung setelah terjadi perudungan beberapa saat lalu.


Oma Nadira mengambil cincin tersebut lalu memakaikan pada jemari Aisyah dan Malvyn. "Jangan pernah dilepas, ya. Tetaplah bersama walau ujian seberat apapun," kata Oma Nadira dan diangguki Malvyn juga Aisyah.


Mami Ivy juga mendekat lalu memeluk Aisyah penuh kasih sayang. "Jangan sedih lagi. Bersenang-senang lah," kata nya membuat Aisyah tersenyum.


Malvyn ikut senang melihat Aisyah dekat dengan keluarga nya. Ia sudah bertekad untuk menjaga Aisyah apapun yang terjadi.


Sesampainya di Bandara, keduanya berpamitan kepada keluarganya diikuti Mario di belakang mereka.


"Kamu tampan," celetuk Aisyah setelah sudah berada di dalam pesawat.


Malvyn menoleh mendekatkan wajah nya pada wajah Aisyah. "Benarkah? bukankah kamu bilang kalau aku mirip genderuwo?"


Mendengar pertanyaan Malvyn membuat Aisyah tersedak saliva nya sendiri. Bahkan aku hampir lupa dengan sebutan itu.


__ADS_1


__ADS_2