Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 137 - Permintaan Maaf Diterima


__ADS_3

Kini di ruang tamu sudah ada Richard, Naya dan Nicolas.


"Terima kasih karena kalian mengizinkanku untuk masuk ke rumah kalian."


"Hm," jawab Richard.


"Maksud dari kedatanganku pasti kalian sudah tahu. Aku ingin meminta maaf pada kalian berdua atas kesalahan-kesalahanku di masa lalu. Maaf karena aku pernah berniat untuk merebut Naya juga darimu dengan cara menculiknya dulu ... "


"Nay, maaf aku justru menjadi seorang penjahat terhadap orang yang sudah menolongku di saat nyawaku diambang kematian dulu ... "


"Aku hanya ingin hidup tanpa ada lagi penyesalan dan perasaan tidak tenang. Sekali lagi aku minta maaf."


Nicolas pun mengakhiri ucapannya.


"Sudah selesai? Apa masih panjang pidatonya?" tanya Richard yang mulai jengah terus menerus mendengar kata maaf. Nicolas pun mengangguk.


"Aku sebenarnya bosan mendengar kata maaf darimu dan mendengar kabar kalau kau terus-terusan datang ke rumahku. Saking bosannya aku, aku mengizinkan mu untuk masuk ke dalam rumahku ... "


"Seperti katamu yang ingin hidup tanpa adanya penyesalan lagi. Aku juga ingin hidup seperti itu dengan memaafkan orang yang bersalah padaku asalkan dia meminta maaf dengan tulus dan bersungguh-sungguh ... "


"Jadi, intinya aku memaafkan mu."


"Benarkah kau memaafkan ku?" tanya Nicolas memastikan.


"Iya, apa kau mau aku tarik lagi penerimaan maaf dariku?"


"Tidak! Tidak jangan. Lalu kau Nay?" Kini Nicolas bertanya pada Naya.


"Aku juga memaafkan mu. Yang terjadi pada masa lalu biarlah seperti itu. Kita juga tidak akan bisa mengubahnya. Hanya masa kini dan masa depan yang bisa kita ubah dengan berusaha. Berdamai adalah jalan satu-satunya untuk menjalani kehidupan yang bahagia dan sebagaimana mestinya."


"Terima kasih Nay, Rich. Aku senang sekali kalian berdua sudah memaafkan ku," ucap Nicolas dengan senyum yang terlihat di bibirnya.


"Ya sudah sana pulang!" usir Richard. Namun, ucapan Richard itu membuat Naya menatapnya dengan tajam.


"Tidak, aku hanya bercanda. Silahkan nikmati dulu minumannya," ucap Richard yang nyalinya menciut.


Setelah saling berdamai satu sama lainnya. Hati mereka menjadi lebih tenang dan damai. Nicolas pun pulang dengan senyuman yang tak pernah ada habisnya. Ia ingin segera menemui Denada dan menceritakan semuanya.


****

__ADS_1


Seperti biasa, setiap harinya Denada selalu sibuk dengan pesanan onlinenya yang semakin harinya terus bertambah. Tentunya hal itu juga karena bantuan Naya dan Sari. Di saat sedang sibuk-sibuknya, pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang. Denada pun keluar dari tokonya dan melihat siapa orang itu.


"Aku disini Nic," ucap Denada dari tokonya.


"Oh, kau disana. Aku kira kau ada di rumah," ujar Nicolas menebak.


"Tidak, ada apa?" tanya Denada.


"Aku sudah meminta maaf pada Richard dan Naya."


"Lalu?"


"Mereka sudah menerima maaf ku."


"Syukurlah jika begitu. Aku ikut senang mendengarnya." Nicolas pun mengangguk.


Nicolas melihat ke dalam ruangan Denada, rupanya Denada terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya. Nicolas membantu Denada.


"Eh, kau tidak usah membantuku!" larang Denada.


"Tidak apa-apa lagian aku juga tidak ada kegiatan hari ini. Ngomong-ngomong Ansel dimana?" tanya Nicolas.


"Oh begitu."


Perbincangan pun berakhir sampai situ. Keduanya saling diam dan fokus pada kegiatannya masing-masing. Tiba-tiba Nicolas memulai topik pembicaraan lagi.


"Apa setelah ini, kau mau menjalin hubungan denganku lagi? Bukan untuk menjadi kekasihku akan tetapi menjadi istriku dan kita membesarkan Ansel bersama-sama. Maukah?"


Denada terdiam. Ia tidak menyangka Nicolas akan secepat ini mengajaknya untuk memulai kehidupan yang baru bersamanya. Jika ditanya apakah ia masih mencintai Nicolas, maka jawabannya adalah iya. Selama ini ia hanya berpura-pura untuk lupa dan berusaha untuk menjalani kehidupan seperti biasa tanpa Nicolas hingga akhirnya terbiasa. Namun ternyata, melupakan memang tidak semudah itu. Apalagi cinta yang dulu Denada berikan hampir seluruhnya bukan hanya sebagian.


"Apa kau bersungguh-sungguh dengan ucapan mu?" tanya Denada. Meskipun masih cinta, Denada tidak ingin kesalahan terjadi untuk kedua kalinya apalagi dengan orang yang sama.


"Iya Dena. Aku ingin kita memulai semuanya dari awal. Kita membangun rumah tangga dan memiliki rumah bukan tinggal di apartemen lagi seperti dulu. Aku ingin menghapus semua luka yang telah aku buat padamu menjadi kebahagiaan. Aku juga ingin Ansel tumbuh dengan kehadiran kita berdua di sisinya."


"Baiklah, aku mau," jawab Denada.


Saking senangnya, Nicolas langsung memeluk Denada dan terus mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih Dena. Aku berjanji, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Denada pun mengangguk.

__ADS_1


Pelukan pun terlepas, berganti dengan tangan Denada yang digenggam oleh Nicolas.


"Jadi kapan kita akan melangsungkan pernikahan?" tanya Nicolas.


****


Dua minggu pun berlalu, semuanya terlihat tenang dan damai. Naya dan Sari kini berada di rumah Denada membantu Denada untuk menyiapkan pernikahannya. Setelah dilamar oleh Nicolas waktu itu, Denada tidak menjawab pertanyaan Nicolas tentang kapan ia ingin acara pernikahan dilangsungkan. Jadinya, Nicolas berinisiatif sendiri waktunya dan ia ingin pernikahan dilangsungkan sebulan ke depan. Namun ada satu syarat yang diinginkan Denada, ia hanya ingin mengadakan pernikahan di rumahnya, tidak perlu dekorasi mewah dan mengundang banyak orang. Cukup orang terdekat saja. Nicolas pun menyanggupinya.


"Aku senang, akhirnya Kak Dena akan menikah juga. Karena sebelum-sebelumnya aku terus merasa khawatir karena Kak Dena hanya di rumah berdua dengan Ansel tanpa adanya seorang laki-laki yang menjaga."


"Ya seperti inilah, aku juga tidak menyangka. Padahal dulu aku sudah bertekad dalam diriku untuk tidak kembali padanya. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain."


"Aku juga turut senang atas kabar bahagia ini. Akhirnya Ansel akan bisa hidup bersama dengan kedua orang tuanya," ucap Naya.


"Terima kasih, aku merasa setelah apa yang terjadi di masa lalu dan aku menerima semua karmanya. Aku menjadi bisa hidup lebih nyaman dan menerima diriku apa adanya juga mendapatkan imbalan yang sangat besar yaitu bertemu dengan orang-orang baik seperti kalian. Aku seperti diberi kesempatan untuk berubah."


Sari dan Naya merasa terharu dengan apa yang diucapkan oleh Denada. Mereka pun saling berpelukan. Denada merasa hidupnya jadi lebih indah setelah luka yang ia terima. Hadiahnya begitu berlipat-lipat hingga ia pun tak sadar meneteskan air matanya.


Terima kasih Tuhan, aku bahagia dengan hidupku yang sekarang.


****


Jangan lupa mampir ke ceritaku yang lain.


1. Cinta Dalam Doa (tamat)


2. Bitter Sweet Marriage (on Going)


3. All I Want Is You (On Going)


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2