
Hari ini Pesona Ibu Susu Baby Elnan libur dulu ya 😁😁
Yang mau saling ngobrol, yuk cuss masuk ke grup Author Yoyota.
Mau numpang iklan sebentar.
****
Cerita tentang seorang wanita bernama Humaira Azzahra di sebuah pesantren. Tentang persahabatannya, tentang permasalahan yang di hadapi oleh Humaira dan juga tentang cinta pada seorang laki-laki yang hanya bisa disematkan dalam doanya.
Akankah cinta itu menjadi kenyataan? Simak terus ceritanya jika kalian penasaran.
****
Bab 1
Humaira Azahra itulah namaku. Ayah dan bundaku selalu memanggilku Ira. Aku adalah anak tunggal. Aku baru lulus dari SMP dan masih bingung mau melanjutkan kemana. Ayahku selalu memberiku saran.
"Daripada kamu bingung mau lanjut kemana mending kamu ke pesantren aja sayang, disana kamu bisa belajar lebih dalam lagi tentang agama."
__ADS_1
Ucapan itulah yang selalu ia katakan padaku. Namun, aku belum bisa memberikan keputusan itu padanya.
Hingga satu bulan berlalu, tahun ajaran baru pun sudah dimulai selama sebulan itu, dan aku masih belum memberikan keputusanku. Pada akhirnya aku mengikuti kemauan ayahku.
Setelah aku mengiyakan bahwa aku mau masuk pesantren, ayahku mulai mencari-cari pesantren yang metode pengajarannya bagus dan juga pengajarnya berkompeten dalam bidangnya.
"Sayang ayah sudah menemukan pesantren untuk kamu, yang mengelolanya adalah guru ngaji ayah sewaktu kecil dulu," ucap ayahku.
"Baik Ayah, aku menurut saja. Karena pasti pilihan yang ayah pilih selalu terbaik untukku," jawabku.
Setelah itu, aku mempersiapkan segala sesuatu yang akan aku pakai disana.
****
Aku mengelilingi pesantren ketika ayah dan bundaku sedang mengobrol bersama Abah. Abah itu adalah panggilan untuk Kyai besar disini. Tanpa aku ketahui, aku masuk ke area yang sebenarnya tidak boleh aku masuki, karena area tersebut adalah area asrama putra. Aku melewati pagar pembatas yang tengah terbuka. Aku melihat ke sekeliling. Terlihat banyak santri putra sedang berlatih silat di halaman. Kulihat mereka diam-diam di balik sebuah pohon. Tanpa sengaja kakiku menginjak sebuah ranting pohon.
"Krekk."
Suara ranting yang aku injak. Salah satu dari mereka tak sengaja menoleh dan kami saling bertemu padang.
Masyaallah, gagah sekali pria itu.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara pria membuyarkan pikiranku.
"Hey, kamu sedang apa disini? Ini asrama putra kamu tidak seharusnya berada disini!" tegur salah seorang santri laki-laki.
Aku kaget mendengar ucapan santri laki-laki tersebut. Ada rasa malu karena aku ketahuan diam-diam memperhatikan mereka berlatih silat. Pikiranku pun seketika tersadar bahwa aku sudah berjalan jauh dari kedua orangtuaku.
Baru hari pertama saja, sudah mendapatkan sebuah masalah. Bagaimana bisa aku tidak memperhatikan tempat yang aku lewati tadi?
"Maaf Kak, saya tidak tahu," ucapku sambil menunduk kemudian pergi mencari jalan keluar.
Aku berjalan lurus ke depan. Kemudian balik arah. Namun tak kunjung aku temukan santri putri yang berjalan, yang aku temukan hanya santri putra. Aku mulai bingung sekarang. Aku bahkan tidak ingat jalan mana yang aku lewati ketika masuk ke area santri putra. Mau meminta bantuan, tapi pada siapa? Aku tak mengenal seorang pun disini. Apa pada santri putra yang tadi menegurku?
Sudah beberapa menit berlalu. Akhirnya aku berdiam duduk di belakang pohon yang tak jauh dari tempat para santri latihan silat. Tampak ada santri putra yang mendekat ke arahku yaitu santri laki-laki yang tadi menegurku. Mungkin dia sadar, kalau aku hanya mondar-mandir berjalan kesana kemari dan tak kunjung keluar dari sini.
"Sepertinya kamu santriwati baru disini, mari saya antarkan kamu ke asrama putri," ucap laki-laki itu menawarkan diri mengantarku. Ucapannya sangat ramah, tidak seketus saat ia menegurku.
"Terimakasih Kak," jawabku.
Akhirnya ada yang peka kalau aku santri baru.
***
__ADS_1
Yang penasaran lanjutannya langsung meluncur aja kesana.