Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 59 - I Love You Naya


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu, sudah waktunya Ele kembali lagi ke Paris untuk melanjutkan kuliahnya karena masa liburan telah berakhir.


Ele duduk di taman sendirian, menatapi langit yang penuh bintang.


"Aku tidak ingin pulang. Aku suka disini," lirih Ele sambil bersedih hati.


Tak lama kemudian, Richard datang dan duduk di samping sepupunya itu.


"Ada apa? Tidak biasanya seorang yang super aktif ini menjadi orang galau. Coba ceritakan padaku," pinta Richard.


Ele pun menyandarkan kepalanya di bahu bidang Richard. Dari kecil sampai sekarang, Richard memang selalu menjadi pendengar yang baik untuk Ele, meski terkadang keduanya selalu seperti Tom and Jerry. Namun, mereka begitu saling menyayangi satu sama lain.


"Aku tidak ingin pulang," lirih Ele.


"Ya, kalau begitu jangan pulang." Richard menanggapi.


"Tapi bagaimana dengan mami dan papi disana? Pasti mereka akan kesepian tanpa aku. Terus kuliahku, seminggu lagi akan masuk semester baru. Aku masih ingin disini lebih lama lagi," curhat Ele pada Richard.


"Suruh mami dan papi membuatkan adik untukmu. Supaya mereka tidak kesepian. Masalah kuliah, jika kau memang benar-benar mau disini. Kau bisa pindah Ele. Aku akan membantumu jika kau menginginkan itu."


"Ih, aku tidak mau punya adik di umurku yang sudah 20 tahun ini. Yang ada nanti adikku dikira anakku lagi. Aku tidak bisa membayangkannya, kak Icad. Benarkah kau mau membantuku?"


Richard tertawa mendengar jawaban Ele. Apa yang dibilang Ele benar juga, bisa-bisa adiknya dikira anaknya.


"Kau benar juga. Iya aku akan membantumu untuk bicara pada mami dan papi. Jika kau tidak berani mengatakannya."


"Terima kasih kakak ganteng ku, kakak terbaikku," ucap Ele sambil memeluk Richard dari samping.


"Iya," ucap Richard mengusap lembut adik sepupunya itu.


"Sudah malam, ayo kita masuk ke rumah. Nanti kau masuk angin jika terlalu lama di luar," ujar Richard lagi. Ele mengangguk.


Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah. Ele masuk ke kamarnya, dan Richard masuk ke kamar Elnan, karena pasti Naya sedang menyusui anaknya itu.


Benar saja, Naya sedang menyusui anaknya di atas ranjang saat Richard sudah membuka pintu kamar tersebut.


"Apa Elnan belum selesai menyusu?" tanya Richard. Naya menggeleng.


Richard berjalan ke arah Naya dan duduk di samping Naya.

__ADS_1


"Sudah menyusunya sayang. Papa juga ingin," ucap Richard membuat Naya menoleh ke arah Richard.


Richard hanya terkekeh melihat mata Naya yang menatap tajam padanya.


Tanpa Naya ketahui, tangan Richard mulai melepaskan bibir mungil Elnan dari p*ting Naya membuat bayi kecil itu menangis.


"Oek ... oek ... oek ...."


"Cup, cup, cup sayang. Jangan nangis ya. Papamu nakal sekali. Mari setelah ini kita kasih dia pelajaran. Mama tidak akan membiarkannya menyentuh mama sedikitpun," ucap Naya sambil menyusui Elnan kembali.


Richard panik sendiri mendengar ucapan Naya yang tidak akan membiarkannya menyentuh tubuh istrinya. Itu bagaimana mungkin? Sementara setiap malam Richard selalu meminta bercinta dengan Naya menggunakan bujuk rayunya.


Ia pun kembali akan menggunakan bujuk rayunya agar Naya luluh kembali. Tangannya mulai memeluk pinggang Naya dari samping. Kepalanya ia sandarkan di bahu Naya.


"Sayang, yang tadi kau ucapkan tidak benar, kan?" ucap Richard dengan manjanya.


"Benar, tidak benar darimana. Anakmu saksinya," jawab Naya.


"Tapi aku tidak bisa jika tidur tanpa memeluk tubuhmu, tanpa mencium mu, tanpa memainkan mainan ku dan tanpa bertemu gua milikmu. Bisa-bisa paginya aku tidak akan bisa bekerja dengan semangat," ucap Richard lagi yang masih membujuk Naya.


"Jaga ucapan mu Rich! Elnan bisa mendengarnya." Naya memarahi Richard karena ucapannya agak sedikit tidak pantas jika diucapkan di depan bayi kecil itu.


Richard merajuk dan tidak ingin melepaskan pelukannya. Tentunya Naya kesusahan akan hal itu. Pasalnya, Elnan sudah tertidur lagi dan akan Naya pindahkan ke box bayinya.


"Tidak akan, sebelum kau mengizinkan aku untuk menyentuhmu malam ini."


Aih, begini sekali punya suami mesum. Tiap malam penginnya itu terus. Apa dia tidak bisa membiarkan aku tidur dengan tenang sekali saja? Rasanya aku ingin sekali si merah datang lagi jika begini. Seharusnya tamu bulanan ku datang di hari ini atau besok jika sesuai dengan jadwal yang biasanya. Semoga saja nanti saat dia meminta, si merah datang.


"Iya," jawab Naya dengan singkat.


"Iya apa sayang?" tanya Richard untuk memastikan pendengarannya tidak salah.


"Iya, kau boleh menyentuhku. Sekarang lepaskan pelukanmu. Sebelum Elnan terbangun kembali."


Richard pun melepaskan pelukannya dan tersenyum senang.


Good job! Kau selalu pintar memanfaatkan situasi.


Setelah Naya menaruh Elnan di box bayinya. Richard dan Naya pindah ke kamar mereka. Richard sudah tidak sabar ingin bermain dengan istrinya. Richard langsung mendudukkan Naya di ranjang mereka.

__ADS_1


"Sudah siap untuk memulai permainan yang luar biasa sayang?" tanya Richard sambil membungkuk ke arah duduk Naya.


"Tidak," jawab Naya.


"Is, kau harus siap sayang. Kau tadi sudah mengizinkannya lho. Kata yang sudah terucap tidak boleh dilanggar," ucap Richard penuh penekanan di setiap kata-kata yang ia keluarkan.


"Tidak bisakah malam ini kita hanya tidur saja? Aku benar-benar ingin tidur," ucap Naya.


"No, no, no. Tidak bisa sayang, karena dia sudah berdiri."


Richard menunjukkan juniornya yang sudah berdiri di balik celananya. Naya menelan ludahnya. Ia benar-benar harus menyiapkan dirinya agar tidak kewalahan dengan permainan Richard yang selalu luar biasa di atas ranjang.


"Kau sudah melihatnya kan, sayang?" tanya Richard.


"Jadi, kau harus memuaskannya. Aku ingin malam ini kau yang mendominasi," pinta Richard.


"Aku akan memulainya, tapi kau yang harus bergerak setelah itu."


Richard langsung mencium bibir Naya dengan rakusnya. Gairahnya sudah tak tertolong lagi jika dengan istrinya. Seakan semua tubuhnya selalu menegang dan tak bisa lagi melihat yang lain selain milik istrinya. Ia sudah jatuh sejatuh-jatuhnya dengan pesona Naya. Jika Naya pergi jauh darinya mungkin saja keadaannya akan lebih parah dibandingkan dengan Denada yang meninggalkannya dulu.


Richard mendorong Naya untuk merebahkannya di atas ranjang. Ia kemudian membalikkan posisi itu, menjadi dirinya yang di bawah.


"Lanjutkan sayang, aku ingin tahu, sejauh mana kau bisa memuaskan ku dengan sentuhan jari-jari mu."


Naya tampak gugup, ia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa dulu.


"Rileks sayang, lakukan seperti yang biasa aku lakukan," ucap Richard sambil membelai pipi istrinya. Richard pun menuntun Naya untuk memimpin permainan mereka.


Richard menikmati semua sentuhan Naya di tubuhnya. Rasanya sungguh luar biasa. Ternyata istrinya juga pandai memuaskan dirinya. Richard tak ingin keindahan ini berakhir, ia pun mengambil alih permainan tersebut. Hingga penyatuan di antara keduanya pun terjadi.


"I love you Naya."


Kalimat cinta yang pertama kali Richard ucapkan untuk Naya yang begitu menyentuh hatinya.


***


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.

__ADS_1


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


__ADS_2