Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 96 - Dalang penculikan


__ADS_3

Setelah mama, Ele dan Elnan tak berada di sisinya. Richard mulai menghubungi Ethan dan Alex untuk membantunya mencari Naya. Selain itu, ia juga menelpon mata-mata yang selalu mengikuti kemana pun Nicolas pergi.


Menurut dari laporan mata-mata tersebut, sejak pagi Nicolas belum keluar dari gedung apartemennya. Bisa dipastikan bukan Nicolas yang menculik Naya. Tapi siapa?


Sambil menunggu kedatangan Ethan dan Alex, Richard bergerak sendiri untuk mengecek cctv yang berada di kebun binatang. Malangnya, di dekat toilet tersebut tak terpasang cctv sama sekali. Hal tersebut membuat Richard kesusahan. Ia pun meminta diperlihatkan rekaman cctv lain yang masih di area kebun binatang.


Matanya terfokus pada pakaian yang dikenakan oleh seorang wanita yang sama persis seperti yang Naya gunakan. Ia digendong ala bridal style oleh seorang pria yang berpakaian serba hitam menggunakan topi dan masker di wajahnya. Sementara wajah si wanita sengaja dipakaikan masker, akan tetapi Richard yakin bahwa itu adalah Naya, istrinya.


"Putarkan rekaman cctv yang menjadi tujuan si laki-laki itu mengarah kemana!" pinta Richard pada petugas tersebut.


"Baik Tuan," jawab si petugas.


Si petugas pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Richard.


"Dia mengarah ke parkiran mobil sebelah barat Tuan. Tapi, mobil tersebut kini sudah keluar dari area kebun binatang sekitar 15 menit yang lalu," ujar sang petugas menjelaskan.


"Baik, tolong kirimkan video rekaman tersebut ke email saya sekarang!" pinta Richard.


Tanpa menunggu lama, video tersebut kini sudah berada di ponsel Richard. Ia kemudian mengirimkan video tersebut kepada Ethan dan Alex.


Isi pesannya berbunyi,


^^^Richard^^^


^^^Tolong kalian lacak, dimana lokasi mobil tersebut saat ini, dan temukan siapa pemilik mobilnya. ^^^


Setelah mendapatkan sedikit jawaban, Richard langsung pergi dari kebun binatang, menjalankan mobilnya pergi ke arah si pria itu membawa Naya, meskipun belum tahu pastinya ke arah mana, Richard kini lebih menggunakan instingnya saja.


****


Sesampainya di rumah, Ele segera melajukan mobilnya untuk ikut mencari kakak sepupu iparnya. Tentunya ia menghubungi Alex untuk meminta informasi, karena jika ia menghubungi Richard, bisa saja amarah itu belum hilang dan yang ada Richard akan semakin marah padanya.


"Kak Alex, tolong berikan aku kabar terbaru tentang kak Naya. Apa sudah menemukan titik terang?" tanya Ele di sambungan telponnya.


"Iya, Naya diculik, dan aku masih melacak keberadaan mobil itu sekarang. Tunggu sebentar lagi. Aku akan kirimkan lokasinya jika sudah ditemukan. Nanti akan aku kabari lewat pesan. Sudah dulu ya."


Alex langsung mematikan sambungan ponsel tersebut, Ele pun memilih untuk tetap melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan.


"Seharusnya tadi aku bilang pada Kak Naya jika aku mules juga. Jadinya, ia tidak keluar sendiri dan pastinya ia kebingungan karena aku tidak berada di depan toilet untuk menunggunya. Bodoh kau Ele!"

__ADS_1


Ele menyalahkan dirinya sendiri. Padahal, itu tidak bisa disebut salahnya. Semua itu adalah musibah.


****


Sementara Nicolas, ia tersenyum bahagia, akhirnya rencananya berhasil untuk membawa Naya, meskipun bukan dirinya yang menculik Naya secara langsung.


"Bagus, aku suka dengan kinerja mu! Tolong jaga sampai dia bangun. Jika dia bangun, perlakukan sebagai ratu. Apapun yang dia minta kau lakukan. Asalkan jangan pernah kau turuti untuk membawanya kabur! Jangan lupa juga untuk mengunci semua pintu dan jendela yang ada disana. Biarkan dia melakukan aktivitas, tapi jangan sampai di keluar dari area rumah itu. Aku akan segera kesana, setelah mengurus orang yang mengikuti," ujar Nicolas.


"Baik, tuan, akan saya laksanakan perintah anda. Apa ada tambahan lain?" tanya pria yang berada di sambungan telepon tersebut.


"Carikan seorang wanita untuk memasak dan menemaninya disana," pinta Nicolas lagi.


"Baik tuan."


Sambungan telepon pun berakhir. Nicolas menyayangkan sikap Richard yang begitu ceroboh menjaga istrinya.


"Sedari dulu kau memang bodoh, dalam hal menjaga wanita. Untuk kedua kalinya, wanita mu akan jatuh ke tanganku," ucap Nicolas.


***


Di sisi Alex, akhirnya ia berhasil menemukan lokasi mobil itu berada. Ia kemudian mengirimkan lokasi tersebut pada Richard, Ethan dan Ele.


"Sial! Sepertinya dia menyewa mobil, agar tidak mudah dilacak oleh kita," kesal Richard yang tak menemukan titik terang.


"Tunggu dulu, sebaik-baiknya sebuah strategi pastinya akan ada gagalnya. Coba kau tanyakan pada si pemilik persewaan mobil ini mengenai data si penyewa mobil tadi," ucap Alex memberikan sedikit solusi pada Richard.


Tanpa menunggu, Ele langsung bergerak dan menanyakan pada sang pemilik persewaan mobil.


"Maaf sekali Nona, kami tidak bisa memberikan data pelanggan kami pada orang lain," tolak sang pemilik.


"Saya mohon pak, masalahnya ini menyangkut hidup mati kakak ipar saya. Dia diculik oleh orang yang menyewa mobil anda," ujar Ele memohon.


"Maaf, sekali lagi saya tidak bisa," tolak sang pemilik.


Mendengar sang pemilik yang tidak mau memberikan data si penyewa mobil yang digunakan untuk menculik istrinya membuat Richard geram dan menggebrak meja.


Brakkkkk!


"Selagi kami meminta dengan cara yang baik, sebaiknya kau turuti saja permintaan gadis ini! Atau kau siap-siap untuk gulung tikar! Atau bisa jadi besok usahamu sudah hangus terbakar!"

__ADS_1


Mendengar sebuah ancaman yang begitu mengerikan, sang pemilik pun langsung memberikan data penyewa mobilnya.


"Good! Seharusnya dari tadi! Jadi, kau tidak usah membuang waktuku dengan sia-sia!"


"Ele, cepat periksa siapa penyewanya. Dan kau Alex, tugasmu mencari keluarga dari orang tersebut. Kita amankan keluarganya untuk mengancam orang tersebut. Aku yakin, dia akan mengaku," perintah Richard.


"Namanya Doni Suhadi, usianya 35 tahun. Alamat rumahnya tak jauh dari sini," ujar Ele membacakan informasi mengenai pria tersebut.


"Segera kau kunjungi alamat tersebut bersama Ele, Lex. Aku dan Ethan akan menunggu disini sambil melihat rekaman cctv di area sekitar sini."


"Siap," jawab Alex.


Alex dan Ele pun segera menuju ke alamat tersebut dengan menggunakan mobil yang berbeda.


Sesampainya di tempat tujuan, Ele menanyakan alamat pastinya ke orang sekitar. Hingga akhirnya, ia pun menemukan rumah si penyewa.


Sebuah rumah yang bisa dibilang sederhana. Bangunannya terbuat dari kayu.


"Tok ... tok ... tok ..."


Ele mengetuk pintu rumah tersebut. Tak lama kemudian, pintu rumah pun terbuka.


"Siapa ya?" tanya sang penghuni rumah.


"Anda tidak perlu tahu siapa saya. Tapi, saya meminta anda untuk ikut dengan saya."


Sang penghuni rumah pun langsung gemetar ketakutan, takut wanita yang ada di hadapannya ini adalah orang jahat. Dengan segera sang penghuni rumah langsung menutup pintu tersebut. Sayangnya, sebelum pintu tertutup dengan sempurna, Alex berhasil menahan pintu tersebut.


"Doni Suhadi, dia suami anda kan?" tanya Alex yang membuat sang penghuni rumah langsung terdiam.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2