
Lima belas menit sebelum tangan Naya dicekal, Ele menjadi gelisah, ia uring-uringan di samping mobilnya yang masih diperbaiki oleh mekanik yang dibawa oleh Alex.
"Ele, tidak bisakah kau diam saja? Aku pusing melihatmu berjalan kesana-kemari seperti setrikaan!" geram Alex.
Bukannya menjawab, Ele malah mengambil kunci mobil Alex yang tergantung di tangan Alex.
"Astaga! Ele! Kembalikan kunci mobilku!" teriak Alex pada Ele yang sudah menaiki mobilnya.
"Aku pinjam mobilmu kak, perasaanku tidak enak. Daripada uang jajanku melayang pergi. Lebih baik aku merampas mobilmu!" ujar Ele sembari memasukan kunci mobil Alex.
"Tunggu!" ujar Alex yang menyuruh Ele untuk tidak melanjutkan kegiatannya. Dengan segera Alex membuka pintu mobilnya dan meminta kunci mobil Ele.
"Kunci mobilmu," ucap Alex sambil menjulurkan tangannya meminta kunci mobil Ele. Ele pun langsung saja memberikan kunci mobilnya. Alex keluar dari mobil dan memberikan kunci mobil Ele pada sang mekanik.
"Setelah mobil selesai diperbaiki. Tolong antarkan ke alamat xxx, bayarannya akan aku transfer," ujar Alex pada sang mekanik. Sang mekanik pun mengangguk dan meraih kunci mobil itu lalu melanjutkan pekerjaannya.
Alex langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Jalan!" ucap Alex pada Ele. Ele langsung menjalankan mobil itu dengan kecepatan di atas normal. Alex sampai geleng-geleng kepala. Apakah yang di sebelahnya ini adalah seorang wanita atau pembalap profesional?
"Kau kesetanan kah Ele? Garang sekali kau membawa mobilnya!" celetuk Alex yang menatap Ele yang begitu fokus menyetir.
"Jangan bilang kau takut kak karena aku mengendarai mobilmu kecepatan penuh!" ejek Ele.
"Tentu tidak," jawab Alex dengan cepat.
"Ya sudah, lebih baik kau diam saja! Jangan ganggu konsentrasi ku. Kecuali, kau ingin mobilmu berakhir di bengkel," ujar Ele.
Di perjalanan menuju ke rumah mertua kakak sepupunya, Ele melihat dua orang yang berbincang dari kejauhan. Awalnya Ele tak menghiraukan kedua orang itu, akan tetapi ketika ia semakin dekat, ia melihat salah satu dari kedua orang tersebut adalah kakak ipar sepupunya. Tangan si wanita dicekal oleh tangan si lelaki.
Apa-apa orang itu! Wah! Cari mati rupanya! Tidak bisa dibiarkan! Akan aku perlihatkan bagaimana seorang kucing imut berubah menjadi harimau yang mengaum!
Ele langsung menginjak remnya dan berhenti. Lalu dengan segera Ele membuka pintu mobil dan membanting pintu mobil tersebut.
Brak!!!!!
"Astaga! Mobil kesayanganku! Dasar wanita bar-bar!"
Setelah mengumpati Ele, Alex pun keluar dari mobil dan akhirnya ia tahu kenapa Ele bisa sekesal itu. Ia melihat Nicolas mencekal tangan Naya.
__ADS_1
Di sisi Naya, ia mencoba untuk melepas cekalan tangan itu, akan tetapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskannya.
"Lepas!" pinta Naya.
"Tidak akan! Kau harus ikut denganku!" ucap Nicolas.
"Kau gila ya! Siapa kau menyuruhku untuk ikut denganmu! Aku tidak mengenalmu!" teriak Naya.
"Dasar b*jingan! Beraninya tangan kotor mu menyentuh tangan kakak ipar ku!" Ele datang dengan kobaran amarah yang sudah menyala-nyala. Ia kemudian melepaskan cekalan tangan Nicolas dan menarik kerah baju laki-laki itu.
"Heh! Kau laki-laki yang tidak punya urat malu! Sudah kubilang dia itu kakak ipar ku! Artinya dia sudah menikah! Kenapa masih saja mengejarnya!? Apakah tidak ada seorang wanita single yang bisa menarik perhatianmu! Sehingga milik orang lain mau kau rebut, hah!"
Ele benar-benar mengeluarkan semua amarahnya pada Nicolas.
"Wow! Wanita yang benar-benar menarik!" ucap Alex yang berdiri di samping mobilnya hanya menjadi penonton. Karena ia sudah tahu akan kemampuan dari sepupu sahabatnya.
"Sepertinya tidak salah aku mengabadikan momen ini," ucap Alex yang sudah merekam kejadian itu ketika ia keluar dari mobil.
"Minggir kau bocah! Aku tidak ada urusannya denganmu!" teriak Nicolas yang berusaha menyingkirkan tangan Ele dari kerah bajunya.
"Kata siapa kau tidak ada urusan denganku! Justru ada, karena kau telah menyentuh seseorang yang seharusnya tak kau sentuh! Untung saja hanya aku bukan kak Richard yang melihatnya! Bisa saja kau langsung dijadikan daging cincang untuk harimau di kebun binatang!" teriak Ele yang tidak mau kalah.
Mendengar kakak sepupunya dihina seperti itu, membuat aura iblis dalam diri Ele keluar. Ia melepaskan cekalan tangannya di kerah Nicolas dan langsung melakukan kuda-kuda untuk menendang bagian tubuh Nicolas.
"Kau rasakan tendangan maut ku!" ujar Ele yang sudah siap melayangkan tendangannya.
Dug!
Ele melayangkan tendangan itu ke burung milik Nicolas.
"Awww!" teriak Nicolas kesakitan.
"Mampus kau!"
Alex yang melihat tendangan maut tersebut bergidik ngeri. Ia merasakan ngilu jika hal itu terjadi padanya. Bisa saja burungnya akan bengkak dan butuh waktu lama untuk sembuh. Benar-benar wanita bar-bar.
"Ayo kak!" ajak Ele pada Naya. Ele langsung menggandeng tangan kakak iparnya berjalan ke arah mobil. Terlihat disana sang supir tengah berdiri di luar mobil.
Ele melayangkan tatapan membunuhnya ke arah supir tersebut. Sang supir pun menelan salivanya. Seharusnya ia tidak membiarkan majikannya keluar.
__ADS_1
"Kau!" menunjuk ke sang supir.
"Pertanggungjawabkan kesalahanmu nanti di rumah!" Sang supir mengangguk ragu.
Sebelum menyuruh kakak sepupu iparnya masuk ke dalam mobil, Ele menumpahkan kekesalannya pada sang kakak.
"Kak, tau ga sih! Aku tuh gemes banget sama kak Naya! Kenapa kakak malah keluar dari mobil!? Kakak tuh harus ingat! Kalau sekarang kakak tidak sendiri! Jangan asal keluar dari mobil apalagi sendirian, kita tidak tahu kapan bahaya itu akan datang. Tapi setidaknya kita bisa meminimalisir bahaya tersebut dengan tidak nekat seperti tadi. Paham, kak?"
Naya mengangguk, melihat Ele yang sedang marah, auranya terlihat seperti Richard. Ia diam tidak berkutik. Semua ini memang salahnya. Ia tidak berpikir panjang. Ia hanya berpikir jika pengemudi di depan sedang dalam bahaya. Namun siapa sangka justru ialah yang akan terkena bahaya.
Ele menengok ke dalam mobil, rupanya ada Nani dan Elnan di dalam. Ia dengan segera meminta Nani untuk memberikannya hand sanitizer.
Nani pun segera mencari di dalam tas yang ia bawa sebagai jaga-jaga jika terjadi sesuatu yang buruk. Ia memberikannya pada majikannya.
Ele pun langsung menyemprotkan hand sanitizer tersebut ke tangan kakak sepupu iparnya.
"Supaya virus dan bakteri yang menempel hilang. Harus segera dibasmi!"
Setelah itu, Ele menyuruh kakak sepupu iparnya masuk ke dalam mobil. Sang supir masih berada di luar, melihat tatapan mata Ele yang masih tidak bersahabat ia pun langsung masuk dan menjalankan mobil tersebut.
Akhirnya apa yang Ele gelisah kan bisa teratasi. Ele melihat ke arah Nicolas yang masih kesakitan.
"Itu balasan untuk seorang laki-laki seperti mu!"
Tatapan Ele pun dibalas dengan tatapan dendam dan amarah dari Nicolas. Sedangkan wanita itu, tampak biasa saja dan berjalan dengan santainya menuju ke mobil Alex.
"Pertunjukan yang menarik!" ucap Alex yang kemudian memasukan ponselnya ke dalam saku.
***
Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.
Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤠Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.
Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.
Jangan lupa follow aku Ig ku ya
@yoyotaa_
__ADS_1