Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 102 - Tidak akan sanggup kehilangan


__ADS_3

Entah setan apa yang merasuki tubuh Alex, pagi-pagi sekali ia sudah berada di rumah Richard. Ikut menikmati sarapan pagi bersama keluarga tersebut.


Mata Richard sesekali terus menatap Alex, bertanya-tanya maksud kedatangan lelaki itu meski belum keluar dari mulutnya secara langsung.


Ketika sarapan telah usai, Richard berdiri di samping Alex sambil memperhatikan gerak-gerik sahabatnya.


"Kau tidak bermaksud untuk mendekati adik sepupuku kan?" tanya Richard.


Alex langsung menelan ludahnya sendiri. Sepertinya maksud dan tujuannya terlalu terlihat jelas di mata sahabatnya itu.


"Kelihatan ya?" tanya Alex sambil menaruh tangannya di belakang kepala.


"Sangat!" jawab Richard dengan lantangnya.


"Tapi, Ele tidak mungkin menyadari hal itu kan?" tanya Alex lagi.


"Haruskah aku menjawabnya?" Alex mengangguk.


"Jika begitu, baiklah. Akan aku jawab sejujurnya. Ele itu adalah spesies orang terpeka yang aku kenal. Jadi kemungkinan besar, dia tahu kalau kau sedang menebarkan ranjau untuk menjerat adik sepupuku," jawab Richard.


Alex mend*sah pelan. Meskipun ia ahli dalam mendekati wanita, akan tetapi ia agak sedikit bingung cara menghadapi wanita seperti Ele. Terkesan feminim akan tetapi aslinya bar-bar. Terkesan imut akan tetapi sangar dan ganas juga. Apalagi ucapannya yang nyablak dan sedikit pedas itu. Benar-benar terkadang membuat Alex selalu diam tanpa berkedip.


Puk puk


Richard menepuk pundak Alex dua kali.


"Jika kau benar-benar mencintai Ele dan tidak main-main dengannya. Aku akan mendukungmu. Namun, jika sebaliknya. Siap-siap saja bar mu akan aku hancurkan saat ini juga!"


Alex merinding mendengarnya. Awalannya sih bagus, akan tetapi endingnya membuat Alex sedikit bergidik ngeri. Ia tahu Richard tidak main-main dengan ucapannya, apalagi ini menyangkut keluarga sahabatnya. Sebisa mungkin, Alex akan memanfaatkan dan menjaga dukungan Richard agar tetap berpihak padanya.


"Sana gih anterin dia ke kampus!" ujar Richard saat melihat Ele berjalan sambil menenteng tas di lengannya.


"Siap," jawab Alex.


Dengan langkah cepat, Alex langsung mendekat ke Ele.


"Aku antar ya?" tawar Alex pada Ele.


"Apa kau tidak ada pekerjaan sampai-sampai mau mengantar aku ke kampus yang jelas-jelas berlawanan arah dengan perusahaan mu?" tanya Ele penuh selidik.

__ADS_1


"Tenang saja, mau aku bolos pun. Tidak akan ada yang memarahiku," jawab Alex dengan entengnya.


"Cih! Dasar CEO tidak punya aturan! Sana! Urus saja perusahan mu! Lagian aku bisa sendiri!" tolak Ele lalu berjalan cepat menuju ke mobilnya.


Baru juga ingin meminta Ele untuk keluar dari mobil, Ele langsung melesat jauh dari hadapannya dengan kecepatan tinggi.


"Aih, malah udah pergi segala."


Sementara Richard, ia tertawa melihat sahabatnya yang diacuhkan oleh adik sepupunya sendiri. Richard sudah bisa menebaknya. Meskipun Ele sudah mengenal Alex dengan baik, akan tetapi Ele tidak akan mudah jatuh cinta pada laki-laki. Bahkan banyak lelaki yang menyerah sebelum benar-benar bisa berkencan dengan sepupunya. Richard mengetahui itu, karena Ele yang selalu bercerita padanya.


"Sudahlah, masih ada cara lain, lebih baik kau urus saja dulu perusahaan mu," ucap Richard yang sudah ada di samping Alex.


Mereka berdua pun keluar dari kediaman Richard dengan mengendarai mobil masing-masing.


***


Di penjara, Nicolas termenung, ia masih belum bisa menerima kenyataan yang terjadi kalau dirinya tidak bisa mendapatkan Naya. Tekadnya begitu menggebu-gebu kala memikirkan itu. Namun, di sisi lain, ada sebuah ruang kecil di hatinya yang tiba-tiba merasakan sedih. Nicolas masih belum tahu apa penyebab hal tersebut.


"Sebenarnya aku kenapa? Kenapa perasaanku tiba-tiba begini? Tidak karuan dan selalu merasa sedih?" Nicolas bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil duduk di pojokan.


Tiba-tiba sebuah toyoran mendarat di kepala Nicolas.


Nicolas langsung menatap Rico dengan tajam. Tatapan yang sangat tidak bersahabat. Lalu setelahnya ia berpindah posisi dan menjauh dari Rico.


Entah kenapa, meskipun ia diperlakukan buruk oleh sepupunya, ia tidak ingin melawan sama sekali. Ia ingin segera bebas dan mencari tahu alasan kesedihannya.


"Dasar aneh!" umpat Rico yang melihat Nicolas menjauh darinya.


"Huh! Sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa aku andalkan! Richard! Tunggu saja pembalasanku! Aku bersumpah setelah aku bebas dari sini! Aku akan menghancurkan kebahagiaanmu!"


Rico bersumpah sambil mengepalkan kedua tangannya. Semua amarah yang ada di dalam tubuhnya menyatu dan tumbuh menjadi dendam dan tekad yang sangat besar.


***


Suasana malam yang begitu sunyi dan tenang, dua sejoli tengah berbaring sambil berpelukan.


"Apa kau tahu sayang, rasanya aku masih tidak menyangka. Tuhan memberikan aku banyak sekali kebahagiaan setelah banyak sekali luka yang aku dapatkan. Terkadang aku merasa tidak layak untuk mendapatkan semua ini, akan tetapi aku pun tidak rela jika kebahagiaan ini bukan menjadi milikku," ucap Richard sambil mengelus rambut Naya.


"Syukuri saja apa yang kau miliki sekarang. Itu salah satu caramu untuk berterimakasih pada Tuhan," sahut Naya.

__ADS_1


Richard mengeratkan pelukannya, ia benar-benar mencintai dan menyayangi wanita yang kini ada di sisinya. Sesekali ia mengecup kening Naya.


"Jangan pernah tinggalkan aku! Aku rasa aku tidak akan sanggup untuk hidup jika kehilanganmu," ucap Richard sambil menatap lurus ke langit-langit kamarnya.


Sementara Naya ia menatap wajah sang suami dengan dalamnya. Baru kali ini ia dicintai oleh seseorang dengan sebegitu besarnya. Bahkan ia sampai merasa tidak pantas untuk menerima hal ini. Memangnya apa yang sudah ia lakukan di masa lalu? Hingga bisa menerima berkat seindah ini?


"Aku rasa bukan hanya kau saja yang tidak sanggup. Aku pun begitu. Kau adalah orang ternekat yang aku kenal. Kau adalah orang termesum yang aku kenal--"


Mendengar kata mesum keluar dari mulut Naya membuat Richard menatap sang istri.


"Kenapa? Memangnya salah ya ucapan ku?"


"Tidak, tidak, tidak. Wanita selalu benar. Lanjutkan," ucap Richard.


"Kau jugalah orang yang pertama kali aku cintai tanpa aku sadari. Bersamamu rasanya aku merasa aman dan nyaman. Meskipun terkadang ada rasa was was nya juga. Karena kau selalu menyerang tanpa aba-aba."


Richard langsung terkekeh ketika mendengar kalimat terakhir yang terucap dari bibir manis istrinya.


"Apa menyerang tanpa aba-aba itu seperti ini?" tanya Richard.


"Ahhh ..." d*sah Naya ketika mendapatkan serangan dadakan di dadanya oleh tangan nakal Richard.


"Ish! Kau ini sela ... "


Richard langsung memotong ucapan Naya dengan mencium bibir istrinya. Setelah lama bibir itu saling bertaut, akhirnya Richard melepaskan tautan bibir mereka.


"Bagaimana mungkin aku menyerang mu pakai aba-aba terlebih dahulu? Kau begitu menggoda sayang. Hasrat ku selalu menggebu-gebu saat bersamamu."


Ciuman kedua pun terjadi lagi. Mereka menghabiskan malam mereka dengan pelukan, ciuman dan juga kehangatan.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2