Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 100 - Semua telah berakhir


__ADS_3

Tiba-tiba saja...


Brak!


Pintu didobrak dari luar.


"Siapa bilang aku tidak bisa menemukannya? Kau salah besar Nic! Kali ini aku tidak akan pernah membiarkanmu merebut apa yang sudah menjadi milikku!"


***


Beberapa waktu sebelum Nicolas sampai di rumah itu,


Mata-mata yang dikirimkan Richard memberikan kabar jika Nicolas keluar dari apartemennya dan pergi mengendarai mobil.


"Halo, lapor tuan. Target keluar dan pergi mengendarai mobil. Sekarang saya sedang membuntuti mobil itu di belakang dengan jarak yang agak jauh," lapor sang mata-mata.


"Bagus! Lanjutkan! Share lokasimu saat ini. Aku akan mengikuti mu dengan yang lain. Bagikan setiap kau berada di tempat yang berbeda. Jangan sampai kehilangan jejak atau nyawamu yang akan menghilang!"


"Baik Tuan."


Sambungan telepon pun berakhir. Tak lama kemudian Richard pun menerima lokasi dimana orang suruhannya berada. Richard dan kawan-kawan segera mempersiapkan diri. Tentunya ia harus menyiapkan rencana yang matang.


Alex ia tugaskan untuk ke kantor polisi dan melaporkan adanya penculikan. Meskipun belum 24 jam menghilang, dengan sebuah kekuasaan, apapun bisa dilakukan. Sementara Ethan menemani Richard ke tempat tujuan menggunakan mobil milik Richard.


Ketika sang mata-mata sudah sampai di tempat tujuan, ia segera mengirimkan lokasi terkininya sambil menunggu perintah dari sang bos.


Tak lama kemudian, Richard pun sampai. Ia menghampiri mata-mata suruhannya dan bersembunyi di balik pohon besar.


"Tuan, target masuk ke dalam rumah kayu tersebut. Jika anda ingin masuk ke dalam, saya harap anda sudah memiliki rencana terlebih dahulu. Kita tidak bisa gegabah," saran sang mata-mata.


"Aku pun tahu akan hal itu. Kau kira aku bodoh!?" jawab Richard kemudian mendapatkan pukulan ringan di tangannya oleh Ethan.


"Kau jangan mulai Rich! Sebaiknya kita cepat bergerak," sahut Ethan.


Mereka bertiga pun mulai keluar dari persembunyian dan berjalan sangat pelan supaya tidak menimbulkan suara.


Ketika sudah berada di depan rumah tersebut, Richard dan yang lain mendengar teriakan. Bisa dipastikan itu adalah suara Naya.


"Jangan!"


Richard benar-benar jadi panik sendiri mendengar teriakan Naya. Ia sudah berpikir yang tidak-tidak. Ethan pun meraih pundak Richard.


"Jangan panik. Kau harus menemukan cara untuk membuka pintu ini," lirih Ethan.


"Bagaimana bisa aku tidak panik? Aku mendengar suara teriakan ketakutan dari istriku sendiri?" lirih Richard karena ia masih dalam mode memperhatikan diam-diam.

__ADS_1


Lalu mereka mendengar lagi ucapan lain, kali ini ucapan itu keluar dari mulut Nicolas.


"Percuma kau sebut namanya! Dia tak akan pernah menemukanmu! Dia bahkan selalu gagal dalam menjaga wanitanya. Kau berharap pada orang yang salah!" ucap Nicolas dengan lantangnya.


Mendengar ucapan itu dari mulut Nicolas membuat amarah Richard menaik dan langsung mendobrak pintu tersebut dengan kekuatan penuh.


"Siapa bilang aku tidak bisa menemukannya? Kau salah besar Nic! Kali ini aku tidak akan pernah membiarkanmu merebut apa yang sudah menjadi milikku!"


Richard mengucapkan kata itu sambil menatap tajam Nicolas. Auranya sangat mengerikan. Hingga mampu membuat Nicolas sedikit ketakutan.


"Ri-ricard, aku tahu kau pasti akan datang," lirih Naya yang masih sedikit ketakutan namun sudah terlihat senyum yang mengembang di bibirnya.


Saat tatapan mata Richard dan Nicolas beradu, Ethan dengan langkah berhati-hati mulai masuk ke rumah itu dan menuntun Naya untuk keluar.


Awalnya memang doni menjadi penghalang Ethan untuk membawa Naya keluar, akan tetapi dengan sebuah tendangan, Ethan berhasil melumpuhkan Doni hingga tersungkur di lantai.


Balik lagi ke Nicolas dan Richard.


"Aku tidak sebodoh yang kau kira! Kau pikir aku akan dengan mudah melepaskan mu?! Hah?" pekik Richard dengan nada kerasnya.


"Ya, ku akui, kini kau lebih cerdik dari yang dulu. Kau bisa dengan cepat menemukan wanitaku!" jawab Nicolas.


"Sialan! Dia istriku! Bukan wanita mu! Wanita mu itu Denada! Ingat itu! Denada!" jawab Richard dengan emosi.


Ia benar-benar tidak rela jika Naya diklaim sebagai wanita milik Nicolas. Jelas-jelas Naya adalah wanita miliknya yang sudah sah di mata hukum dan agama.


"Dasar B*jingan sialan! Kau dengan mudahnya membuang wanita yang sudah kau nodai! Dan kini kau bermaksud untuk melakukan hal itu pada istriku juga?! Benar-benar tidak waras! Pantas saja waktu itu malam-malam dia ke rumahku dan meminta maaf, rupanya dia sudah benar-benar tobat dan memilih untuk meninggalkan orang gila sepertimu! Kau memang pantas untuk ditinggalkan!"


"Hei! Jangan bicara sembarangan! Justru aku yang meninggalkannya bukan aku yang ditinggalkan! Jaga bicaramu!"


Nicolas tidak terima dengan ucapan yang keluar dari mulut Richard.


Richard pun berdecih.


"Memang kau dan Rico itu pantas menjadi saudara. Sama-sama tidak punya otak. Selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kalian mau. Sayangnya, kalian tidak paham akan karma yang akan kalian dapatkan atas semua perbuatan yang telah kalian lakukan," ujar Richard.


"Jangan sok menasehati! Kau sendiri, hidupmu belum benar sepenuhnya! Memangnya kau kira aku tidak tahu, dulu kau pun sering bermain wanita seperti aku," ucap Nicolas sambil tersenyum miring.


"Ya, aku mengakuinya. Tapi itu dulu sebelum aku mengenal istriku! Setelah aku mengenalnya dan menikah dengannya lalu sekarang ia tengah hamil anakku. Aku sudah bukan lagi Richard yang dulu."


Mendengar kata hamil dari mulut Richard, membuat Nicolas akhirnya tersadar akan beberapa waktu lalu ketika ia bertanya-tanya siapa yang hamil di keluarga Richard. Seketika kobaran api amarah mulai keluar dari sepuluh tubuh Nicolas, bahkan tetesan darah yang masih mengalir dari kepalanya pun tak terasa sakit sama sekali.


"Kau! Seharusnya Naya jadi milikku!" ucap Nicolas yang masih mengkalim Naya miliknya.


"S*nting! Tidak waras! Gila! Harusnya kau dibawa ke rumah sakit jiwa!"

__ADS_1


Richard mengeluarkan sumpah serapahnya pada Nicolas.


Nicolas langsung melayangkan pukulan pada Richard. Sayangnya, Richard dengan mudahnya menghalau pukulan tersebut dan malah berbalik, kini Nicolas lah yang terkena pukulan dari Richard.


Bug! Bug! Bug!


Beberapa kali pukulan mengenai perut Nicolas. Nicolas tak bisa membalas, karena cekalan tangan Richard yang satunya terlalu kuat di tangannya, juga kepala Nicolas mulai pusing. Mungkinkah efek dari vas bunga tadi baru ia rasakan?


"Terakhir ..."


Richard memberikan tendangan mautnya pada burung Nicolas. Melakukannya sama persis seperti yang Ele lakukan waktu itu hingga membuat Nicolas tersungkur di lantai dan mengasuh kesakitan.


"Semoga burung mu tidak bisa berfungsi kembali. Aku berdoa semoga selamanya seperti itu kecuali jika kau bertobat dan menyesali semua perbuatan yang telah kau lakukan."


Setelah mengatakan itu, Richard keluar dari rumah tersebut, dilanjutkan dengan beberapa aparat kepolisian yang langsung masuk dan membawa Nicolas dan Doni. Sementara Inem, wanita itu tidak ditangkap sama sekali, karena Naya yakin wanita itu hanya bekerja menemaninya dan tidak bersekongkol dengan kedua laki-laki itu.


Richard langsung memeluk Naya. Pelukan yang sangat erat. Ia benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya.


"Kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" tanya Richard ketika sudah melepaskan pelukannya.


Naya menggeleng.


"Aku baik-baik saja, karena kau datang tepat waktu."


"Maaf, maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku berjanji ini adalah hal buruk terakhir yang kau alami. Setelah ini kita akan terus hidup bahagia dan selalu bahagia. Karena orang yang berusaha menghancurkan kebahagiaan kita sudah hancur. Semua telah berakhir."


****


GIVEAWAY!


Tuliskan saran nama anak Naya dan Richard beserta artinya (tidak sama artinya juga gapapa sih, yang penting yoyo suka sama namanya🤣) untuk nama laki-laki dan perempuan.


Hadiahnya, akan mendapatkan saldo 25k.


Berlangsung hingga bab lahiran Naya nantinya.


Komentar hanya boleh dilakukan di bab 100 dan 101.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.

__ADS_1


Jangan lupa follow aku Ig ku ya


@yoyotaa_


__ADS_2