Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 101 - Bayi kembar sepasang


__ADS_3

Semua memang sudah berakhir, segala bentuk kejahatan yang dilakukan Rico di masa lalu dan tentang penculikan Naya oleh Nicolas. Kini keduanya sudah mendekam di penjara yang sama. Tak hanya mereka berdua, Doni juga ikut terseret karena telah membantu Nicolas. Sementara sang istri dari Doni, begitu kecewa dengan Doni dan langsung meminta cerai saat itu juga.


Lengkaplah sudah penderitaan mereka. Rico kehilangan hartanya, Nicolas tak bisa menggapai wanita pujaannya dan Doni yang kehilangan istrinya.


Jadi, intinya, jangan pernah melakukan sesuatu yang sekiranya dapat membuat penyesalan di akhir waktu, karena semuanya tak akan mungkin kembali seperti semula.


Namun, satu hal yang perlu kalian ketahui, kisah cinta Naya dan Richard masih berlanjut.


Ketika kandungan Naya memasuki usia ke 20 minggu, Naya memeriksakan kandungan tersebut untuk kedua kalinya ditemani oleh Richard.


Kini Naya sedang berbaring di ranjang, dokter menggerakkan alat USG tersebut, sambil menjelaskan gambar yang muncul di layar monitor.


"Selamat Tuan dan Nyonya, kalian mendapatkan sepasang bayi kembar," ucap sang dokter.


"Benarkah? Kau tidak sedang bercanda kan dokter?" tanya Richard yang masih tidak percaya. Masalahnya, ketika pertama kali Naya melakukan USG dulu, dokter tidak bilang jika anaknya adalah kembar.


"Iya Tuan. Anda bisa lihat sendiri di layar monitor, ada dua kantung janin disana. Ketika USG yang pertama kantung janin satunya masih belum bisa terdeteksi oleh alat USG karena diperiksakan masih terlalu awal. Sekali lagi selamat. Keduanya berjenis kelamin berbeda. Satu laki-laki dan satu perempuan. Semua organ dalam tubuhnya juga sudah terbentuk hampir sempurna dan semuanya normal," jelas sang dokter lagi.


"Bahkan jika anda ingin mendengarkan detak jantung anak anda pun bisa," ucap dokter menambahkan.


"Deg, deg, deg, deg ..."


Richard meneteskan air mata kala mendengar detak jantung dari anaknya yang masih di dalam kandungan. Ia masih tidak percaya ia sudah membuat mahakarya yang hidup di tubuh istrinya. Bukan hanya satu melainkan dua. Benar-benar sebuah keajaiban yang tak ternilai harganya.


Berkali-kali kecupan pun Richard layangkan di kening Naya. Ia benar-benar bahagia dan bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan padanya.


"Terima kasih sayang, terima kasih kau menjaga kedua janin itu dengan baik," ucap Richard pada Naya.


"Terima kasih juga kau selalu menjagaku. Semuanya tidak akan terlihat baik-baik saja jika tidak adanya kerjasama di antara kita berdua yang salin menjaga. Peranku dan peranmu disini sama-sama berat," balas Naya.


Setelah melakukan pemeriksaan USG, Richard dan Naya duduk di hadapan sang dokter. Dokter memberikan foto usg kepada pasangan tersebut.


"Apa Tuan masih merasakan mual-mual di setiap paginya? Atau gejala kehamilan lainnya?" tanya sang dokter.


Richard pun menggeleng.


"Tidak dokter, sekarang saya sudah bisa beraktivitas normal semenjak 2 bulan terakhir," jawab Richard.


"Syukurlah, akan tetapi tidak menutup kemungkinan sindrom couvade itu akan muncul kembali di trimester ketiga."


Richard mengangguk mengerti.

__ADS_1


Setelah pemeriksaan selesai Richard dan Naya pulang ke rumah dengan perasaan bahagia yang tidak bisa didefinisikan.


Elnan yang melihat kedua orang tuanya, langsung saja berjalan ke arah keduanya dan melepaskan pelukan sang omanya.


"Ma .. ma .."


"Pa .. pa .."


Elman memanggil kedua orang tuanya. Usianya kini sudah lebih dari setahun. Perkembangannya begitu cepat hingga sudah banyak kosa kata yang keluar dari bibir mungil itu.


"Sayang ..., sini nak. Mama punya kabar gembira untukmu," ucap Naya saat Elnan sudah berada di pelukannya.


"Disini," ujar Naya sambil menaruh tangan kecil Elnan di perutnya, "Ada dua adik Elnan. El harus menjaganya dengan baik. Harus akur-akur hingga kalian dewasa."


Elnan kecil yang sudah mulai bisa merespon orang pun langsung mendekatkan kepalanya pada perut naya.


"De.. de?"


"Iya dede. Disini ada dua dedeknya Elnan," ujar Naya lagi menjawab ucapan Elnan.


Elnan langsung bertepuk tangan kesenangan.


Melihat pemandangan tersebut membuat Richard tersentuh. Rupanya kehadiran Elnan benar-benar merupakan sebuah pintu menuju kebahagiannya.


"Iya ma, dan kata dokter mereka sepasang," jawab Naya.


"Benarkah? Wah, selamat ya sayang. Duh! Mama jadi tidak sabar menantikan cucu mama yang cantik dan ganteng ini," ujar mama Helen yang sudah ada di depan Naya dan mengelus perut Naya.


"Siapa dulu dong yang buat, Icad gitu lho! Jadi mama sekarang jangan suka jewer-jewer Icad apalagi mukulin Icad, bisa turun harga diri Icad nantinya di depan anak sendiri."


"His! Dasar anak kepedean. Kalau cuma kau yang buat mana bisa jadilah. Mau kau masukin kemana kalau kau yang buat sendiri? Lubang hidung?" ejek sang mama.


"Lagian, jadi anak bandel sih. Itu tuh hadiah dari mama untukmu," tambah mama Helen lagi.


"His mama!" rengek Richard.


Naya hanya tersenyum melihat perdebatan antara ibu dan anak di depannya ini. Ia merasa sangat bersyukur bisa memasuki keluarga yang hangat seperti ini. Semoga dengan kehadiran dua janin ini akan menambah kehangatan dan kebahagian di dalam keluarganya.


***


Berita kehamilan anak kembar sepasang itu, sudah menyebar di seluruh penjuru perusahaan Richard. Banyak sekali ucapan selamat dari para karyawan dan para partner kerja Richard juga dari kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Congrats ya bro! Gila sih! Aku masih tidak bisa percaya rupanya burung mu tokcer juga, sekali masuk langsung jadi dua. Mantap! Mantap!" ujar Ethan yang mengucapkan selamat pada Richard.


"Benar itu. Kasih tahu tipsnya. Gaya ranjang apa yang kau lakukan hingga bisa jadi dua seperti itu?" tanya Alex yang penasaran.


"Nikah dulu! Setelah itu aku akan berbagi tipsnya dengan kalian."


Mendengar jawaban Richard, Alex langsung mendengus kesal. Bagaimana mau nikah? Calon saja tidak punya.


"Aku tarik kembali pertanyaan ku!" ucap Alex.


Richard langsung tertawa dibuatnya. Richard memang sengaja mengatakan itu, karena ia ingin melihat sahabatnya bahagia dengan pasangan yang mereka pilih kelak. Sudah cukup mereka berdua selalu membantunya dalam segala masalah tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi ke depannya. Kini sudah waktunya mereka fokus pada kehidupannya dan membangun sebuah rumah tangga mereka masing-masing.


"Menikahlah! Asal kalian tahu menikah itu enak. Kalian tidak usah membayar mahal ketika kalian ingin berhubungan badan. Kalian juga tidak perlu memakai pengaman, pokoknya nikah itu enak. Tiap bangun tidur ada orang di samping yang menemani. Ada yang nyiapin baju saat berangkat kerja, ada yang selalu ngomel-ngomel ketika kita salah. Semuanya hanya bisa dirasakan ketika kalian sudah menikah."


Alex dan Ethan langsung terdiam, menyimak apa yang diucapkan oleh Richard.


Haruskah aku menikah?


Ucap batin keduanya.


****


GIVEAWAY!


Tuliskan saran nama anak Naya dan Richard beserta artinya (tidak sama artinya juga gapapa sih, yang penting yoyo suka sama namanya🤣) untuk nama laki-laki dan perempuan.


Hadiahnya, akan mendapatkan saldo 25k.


Berlangsung hingga bab lahiran Naya nantinya.


Komentar hanya boleh dilakukan di bab 100 dan 101.


***


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2