Penjara Cinta Tuan Malvyn

Penjara Cinta Tuan Malvyn
Bab 73


__ADS_3

PRANG


"Aaarrrghhh..."


"Aku membencimu anak kecil," Jesica membanting ponsel, guci, dan vas bunga yang berada di dekatnya.


Tak segan-segan ia melukai tangan nya sendiri karena hidupnya terasa hancur karena serangan media atas dirinya yang dianggap tidak dibutuhkan oleh Malvyn.


Apalagi tayangan media saat mewawancarai mami Ivy karena sedari dulu wanita paruh baya itu yang terlihat dekat dengan nya juga memberikan jawaban seakan tidak mempermasalahkan pernikahan Malvyn dan Aisyah.


Suara gebrakan pintu terdengar nyaring membuat Jesica menoleh ke arah sumber suara.


Jerolin melangkah mendekati Jesica dengan langkah tergesa ketika melihat darah ditelapak tangan adiknya.


"Apa-apaan kamu, Jes?! Jangan berbuat boddoh!" sentak Jerolin lalu mengambil kotak obat dan segera mengobati luka tersebut.


Jesica menangis, meraung di hadapan Jerolin karena hatinya hancur dibuat oleh Malvyn. Ia bagai pakaian yang tak layak pakai dan dibuang sembarang tempat.


"Sudah ku katakan lupakan Malvyn dan cari kebahagiaan mu! Dan lihat sekarang, dia benar-benar menunjukkan kalau kamu memang gak memiliki arti apa-apa selama 10 tahun ini," kata Jerolin dingin.


"Aku cinta Malvyn, kak. Dan apa kakak lupa kalau Jelena pergi ninggalin kita karena Malvyn?" tanya Jesica membuat emosi Jerolin tersulut.


Tentu saja Jerolin mengingat bagaimana boddohnya mendiang adik bungsunya yang mati bunuh diri karena selalu di tolak oleh Malvyn.


Masih teringat jelas tubuh kaki Jelena tergantung di kamar nya. Karena itu pula Jerolin menyetujui rencana Jesica untuk balas dendam kepada Malvyn.

__ADS_1


Namun, rencana mereka tidak membuahkan hasil hingga dua tahun mendatang. Sampailah saat ia mendapat laporan jika setiap waktu libur masa pendidikan Malvyn selalu mengunjungi perkampungan di daerah Sumatera Utara. Bahkan dari Luar Negeri langsung mengunjungi tempat itu sebelum pulang ke Mansion.


Setelah diselidiki ternyata Malvyn selalu menemui gadis kecil yang sama setiap kali datang. Karena itulah ia merencanakan agar menculik dan melenyapkan gadis itu sesuai permintaan Jesica.


Tetapi siapa sangka Malvyn datang tepat waktu dan rela menukar kebahagiaan nya demi gadis kecil yang belum tahu apa-apa masalah dunia.


Selain merasa senang rencana mereka berhasil, Jerolin cukup bangga atas tindakan Malvyn yang masih sangat muda dapat melakukan pengorbanan seperti itu. Namun, mengingat bagaimana kematian adik bungsunya sangat mengenaskan, Jerolin menepis rasa bangga itu.


Lima tahun pertama hubungan Malvyn dan Jesica tidak ada kemajuan, Jerolin mulai curiga kepada adiknya. Dan benar sesuai dugaan bahwa adiknya sudah jatuh hati kepada Malvyn dan mengurungkan niat untuk balas dendam.


Sebagai seorang kakak yang tidak ingin melihat adiknya mati sia-sia karena pria yang sama membuat Jerolin menuruti atas permintaan Jesica.


Lima tahun kedua Jerolin mulai jengah dan ketika mengetahui pernikahan Malvyn dengan gadis kecil yang membuatnya repot, pada akhirnya harus memberi cuntikan penenang agar saat ia bawa ke Rumah Sakit ahli saraf tidak membuat ulah.


*


*


Tangis Jesica merendah mendengar ucapan sang kakak. Di usap air matanya yang sudah membanjiri pipi hingga membuat make up yang menutupi wajah nya luntur seketika.


Senyum licik langsung terbit diwajah wanita itu. "Kakak benar. Kenapa aku enggak memikirkan ini sebelumnya. Apalagi banyak netizen yang mendukung hubungan kami sebelum nya," katanya.


Rasa sakit dan perih di telapak tangan nya seakan tidak terasa apapun. Jesica sudah menyusun rencana yang akan membuat Aisyah pergi dari hidup Malvyn dengan suka rela.


*

__ADS_1


*


Di Perusahaan Abraham Group. Malvyn tampak belum juga dapat menuntaskan amarah nya setelah mendapat laporan jika sosial merudung istrinya.


"Cari Jerolin sampai dapat, Rio. Aku tahu pria kejam itu yang membantu Jesica," sentak Malvyn kepada Mario.


"Dan sebarkan skandal wanita itu selama berhubungan dengan ku selama ini," imbuhnya lagi dan disetujui oleh Mario.


Selama 10 tahun berhubungan dengan Jesica, Malvyn tahu skandal apa saja yang dilakukan oleh Jesica.


Wanita itu menjadi simpanan pria hidung belang demi kepuasan karena Malvyn sering menolak walau pernah berhubungan badan dengan nya.


Malvyn menghubungi Johan menanyakan keadaan Aisyah. "Bagaimana keadaan istri saya?" tanyanya datar tanpa basa-basi.


"Nyonya muda sudah jauh lebih baik, Tuan. Ada teman nyonya disini yang menemani dan mengusir mahasiswa-mahasiswi yang merudung nyonya muda," terdengar sahutan dari Johan disana.


"Siapa teman istri saya?"


"Gio dan Meta, Tuan. Tapi Tuan muda jangan khawatir. Saya mengawasi gerak-gerik Gio selama berdekatan dengan nyonya muda," bukan suara Johan. Terdengar suara John yang memang hanya satu pengawal itu yang lancar bila bicara di depan majikan nya.


"Jaga istri saya," kata Malvyn kemudian mematikan sambungan telepon nya.


Malvyn mendengar suara dari arah pintu ternyata sudah ada petugas pembersih masuk dan meminta izin agar membersihkan ruang kerjanya lebih dahulu.


Malvyn duduk di kursi kerja dan memikirkan kejadian demi kejadian seraya jemarinya mengetuk meja seirama.

__ADS_1


Dari awal Malvyn sudah curiga saat Aisyah jatuh dari wahana rumah hantu. Tetapi, pihak kepolisian tidak menemukan jejak mencurigakan disana.


Jika benar ini juga ulahmu, Jes. Dengar!!! aku akan membunuhmu dengan sadis agar kau dapat merasakan sama hancurnya dengan apa yang kami.


__ADS_2