Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 48 - Keluarga Sempurna


__ADS_3

Keesokan harinya, Ele dan Helen menunggu sang pengantin baru turun dari kamar untuk sarapan.


"Pasti semalam kak Richard menggempur kak Naya sampe lemes. Sampai-sampai jam segini belum turun. Dasar ganas!"


"Hus, jangan ngomongin pengantin baru. Biarkan saja mereka melakukan apapun sesukanya. Lagian udah halal." Helen menanggapi ucapan Ele.


Tak lama kemudian, Richard menghampiri mama dan Ele untuk sarapan. Ia langsung duduk dan memperlihatkan wajah kusutnya.


Ele yang melihat raut wajah itu merasa aneh dan heran. Seharusnya pengantin baru setelah melakukan malam pertama mereka akan sangat bahagia dan wajahnya akan terlihat cerah, secerah sinar mentari pagi. Namun kenapa ini malah terlihat suram?


"Kenapa kak? Suram sekali wajahmu? Bagaimana malam pertamamu?" tanya Ele.


Richard yang mendengar pertanyaan Ele, mengingatkan kembali tentang kejadian semalam. Si junior tak bisa masuk kandang sampai seminggu ke depan. Ia menghela napas kasar.


"Tidak ada malam pertama. Aku harus menunggu sampai seminggu," jawab Richard dengan lesunya.


Ele langsung terkikik sambil membayangkan betapa tersiksanya kakaknya menahan hasrat yang sudah menggebu.


"Pelankan suara tawamu Ele. Kasihan kakakmu. Dia harus menahan juniornya sampai seminggu," ucap mama Richard.


"Hahaha, iya maaf-maaf. Habisnya aku membayangkan gimana tersiksanya kak Richard tadi malam."


Richard mendengus kesal. Ia tak ingin meladeni mama maupun Ele lagi jika mereka berdua hanya ingin meledeknya saja.


"Naya mana? Kenapa kalian tidak turun bersama?" tanya mama Richard.


"Naya ke kamar Elnan dulu ma. Semalam kan Elnan tidak tidur bareng Naya. Takutnya dia nangis atau rindu sama mamanya."


Mama Richard mengangguk tanda mengerti.


Mereka bertiga pun sarapan bersama tanpa Naya. Karena Naya berpesan pada Richard untuk sarapan saja lebih dahulu. Kemungkinan Naya akan turun jika sudah menyusui Elnan.


Selesai sarapan, Richard melihat Naya turun dari tangga sambil menggendong Elnan. Ia pun menghampiri Naya dan menyuruh Naya untuk sarapan. Elnan akan digendong oleh Richard saat Naya sarapan.


Naya sarapan ditemani Richard. Sebenarnya Naya malu karena ia makan sendirian, Richard hanya melihatnya saja. Namun, apalah daya, Richard memang sudah sarapan terlebih dulu.

__ADS_1


"Sudah selesai sayang?" tanya Richard saat melihat Naya berdiri dan hendak menaruh piringannya ke wastafel.


"Sudah," jawab Naya lalu meninggalkan Richard yang sedang duduk.


Richard pun ikut berdiri dan menghampiri Naya.


"Aku ke taman ya sayang. Aku akan bawa Elnan berjemur. Nanti kau harus menyusul ku," pamit Richard sambil mencium pipi kanan Naya.


Pipi Naya merona. Ia belum terbiasa dengan perilaku Richard yang manis seperti ini. Perbedaannya begitu jauh sebelum dan sesudah mereka menikah.


"Untung saja dia langsung pergi. Kalau tidak, bisa saja dia melihat rona merah di wajahku. Kenapa sekarang aku mudah sekali tersipu? Padahal dulu aku tidak begitu. Malah aku terkesan tidak mau berdekatan dengannya. Apakah aku benar-benar sudah mencintainya?"


Naya terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apakah perasaan bisa semudah itu muncul dan hilang?


***


Di sebuah apartemen mewah, seorang wanita cantik nan seksi sedang berciuman dengan seorang lelaki yang digosipkan tengah bertunangan dengannya. Siapa lagi jika bukan Denada Scarlett, si mantan tunangan Richard Kavindra yang telah berakhir 2 tahun yang lalu.


Dua sejoli itu tak hanya berciuman, mereka juga bertukar keringat dan melakukan hubungan suami dan istri.


"Ah ... faster Nic," rancau Denada saat laki-laki yang dipanggil Nic akan memasukan miliknya ke dalam gua milik Denada.


"Sabar sayang," ucap Nic.


Di saat Denada mulai lemas, Nic langsung menerobos gua itu dengan sekali hentakan.


"Ahhh ...." Denada merintih kesakitan. Meskipun ini bukan pertama kali baginya akan tetapi ia kaget karena Nic langsung menerjangnya tanpa aba-aba terlebih dahulu.


"Tahan sayang, setelah ini kau akan merasakan nikmat dunia. Seperti biasanya," ucap Nic sambil memainkan dua buah gunung kembar di hadapannya.


Ini bukanlah pertama kalinya mereka melakukan hubungan suami istri. Ini adalah kesekian kalinya. Nicolas juga adalah orang yang pertama kali merenggut kesucian Denada. Semua gosip yang beredar hanya sebagai pengalihan isu semata. Nicolas sebenarnya tidak mencintai Denada, ia hanya menjadikan Denada sebagai pemuas ranjangnya saja. Sayangnya, Denada tidak tahu akan hal itu.


"Ah, ah, aku hampir sampai Nic," rancau Denada saat ia merasakan sesuatu yang akan keluar dari tubuhnya.


"Mari sama-sama sayang, aku juga hampir sampai," ujar Nic sambil terus mengg*njot miliknya di gua Denada.

__ADS_1


"Ahhh ...." teriak keduanya bersamaan. Mengeluarkan cairan pelepasan di dalam rahim Denada.


"Kau semakin pintar membuatku puas sayang," ucap Nic sambil mencium bibir Denada.


Denada membalas ciuman tersebut. Ronde kedua pun dimulai.


***


Di taman rumah, Richard duduk sambil menggendong Elnan. Ia membiarkan bayi kecil itu terkena sinar matahari pagi.


"Kau tau sayang, berkatmu papa menemukan wanita yang membuat papa melupakan wanita masa lalu papa. Ternyata benar kata orang. Cara termudah untuk melupakan masa lalu adalah menemukan cinta yang baru. Papa bersyukur karena hal itu. Kau yang menyatukan kami berdua. Papa janji akan menjadi papa terbaik untukmu," ucap Richard sambil menatap bayi kecil itu.


Elnan tersenyum, seolah mengerti apa yang dibicarakan oleh papanya.


"Mamamu disana pasti tersenyum bahagia sekarang. Karena kau memiliki mama baru yang menyayangimu dengan tulus," ujar Richard.


Richard pun menatap lurus ke langit. Melihat awan-awan bergerombol dengan langit berwarna biru yang indah.


"Kalian tidak usah khawatir. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, akan membuat Elnan memiliki keluarga yang utuh. Aku akan membuatnya merasakan kasih sayang seorang papa dan mama meskipun bukan dari orang tua kandungnya. Aku juga berjanji tidak akan pilih kasih, jika nantinya aku sudah memiliki anak. Elnan akan menjadi anak pertamaku yang berharga. Kalian bisa tenang di alam sana. Aku juga berjanji akan memberikan keadilan untuk kalian. Seorang yang bersalah harus menanggung akibat perbuatannya," ucap Richard lagi dengan tekad yang kuat.


Tak lama kemudian, Naya datang dengan membawa segelas teh manis dan sepiring cookies untuk Richard. Ia letakan di meja yang berada di taman tersebut.


"Terima kasih sayang." Naya mengangguk seolah mengatakan sama-sama.


"Sini biar Elnan aku yang gendong." Naya menawarkan dirinya untuk bergantian dengan Richard. Richard pun memberikan Elnan ke pangkuan Naya.


Tangan Richard kemudian meraih bahu Naya dari belakang. Bagaikan keluarga yang sempurna. Seorang suami, seorang istri dan seorang anak sebagai penyempurna keluarga kecil mereka. Richard pernah berharap demikian, ketika dulu menjalin kasih dengan Denada. Ternyata Tuhan berkehendak lain, wanita itu bukanlah Denada orang yang dicintainya dahulu, melainkan orang yang baru hadir ke dalam hidupnya. Bermula menjadi ibu susu anaknya dan berakhir menjadi istrinya.


Kebersamaan ini, Richard berharap tak akan pernah menghilang.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.

__ADS_1


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


__ADS_2