Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 68 - Denada Hamil


__ADS_3

Malam pun berganti menjadi pagi yang berseri. Naya sudah membersihkan dirinya dan siap untuk melayani suaminya. Ia sudah menyiapkan kemeja yang akan di pakai oleh Richard.


"Ceklek," pintu kamar mandi terbuka. Keluarlah Richard dari sama dengan memakai handuk yang menutupi pinggang sampai lututnya.


Naya masih saja terpesona melihat roti sobek milik Richard. Richard terkekeh melihat ekspresi istrinya. Benar-benar menggemaskan. Ia pun berjalan mendekat ke istrinya.


"Pakaikan bajuku sayang," pinta Richard.


"Hah?" Inilah jawaban yang diberikan Naya. Lagi-lagi Richard terkekeh.


"Kau sudah sering melihatku telanjang, kenapa masih saja terpesona sayang? Apa kau menginginkan kegiatan panas pagi ini?" goda Richard.


Naya langsung sadar, ketika Richard semakin dekat dengannya. Bahkan jarak mereka hanya tinggal 10 cm saja.


"Ce-pat pakai bajumu! Aku tunggu di luar!" ucap Naya dengan sedikit gugup.


Tangan Naya langsung dicekal oleh Richard.


"Tidak semudah itu sayang. Aku ingin dipakaikan baju olehmu."


"Tidak mau," tolak Naya.


Sebenarnya Richard hanya menggoda Naya saja. Ia benar-benar menyukai ekspresi Naya ketika gugup dan terpesona melihatnya. Dengan memakai satu tangan Richard mengenakan pakaiannya. Posisi Naya kini membelakanginya.


"Pasangkan dasi untukku sayang," pinta Richard kemudian melepaskan celana tangannya.


Naya pun membalik dan melihat Richard sudah berpakaian. Richard membenarkan salah satu pakaian tangannya yang tadi mencekal tangan Naya.


Dasi yang berada di atas ranjang Naya raih. Ia memasangkan dasi Richard dengan Richard yang sedikit menunduk. Richard bisa melihat wajah serius Naya ketika memasangkan dasi untuknya. Tiba-tiba Naya membuka suaranya.


"Malam kemarin saat kita akan pergi dari restoran, kau mengobrol dengan siapa?" tanya Naya penasaran.


"Hanya seorang rekan kerja," jawab Richard seadanya.


"Benarkah? Tapi saat aku melihat wajah orang itu, tampaknya tak asing bagiku. Seperti aku pernah melihatnya. Tapi aku lupa, tepatnya kapan dan dimana." Naya mengutarakan perasaannya kalau ia begitu familiar dengan wajah laki-laki yang dijumpainya dan Richard di restoran.


Richard menjadi penasaran. Pikirannya langsung berkelana kemana-mana.


Tidak mungkinkan Naya sempat mau menjual dirinya di club malam untuk membiayai semua hutang dan pengobatan ibunya? Tidak! Tidak! Kau tidak boleh berpikiran buruk pada istrimu sendiri yang jelas-jelas ia masih perawan saat aku menyentuhnya.


"Tidak perlu kau ingat wajah laki-laki kemarin. Kau cukup mengingat wajah tampan suamimu saja. Karena hanya aku dan cuma aku yang pantas kau ingat sayang."


"Bisa tidak, sehari saja kau jangan narsis. Aku sampai mual mendengarnya," ucap Naya.

__ADS_1


"Itu bukan narsis sayang tapi fakta. Kau itu beruntung memiliki suami yang kaya dan tampan sepertiku," ucap Richard dengan percaya diri yang tinggi.


"Tapi sayang mesumnya nggak ketulungan."


Ucapan Naya membuat gelak tawa muncul dari mulut Richard. Kalau diingat-ingat memang benar apa yang diucapkan Naya. Ia benar-benar mesum sekali pada istrinya. Bahkan ia sampai tidak tahan untuk memasukkan miliknya pada istrinya itu.


"Tapi, kau menyukainya juga kan sayang?" goda Richard.


"Tidak," ucap Naya dengan lantangnya.


"Bohong. Awas saja nanti malam sayang. Kau akan ku buat melayang," ucap Richard dengan senyuman seringai di bibirnya. Richard belum tahu saja bahwa wanita yang hamil di trimester pertama kehamilannya sangat rentan keguguran. Jadi lebih baik kegiatan suami istri dihindari di awal kehamilan.


"Kau tidak bisa melakukannya. Aku sedang hamil muda," jawab Naya dengan senyuman manis di bibirnya. Akhirnya ada alasan untuknya menolak keganasan Richard di ranjang.


Richard yang tidak tahu, malah langsung mengernyitkan keningnya.


"Kenapa tidak bisa?" tanya Richard.


"Jawabannya hanya dokter yang mengetahuinya," jawab Naya. Hal itu benar-benar membuat Richard semakin penasaran.


"Kau tidak berbohong kan sayang?" tanya Richard yang masih belum percaya. Naya menggeleng.


"Baiklah, sesampainya di kantor, aku akan menghubungi dokter kandungan mu dan menanyakan hal itu padanya." Naya mengangguk.


***


Denada terbangun lebih dulu dari Nicolas. Ia merasa heran dengan permainan Nicolas semalam. Tidak biasanya mereka bercinta tanpa penyatuan. Bahkan biasanya Nicolas lah yang selalu menginginkan lebih. Namun semalam benar-benar berbeda. Ia bahkan tidak merasa puas sama sekali.


"Apa kau lelah? Sehingga permainanmu tidak seperti biasanya sayang?" tanya Denada sambil mengelus wajah Nicolas.


"Apa kau tahu? Aku sangat mencintaimu, Nic. Bahkan rasa cinta ini lebih besar dari rasa cintaku dulu pada Richard. Aku tidak sanggup jika harus kehilanganmu."


Denada lalu mengecup bibir Nicolas sekilas. Ia benar-benar mencintai laki-laki yang kini terbaring di sampingnya. Ia kemudian merapatkan tubuhnya ke laki-laki tersebut. Menghirup aroma maskulin dari Nicolas yang selalu membuatnya tergila-gila.


Tiba-tiba Denada merasakan mual di perutnya. Ia pun segera pergi ke kamar mandi. Sebelum itu, ia mengenakan pakaiannya terlebih dahulu.


"Apa karena makan seafood semalam, jadinya aku mual begini? Tapi aku tidak alergi dengan seafood sama sekali."


"Sayang, kau dimana?"


Terdengar suara Nicolas yang menanyakan keadaan dirinya. Bisa dipastikan laki-laki tersebut sudah terbangun dari tidurnya.


Denada pun segera kembali ke tempat dimana Nicolas berada. Ia duduk di samping Nicolas yang masih terbaring di ranjang.

__ADS_1


Nicolas memeluk tubuh Denada dari samping. Kemudian mengucapkan kata maaf untuk Denada.


"Maaf, semalam aku tidak bisa memuaskan mu," ucap Nicolas. Denada pun menerima ucapan maaf tersebut tanpa mau menanyakan alasannya.


"Kau tahu, hari ini aku merasakan mual dan muntah-muntah."


Mendengar hal itu, Nicolas langsung menghubungi dokter pribadinya untuk mendatangi apartemennya.


"Kau tenang saja, sebentar lagi dokter akan datang dan memeriksa mu."


Bagaimana Denada tidak jatuh cinta pada Nicolas? Laki-laki itu selalu memberikan perhatian seperti ini. Meskipun ada di waktu-waktu tertentu, Nicolas akan terkesan cuek dan tak peduli padanya. Namun kebanyakan Nicolas selalu memperhatikannya.


"Terima kasih sayang." Denada langsung memberikan sebuah kecupan di bibir Nicolas.


Tak lama kemudian dokter pun datang. Denada langsung membukakan pintu apartemen Nicolas.


"Tolong kau langsung periksa wanitaku, Vin. Dia mengatakan kalau dia mual dan muntah-muntah," ucap Nicolas yang keluar dari kamar mandi pada dokter yang sebenarnya adalah temannya sendiri. Vino namanya.


"Baiklah."


Denada pun langsung membaringkan tubuhnya di ranjang. Ia diperiksa oleh dokter tersebut.


"Denada tidak kenapa-kenapa. Rasa mual dan muntah-muntah itu wajar di awal kehamilannya," ucap Vino yang mengatakan alasan kenapa Denada merasakan hal tersebut.


Denada dan Nicolas terkejut ketika mendengar ucapan Vino tersebut. Respon keduanya berbeda.


Denada terkejut karena saking bahagianya, karena ia akan memiliki buah hati hasil cintanya dan Nicolas. Itu berarti pernikahan mereka akan segera dilangsungkan.


Berbeda dengan Nicolas yang terkejut karena saking tidak percayanya. Dari awal ia dengan Denada hanya ingin bermain-main. Tentunya ia tidak ingin terikat dengan Denada apalagi memiliki anak. Untuk itu ia selalu memakai pengaman saat bercinta dengan Denada. Tapi kenapa sekarang malah Denada hamil?


Nicolas terus mengingat-ingat malam-malam penuh gairah dengan Denada. Hingga ia menemukan di suatu malam. Ia lupa tidak mengenakan pengaman saat bercinta dengan Denada.


S**t! Kenapa aku bisa melupakannya!? Kalau begini caranya aku harus memaksa Denada untuk menggugurkan janin yang ada di perutnya!


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.

__ADS_1


__ADS_2