
Malam harinya, Richard masih sibuk membantu Ele mengerjakan tugasnya. Naya pun ada bersama mereka di ruang keluarga.
Di tengah keseriusan yang terjadi, Naya mengaduh kesakitan ketika merasakan perutnya tiba-tiba mengencang.
"Aw, aw .."
Fokus Ele dan Richard langsung berlari ke Naya.
"Sayang kau kenapa? Bagian mana yang sakit?" tanya Richard yang sudah berada di samping Naya dengan rasa paniknya.
"Kak Icad, jangan-jangan baby twins sudah mau keluar! Ayo kita bawa saja ke rumah sakit!" usul Ele yang membuat Richard setuju.
Alhasil mereka berdua membawa Naya ke rumah sakit, tentunya Ele yang membawa mobil tersebut, karena Richard pasti tidak akan fokus dalam mengendarai mobilnya. Sementara mama Helen, wanita itu sedang keluar bertemu dengan teman-teman arisannya.
Sesampainya di rumah sakit, Richard terus berteriak di sepanjang koridor.
"Dokter! Dokter! Cepat tangani istri saya. Sepertinya dia akan melahirkan!"
Dengan gerak cepat, dokter dan suster pun akhirnya membawa Naya ke ruang persalinan. Setelah diperiksa rupanya Naya mengalami kontraksi palsu. Akhirnya dokter menyarankan Naya agar tetap berada di rumah sakit, karena kemungkinan beberapa jam lagi Naya memang akan melahirkan.
"Sebaiknya kakak telepon mama dan Ibu kak Naya. Sekalian minta dibawakan segala keperluan kak Naya dan baby twin nantinya. Tadi kita terlalu buru-buru sampai-sampai lupa membawa persiapan itu," saran Ele yang mencoba menjadi penenang Richard.
"Ya, saran mu ada benarnya. Tolong temani kakak mu dulu. Ajak dia berbicara. Aku tinggal sebentar keluar."
"Sayang aku keluar untuk menelpon mama dan ibu dulu ya. Apa kau ingin sesuatu juga untuk dimakan atau diminum mungkin?"
"Boleh," jawab Naya.
Richard pun keluar dari ruang persalinan, ia menuju ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan dan minuman untuk Naya. Istrinya butuh tenaga yang banyak untuk melahirkan. Richard tidak ingin istrinya tiba-tiba menutup mata ketika melahirkan. Membayangkannya saja sudah membuat Richard takut apalagi sampai kejadian. Entah apa yang akan terjadi padanya nanti.
Sebelum kembali ke ruangan, Richard memberitahukan pada sang mama dan ibu mertuanya bahwa Naya akan melahirkan dan meminta sang mama untuk membawa perlengkapan Naya dan anak-anaknya yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Hanya karena terburu-buru ia sampai melupakan hal itu.
Waktu demi waktu terus berlalu, kontraksi yang sebenarnya sudah terasa oleh Naya. Dokter pun bersiap untuk proses persalinan Naya. Richard diminta untuk menemani sang istri untuk memberikan semangat dan dukungan.
Di luar ruangan, sudah ada mama Helen, ibu Naya dan Ele yang menunggu kelahiran kedua bayi tersebut dengan perasaan cemas.
Balik lagi ke sisi Naya, ia tengah berjuang untuk melahirkan kedua buah hatinya. Keringat di kening Naya mulai bercucuran ketika ia mulai mengejan.
Melihat istrinya yang terus mengejan dan mengambil napas, Richard mulai tidak tega. Apalagi teriakan kesakitan yang ia dengar begitu menyayat hatinya.
"Huuh ... huuuh ... huuh ..."
__ADS_1
"Ayo nyonya, dorong terus!" pinta sang dokter.
"Dokter! Kau jangan menyuruh-nyuruh istri saya terus! Dia itu sudah kesakitan tahu! Lakukan dengan cepat supaya istri saya tidak kesakitan!" ucap Richard dengan sedikit emosi.
"Maaf tuan. Sebaiknya anda memberi dukungan pada istri anda daripada memarahi saya. Karena jika sampai istri anda tidak merespon apa yang saya katakan. Itu bisa berakibat fatal," ujar sang dokter yang masih fokus menyuruh Naya untuk mengejan.
"Tarik napas, lalu buang," pinta sang dokter.
Di saat Richard ingin memprotes lagi ucapan sang dokter. Naya langsung memarahi Richard.
"Kau bisa diam tidak sih! Aku sedang berjuang! Kau malah ribut dengan dokter!" ucap Naya sambil berteriak.
"Tapi say ..." belum juga selesai berucap, Naya langsung menjambak rambut suaminya ketika sang anak pertama mulai akan keluar.
"Aw, aw, aw, aw, sakit sayang!" teriak Richard yang kesakitan.
"Diam! Uh.. uh.. uh.."
Sampai akhirnya keluarlah bayi pertama dengan tangisan yang begitu nyaring.
"Selamat ya, anak pertama kalian berjenis kelamin laki-laki," ucap sang dokter.
Naya berteriak lagi, saat anak keduanya juga tidak sabar untuk melihat dunia. Richard menjadi sasaran Naya lagi untuk dijadikan pegangan. Kali kedua, Richard tidak terlalu berteriak, ia malah mulai membayangkan dirinya berada di posisi sang istri yang harus memperjuangkan nyawanya untuk melahirkan kedua buah hati mereka.
20 menit kemudian, bayi kedua lahir ke dunia. Tangisannya begitu menggelegar lebih nyaring dari tangisan anak pertama. Anak kedua Naya dan Richard berjenis kelamin perempuan.
Richard bernapas lega ketika istrinya berhasil melahirkan sesuai keinginannya yaitu secara normal. Richard mengecup kening sang istri sambil menangis.
"Terima kasih, terima kasih sayang. Kau sudah berjuang mati-matian demi kedua buah hati kita. Melihat bagaimana proses persalinan, aku berjanji pada diriku. Dua anak sudah cukup. Aku tidak ingin melihat kau kesakitan lagi di ruang persalinan. Aku harap kau mengerti keputusanku," ucap Richard.
Naya tidak membantah ucapan Richard. Ia bisa melihat semuanya. Melihat wajah ketakutan yang dikemas dengan ucapan pedas yang keluar dari mulut Richard. Hal tersebut hanya untuk menyembunyikan semua kekhawatiran dan ketakutan Richard.
****
Sementara yang menunggu di luar ruangan, semuanya bernapas lega saat sudah mendengar tangisan kedua bayi tersebut. Mereka bertiga menjadi tak sabar untuk bertemu dengan kedua anggota baru tersebut.
"Kira-kira kedua anak kak Naya dan kak Richard mirip siapa ya?" ucap Ele bertanya-tanya.
"Pasti mirip keduanya Ele. Tapi mama berharap sekali jangan sampai sifat dan karakternya mirip sama kakak sepupumu. Yang ada Naya bisa kewalahan menghadapi dua Richard beda generasi," ujar mama Helen.
"Hahaha.. iya betul ma, jangan sampai. Kasian kak Naya pasti akan kerepotan nantinya," ucap Ele menyetujui ucapan mama Helen.
__ADS_1
"Mau mirip Naya atau pun Richard wajah dan karakternya. Yang terpenting keduanya sehat," ucap Ibu Naya yang mulai ikut berbicara.
"Ya kau benar sekali. Yang terpenting adalah kedua bayi mereka sehat. Aku jadi tidak sabar untuk menggendong cucu-cucuku. Pasti mereka begitu menggemaskan," ucap mama Helen yang sudah tidak sabar.
****
Kedua bayi kembar itu sudah dibersihkan. Kedua perawat pun menggendong kedua bayi itu dan menyerahkannya pada orang tua mereka. Kedua bayi tersebut sangat anteng di gendongan kedua orang tuanya. Bayi laki-laki di gendongan Naya dan bayi perempuan di gendongan Richard.
Di dalam ruangan, kini sudah berkumpul mama Helen, Ibu Naya dan Ele juga. Mereka menunggu antrian untuk menggendong kedua bayi kembar tersebut.
"Kak siapa nama baby twin ini?" tanya Ele.
"Narendra Putra Kavindra dan Naela Putri Kavindra," ucap Richard sambil fokus menggendong sang anak.
"Narendra yang artinya kuat dan berkuasa seperti raja. Aku berharap dia akan menjadi pemimpin yang seperti itu. Sedangkan nama Naela artinya pencapaian. Aku berharap nantinya dia akan menjadi seorang yang sukses dengan pencapaiannya sendiri baik dalam bidang apapun. Mencerminkan sosok wanita yang tangguh dan berhati lembut," ucap Richard lagi menjelaskan arti nama dari kedua anaknya.
"Namanya bagus, aku menyukainya," ujar Naya yang menyetujui pemberian nama dari Richard.
****
Pemenang Giveaway
Mohon untuk segera DM Ig @yoyotaa_ untuk mengklaim hadiah giveaway nya.
Aku juga mau mengucapkan terima kasih untuk kalian yang sudah menyumbangkan nama untuk anak Naya dan Richard.
Sampai bertemu di giveaway selanjutnya.
***
Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.
Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤠Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.
Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.
Jangan lupa follow aku Ig ku ya
@yoyotaa_
__ADS_1