Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 99 - Siapa bilang aku tidak bisa menemukannya?


__ADS_3

Saat ini Naya hanya berharap Richard bisa segera menemukannya sebelum si tuan dari kedua orang yang ada di rumah tersebut datang.


Sayangnya, apa yang datang tidak sesuai dengan harapan Naya. Beberapa jam setelahnya, Nicolas sudah sampai di depan rumah yang dipakai untuk menyembunyikan Naya. Dengan segera Nicolas memasuki rumah tersebut. Tentunya, Doni lah yang membukakan pintu tersebut.


"Bagaimana? Apa dia sudah bangun?" tanya Nicolas pada Doni.


"Sudah tuan, tadi wanita itu bersikeras ingin keluar dari rumah ini, tapi sudah berhasil saya cegah dan sekarang ia ada di dalam kamar ditemani dengan seorang wanita yang tadi anda minta," jawab Doni dengan jujurnya.


"Bagus, tolong suruh wanita itu keluar sekarang, aku ingin berbicara berdua dengan wanita itu," pinta Nicolas.


"Baik tuan."


Doni pun berjalan mendekati kamar yang hanya ditutup oleh tirai kain. Ia bersuara di balik tirai, "Inem keluarlah! Tuan sudah datang dan ingin berbicara berdua dengan Nona itu!" pinta Doni.


Tak lama kemudian, Inem keluar dan pergi menuju ke dapur.


Sementara Naya yang mendengar bahwa orang yang menjadi dalang dari penculikannya sudah tiba, dibuat cemas dan gelisah. Ia sangat takut, jika orang yang menculiknya akan berbuat jahat padanya.


"Tuhan, tolong segera kirimkan bala bantuan untuk membantuku keluar dari rumah ini," lirih Naya.


Tap tap tap tap


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah kamar. Tubuh Naya menjadi sedikit gemetar, ia benar-benar cemas dan ketakutan. Bahkan kini Naya duduk di ranjang sambil memeluk kedua lututnya.


Suara langkah kaki itu sudah sampai di dekat tepian ranjang, akan tetapi Naya masih menyembunyikan kepalanya di atas lututnya.


"Akhirnya, waktu yang aku tunggu-tunggu datang juga. Kau ada di hadapanku, di satu kamar yang sama dan hanya kita berdua," ucap Nicolas dengan senyum cerah yang terlihat di mulutnya.


Hanya saja, ia agak sedikit kecewa, karena tidak disambut dengan suka cita, melainkan disambut dengan Naya yang menyembunyikan wajah cantik Naya.


Tunggu! Sepertinya aku pernah mendengar suara ini beberapa kali? Tapi kapan dan dimana?


Suara hati Naya seolah tak asing dengan suara yang ia dengar. Hanya saja ia masih belum berani mendongakkan kepalanya dan bertatap muka dengan orang tersebut.


"Angkat kepalamu! Aku tidak akan berbuat jahat padamu," pinta Nicolas.

__ADS_1


Naya pun akhirnya mengangkat kepalanya dan melihat wajah orang yang sudah jadi dalang penculikannya. Kaget, tak percaya dan kecewa serta menyesal. Itulah yang Naya rasakan.


"Ka-kau! Bukankah kau yang selalu mengikuti aku? Bukankah kau juga yang bilang kalau aku pernah menolong mu ketika kecelakaan? Lalu kenapa kau menculik ku? Cepat antarkan aku pulang pada suamiku!"


Yang awalnya gugup, Naya akhirnya Bernai berbicara dengan nada keras pada laki-laki yang ada di hadapannya.


"Semua yang kau katakan itu benar. Memang aku yang selalu mengikuti mu dan kau adalah penolong hidupku. Sayangnya, aku tidak akan pernah mengantarkan kau kembali pada si b*jingan itu!" jawab Nicolas sedikit emosi karena Naya meminta kembali pada Richard.


"Dasar tidak punya hati! Harusnya kau berterima kasih padaku bukannya menculik ku dan menyembunyikan aku dari suamiku! Tahu begitu, aku tidak akan pernah mau menolongku yang saat itu mengalami kecelakaan. Ternyata kau adalah orang yang tidak tahu terima kasih!" pekik Naya dengan tatapan sinisnya.


Bukannya marah, Nicolas malah tersenyum. Ia merasa Naya terlihat lebih menggemaskan ketika sedang marah.


"Ucapan terima kasihku adalah menjadikanmu sebagai wanitaku," jawab Nicolas dengan entengnya.


"What!" Naya langsung terkejut mendengarnya. Ia benar-benar tak habis pikir dengan laki-laki yang ada di hadapannya. Jelas-jelas laki-laki ini tahu jika ia sudah menikah. Kenapa masih ngotot sekali ingin menjadikan dirinya menjadi wanitanya? Apakah dia sudah tidak waras?


"Ya, setelah ini mari kita menikah dan hidup bahagia," ucap Nicolas lagi.


Lagi-lagi Naya terperangah kaget. Naya rasa laki-laki di hadapannya ini benar-benar tidak waras.


"Jika dengan cara halus seperti ini kau menolak, maka jangan salahkan aku jika aku akan berbuat kasar padamu! Seperti mengungkung mu di bawah tubuhku mungkin?" jawab Nicolas dengan senyum seringai dari bibirnya.


Deg!


Mendengar hal tersebut, benar-benar membuat Naya takut. Tapi ia harus apa?


Nicolas berjalan semakin mendekat ke arah ranjang, ia berusaha untuk meraih Naya dan mengungkung wanita itu di bawahnya dengan paksa.


"Pergi kau b*jingan! Jangan mendekat! Atau aku akan berbuat nekat!" teriak Naya yang ketakutan dan tak ingin didekati oleh Nicolas.


"Teruslah berteriak! Aku benar-benar merindukan suaramu! Lagipula, tidak ada siapapun yang bisa menolong mu. Rumah ini jauh dari rumah warga. Jadi percuma saja kau berteriak! Lebih baik kau tetap diam dan terima saja semua yang akan aku lakukan padamu!"


"TIDAK! Pergi kau! Pergi dari hadapanku!" teriak Naya yang semakin kencang karena Nicolas sudah berhasil menggenggam satu tangannya.


Naya semakin ketakutan, ia tak bisa berpikir jernih lagi. Yang ia pikirkan hanyalah janin yang ada di kandungannya. Mata Naya tiba-tiba terpaku pada sebuah vas bunga yang ada di meja dekat ranjang.

__ADS_1


Ketika Nicolas berhasil mengungkung tubuhnya, Naya dengan segera meraih vas bunga itu dan memukulkannya ke kepala Nicolas.


Tetesan darah keluar dari kepala Nicolas, hal itu membuat Naya langsung mendorong tubuh Nicolas dan keluar dari kamar tersebut. Ia berlari kecil menuju ke pintu keluar rumah, sayangnya, itu bukan sesuatu yang mudah, karena masih ada seorang pria lain yang menghalanginya.


"Doni! Jangan biarkan wanita itu keluar! Cegah dia!" perintah Nicolas dari kamar.


Nicolas keluar dari kamar tersebut dengan darah yang masih terus menetes sampai ke lantai.


"Kau sudah berani melukaiku! Jangan salahkan aku jika aku pun akan berani melakukan hal yang sama padamu!" ancam Nicolas.


"Jangan!" Naya benar-benar ketakutan. Ia berjalan pelan menuju ke pojokan, ia merasa terkepung sekarang. Di depannya ada pria suruhan Nicolas, dan di belakangnya ada Nicolas. Ia harus lari ke arah mana? Sementara samping kanan dan kirinya adalah tembok?


"Richard, cepatlah datang! Aku benar-benar membutuhkanmu!" lirih Naya dengan air mata yang mulai menetes.


"Percuma kau sebut namanya! Dia tak akan pernah menemukanmu! Dia bahkan selalu gagal dalam menjaga wanitanya. Kau berharap pada orang yang salah!" ucap Nicolas dengan lantangnya.


Tiba-tiba saja...


Brak!


Pintu didobrak dari luar.


"Siapa bilang aku tidak bisa menemukannya? Kau salah besar Nic! Kali ini aku tidak akan pernah membiarkanmu merebut apa yang sudah menjadi milikku!"


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya


@yoyotaa_

__ADS_1


__ADS_2