
"Doni Suhadi, dia suami anda kan?" tanya Alex yang membuat sang penghuni rumah langsung terdiam. Bagaimana mungkin orang yang pertama kali ia lihat bisa mengetahui nama suaminya? Sebenarnya siapa dua orang di hadapannya saat ini?
Alex mengetahui bahwa orang yang ada di hadapannya ini adalah istri dari orang yang ia cari dari hasil membobol data keluarga tersebut.
Rupanya Doni memiliki istri yang bernama Dona dan anak bernama Alena, dan kini usia anak tersebut baru menginjak 4 tahun.
"Lebih baik anda ikut dengan kami, daripada anda ikut terseret dengan apa yang dilakukan oleh suami anda. Bawa anak anda juga," pinta Alex.
Mendengar ucapan pria yang ada di hadapannya, Dona merasa kebingungan. Terseret bagaimana maksudnya? Memangnya suaminya melakukan apa? Suaminya hanyalah seorang supir taksi.
"Tolong jelaskan pada saya terlebih dahulu. Maksud dan kedatangan kalian ke rumah saya untuk apa? Kenapa tiba-tiba mengajak saya dan anak saya untuk meninggalkan rumah dan mengikuti kalian?" tanya Dona yang memang tidak tahu apa-apa.
"Untuk lebih jelasnya, akan saya ceritakan nanti. Yang terpenting sekarang, anda harus ikut dengan kami. Kami bukan orang jahat, anda tidak perlu merasa cemas dan khawatir," ucap Ele yang melihat wanita yang ada di hadapannya sedari tadi memainkan jari-jari tangannya.
Setelah di pikirkan beberapa saat, Dona pun menuruti Alex dan Ele. Ia pergi dari rumah membawa anaknya dan ikut ke dalam mobil Ele.
****
Di tempat penyewaan mobil, Ethan dan Richard menonton rekaman cctv di jam ketika si pelanggan tersebut mengembalikan mobil. Si pelanggan pergi dengan berjalan kaki, bisa dipastikan jika Naya berada tidak jauh dari lokasi penyewaan mobil.
Setelah selesai menonton rekaman cctv tersebut, Richard memberikan segepok uang untuk sang pemilik penyewaan mobil tersebut.
"Terima kasih tuan," ucap sang pemilik.
Richard tak menanggapi ucapan terima kasih tersebut, ia malah pergi begitu saja. Ketika keluar dari dalam ruangan tersebut, Richard dan Ethan melihat mobil Ele dan Alex sudah berada di dekat mobil mereka.
"Ayo, aku sudah membawa keluarga dari orang tersebut!" ucap Ele.
Dengan segera Richard dan Ethan pun memasuki mobilnya masing-masing.
Keempat mobil tersebut melaju dengan kencangnya. Di barisan pertama mobil Richard, diikuti mobil Ele, Ethan dan Alex di paling belakang.
Tujuan mereka saat ini adalah kediaman Kavindra. Ketika sudah berada di halaman rumah tersebut, mereka keluar dari mobilnya masing-masing.
Dona yang baru pertama kali melihat rumah sebesar ini merasa takjub dan tak percaya ada rumah sebagus dan semewah ini.
__ADS_1
"Icad, bagaimana apa Naya sudah ditemukan?" tanya sang mama yang keluar dari rumah ketika mendengar suara mobil yang memasuki halaman rumahnya.
"Belum ma," jawab Richard.
"Pokoknya kau harus mencari Naya sampai ketemu. Kasian dia sedang hamil. Mama tidak mau terjadi hal buruk pada keduanya," yang sang mama yang merasa khawatir.
"Tanpa mama minta pun, aku akan melakukannya. Lebih baik mama menjaga Elnan, biar urusan ini aku dan yang lain yang mengurusnya."
"Ngomong-ngomong siapa yang kau bawa itu?" tanya sang mama lagi ketika melihat seorang wanita yang terlihat seumuran dengan Richard tengah menggendong seorang anak kecil.
"Nanti Icad ceritakan," jawab Richard.
"Baiklah, baiklah."
Setelah mengatakan itu, sang mama pun langsung masuk ke dalam rumahnya.
"Mari masuk," ajak Ele pada wanita yang ia bawa.
Dona pun mengangguk.
Kini mereka yaitu Ele, Alex, Ethan, Richard dan Dona serta anaknya sudah berada di ruang tamu rumah Richard.
"Bisa anda ceritakan apa pekerjaan suami anda?" tanya Richard sambil meletakkan tangannya bersandar di sofa. Tak lupa matanya yang terlihat seperti elang itu seperti menyaratkan sebuah tatapan intimidasi pada si wanita.
"Suami saya hanya seorang supir taksi. Saya tidak tahu kenapa dia bisa sampai berurusan dengan kalian-kalian semua," ucap Dona.
"Hm, supir taksi ya?" ucap Richard yang seolah-olah mempertanyakan pekerjaan suami dari wanita yang ada di hadapannya.
"Lalu apa pekerjaan supir taksi seperti ini?" tanya Richard sambil menunjukkan sebuah rekaman cctv dimana laki-laki tersebut menculik Naya, dan menunjukkan rekaman terakhir ketika si laki-laki mengembalikan mobil yang dipakainya.
Meskipun laki-laki yang ada di rekaman pertama memakai topi dan mengenakan masker, Dona bisa mengetahui dengan jelas bahwa pria itu adalah suaminya. Ia benar-benar tidak menyangka, rupanya suaminya menculik seseorang.
"Itu adalah pekerjaan sampingan suami anda. Menjadi penculik dan pesuruh bayaran. Sekarang yang perlu anda lakukan adalah menelpon suami anda dan menanyakan keberadaannya," pinta Richard.
Dona pun mengikuti perintah Richard, walaupun ia masih terkejut dengan kenyataan yang baru saja ia terima. Sayangnya, panggilannya tidak diangkat sama sekali.
__ADS_1
"Tidak diangkat olehnya," ucap Dona.
"Lex, lacak keberadaan pria itu menggunakan nomor kontaknya," perintah Richard.
Alex pun segera meminta ponsel yang dipegang oleh Dona dan mulai melacak keberadaan ponsel tersebut.
Sudah hampir setengah jam mencoba, akan tetapi hasilnya nihil. Tak ditemukan lokasinya sama sekali. Kemudian, mata Alex mulai tersadar saat melihat ponsel milik wanita ini. Ponsel jadul tanpa adanya akses WiFi, internet, bluetooth, dan juga GPS. Bisa dipastikan ponsel suaminya pun tidak beda jauh dengan ponsel sang istri.
"Apa ponsel suami anda juga seperti ini?" tanya Alex, Dona pun mengangguk.
Alex menghela napas kasar, membuat Richard bertanya-tanya.
"Ada apa? Kau tidak bisa menemukan lokasinya?" Alex pun langsung menggeleng.
"Sangat sulit, karena dia menggunakan ponsel jadul yang tidak bisa diakses lokasinya. Seperti kebanyakan mafia di luar sana. Mereka memang sengaja menggunakan ponsel jadul, agar keberadaannya tak terlacak. Tapi, untuk masalah sekarang, mungkin karena keterbatasan ekonomi. Satu-satunya cara adalah, kita menunggu panggilan telepon dari laki-laki itu, atau ..."
Belum juga selesai berbicara, Richard sudah memotong ucapan Alex.
"Atau apa? Kau jangan membuat aku jadi khawatir?" ujar Richard yang mulai cemas.
"Atau kau mengendurkan pengawasan pada Nicolas. Aku yakin bahwa Nicolas lah dalang dari semuanya. Biarkan dia bergerak bebas. Kita perhatikan dia dari jauh, sampai dia tidak menyadari bahwa ia diikuti. Sepertinya Nicolas membuat rencana seperti ini karena dia tahu sedang diikuti. Makanya ia berpikir bahwa jalan satu-satunya adalah menyewa seseorang untuk menculik apa yang sedang ia incar," jelas Alex.
"Seharusnya kau meminta suruhan mu untuk memantaunya dari jarak yang jauh sehingga tidak diketahui oleh Nicolas. Kau terlalu gegabah, Rich," saran Alex.
Setelah mendapatkan saran dari Alex, Richard langsung menelpon mata-mata tersebut untuk pergi sejenak dari sekitar apartemen Nicolas, tentunya Richard menyuruh mata-mata itu memasang kamera pengintai di sekitar apartemen Nicolas.
"Sudah aku ikuti saran mu. Lalu apalagi?" tanya Richard lagi.
****
Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.
Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤠Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.
Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.
__ADS_1
Jangan lupa follow aku Ig ku ya
@yoyotaa_