
"Ngapain anda disini?" tanya John menatap Jerolin dengan tajam.
Untuk pertama kalinya Jerolin merasa gugup tertangkap basah oleh seseorang sedang menguntit. Ia memutar badan kearah John yang dikenalnya ialah salah satu pengawal Aisyah.
"Bukan urusan anda," jawab Jerolin dingin tanpa takut dengan John yang menatapnya dengan tajam.
"Jangan sakiti Aisyah," kata John tak kalah dingin. Tentu saja ia tahu siapa Jerolin yang pasti akan berpihak pada Jesica.
Jerolin berdecak kesal. "Jika aku ingin mencelakai Ais, sudah dari dulu aku melakukan nya," ia mendadak kesal dengan perkataan John kepadanya.
Jerolin sadar jika dirinya adalah pria berlumuran dosa karena setiap harinya melakukan kesalahan. Tetapi, bukan berarti ia tak memiliki hati sehingga ingin mencelakai orang yang tak bersalah. Apalagi Aisyah, wanita muda yang mampu membuat hatinya bergetar.
Ia masuk ke dalam mobil dan melajukan nya dengan kecepatan diatas rata-rata.
*
*
"Nyonya.. Ada tuan muda sedang menunggu anda di dalam mobil," kata John ketika sudah menghampiri Aisyah yang tengah duduk bersama Gio.
Aisyah terperanjat lalu menoleh ke arah John dan juga mobil yang di tunjuk oleh pengawal. Dilihat ada sebuah mobil yang sangat dikenalinya terparkir tidak jauh dari tempat mereka.
__ADS_1
"Pergilah. Suamimu menunggumu, Ais." Gio benar-benar mengerti dan tidak ingin menjadi duri dalam rumah tangga Aisyah dan Malvyn.
Aisyah mengangguk mengerti dan segera menyusul Malvyn di dalam mobil. Tumben sekali suaminya itu menunggunya karena sudah sangat lama tidak seperti ini.
"Kenapa lama sekali? kenapa harus duduk bersama dengan pria itu dulu?" tanya Malvyn beruntun dengan wajah cemberut saat Aisyah baru saja masuk ke dalam mobil.
Aisyah mencebik bibir karena kesal. Belum juga duduk dengan benar, Malvyn sudah bertanya dan wajahnya tak bersahabat seperti itu. "Aku hanya bicara biasa, suamiku. Aku hanya meminta maaf sudah membohongi nya selama ini mengaku belum menikah karena posisi ku sebelumnya adalah istri rahasia karena suamiku masih punya kekasih," terangnya mengungkit awal pernikahan mereka.
Aisyah melihat Malvyn hanya diam saja menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Berhari-hari telah terlewati. Semenjak hari itu, Malvyn kembali menjadi posesif terhadap Aisyah. Ruang geraknya kembali terbatas padahal sudah tak ada lagi yang perlu di khawatirkan, pikirnya.
"Kalau ada waktu luang, mampirlah ke alamat ku!" pinta Gio memberikan secarcik kertas berisi alamat miliknya kepada Aisyah.
Gio tersenyum disertai mengacak rambut Aisyah. "Aku pasti menerima kalian jika mampir ke tempat ku. Yang jadi masalah itu, apa suami kamu mau mampir?" kelakarnya membuat keduanya tertawa.
Aisyah saat ini tengah berada di Bandara guna mengantar Gio yang akan melanjutkan pendidikan ke luar Negeri. Ada rasa sedih dihatinya. Namun tak mungkin di ungkapkan nya.
"Maaf aku terlambat," kata Meta baru saja tiba dengan nafas yang tersengal.
Gio tampak mencebik bibir. Akhir-akhir ini, Meta sangat sering terlambat jika mereka membuat janji bertemu. Entah apa yang dilakukan sepupunya itu.
__ADS_1
"Kemarilah," kata Gio kepada Meta. Kemudian keduanya berpelukan. "Jaga dirimu baik-baik. Aku enggak bisa lagi menjagamu dari dekat," katanya membuat Meta mengangguk saja.
Aisyah melihat itu menjadi terharu. Rasanya sangat merindukan kedua kakak nya. Namun, belum ada waktu libur panjang untuk pulang kampung lagi.
"Ais. Bolehkah aku memelukmu sekali saja?" tanya Gio ragu-ragu.
Aisyah tidak langsung menjawab hingga akhirnya ia mengangguk. Dan Gio memeluk Aisyah erat dengan mata terpejam.
Memilih pergi jauh dari negara nya untuk mencoba melupakan perasaan nya kepada Aisyah. Harapan nya hanya satu, kebahagiaan selalu menyertai langkah Aisyah.
"Jaga dirimu, Ais. Jadilah wanita kuat dan bahagia selalu," ujarnya tulus setelah melepas pelukan.
Aisyah tersenyum disertai anggukan. "Kakak juga, ya. Semoga dapat jodoh disana," ungkap Aisyah.
Aisyah dan Meta keluar Bandara bersama setelah Gio berangkat.
Aisyah melirik Meta yang terus saja tersenyum tanpa sebab. "Kamu sedang jatuh cinta, ya?"
Meta menoleh dan terlihat jelas wajah sahabatnya itu memerah. "Apa sangat terlihat?" tanyanya dan di angguki oleh Aisyah.
John datang dengan langkah tergesa. Ia menyerahkan ponsel kepada Aisyah.
__ADS_1
"Apa?!!"