
"Nah, itu dia model kita yang akan jadi ambassadornya. Tentu kau sudah mengenalnya kan, Rich?" tanya Richard seolah mempertegas bahwa di antara mereka sudah saling mengenal.
"Hm," jawaban padat, singkat dan jelas dari Richard.
Ethan masih terus mengawasi sikap Richard, ia merasa khawatir jika sahabatnya itu akan meledak begitu saja saat melihat wanita yang telah memberinya luka. Namun, siapa sangka, Richard justru tenang bagaikan air.
"Selain modelnya, apa lagi yang sudah kau persiapkan, Nic?" tanya Richard.
WHAT! Responnya hanya seperti itu? Apa aku tidak salah melihatnya? Atau jangan-jangan Richard sudah tak lagi mencintai Dena?
Itulah jeritan hati Nicolas yang tak percaya akan tanggapan Richard saat pertama kali bertemu dengan mantannya. Benar-benar tidak sesuai dengan bayangannya.
Selesai melihat ruang pemotretan, Nicolas langsung membawa Richard dan Ethan ke aula perusahaannya yang akan digunakan untuk launching perdana mereka. Inilah jawaban atas pertanyaan Richard itu.
Mereka bertiga membahas tentang konsep yang akan digunakan ketika acara tersebut.
Sementara Denada, ia menjadi gugup dan gelisah setelah bertemu dengan Richard. Ia teringat kembali pada pertemuannya dengan Rico yang memperkenalkannya pada Nicolas lalu ancaman Alex padanya saat itu ketika mengetahui kebenaran yang sebenarnya.
Flashback
Dua tahun yang lalu,
Pada saat itu, Denada masih menjadi model iklan pengganti dan masih belum terkenal. Walaupun ia memiliki tunangan yang sudah terbilang kaya raya dan memiliki segalanya, ia masih berpikir Richard tidak akan mungkin bisa mengabulkan mimpinya, karena bidang pekerjaan dirinya dan Richard sangat jauh berbeda.
Suatu hari, ia tak sengaja bertemu dengan Rico, teman sekampus Richard dan partner bisnis Richard di sebuah cafe.
"Dena, kan?" tanya Rico memastikan.
"Iya, kau Rico, kan? Aku sering melihat wajahmu beberapa kali di kantor Richard," jawab Denada.
"Wah, rupanya kau juga mengingatku. Kau disini dengan Richard?" tanya Rico lagi. Denada menggeleng.
"Lalu?" tanya Rico karena penasaran.
"Aku akan bertemu dengan klien ku. Aku diajak untuk menjadi model di iklannya dia. Meskipun hanya tanganku dan kakiku saja yang disorot. Aku sudah senang sekali," jawab Denada dengan antusiasnya.
__ADS_1
"Padahal kau cantik. Kenapa mau dijadikan model iklan hanya sebagai pengganti model utamanya?" tanya Rico.
"Itu tidaklah penting bagiku. Yang terpenting aku bisa menjadi model. Aku ingin merintis semuanya dari nol. Aku ingin mencoba semampuku. Karena hanya tawaran itu yang masuk ke manajerku jadi aku ambil saja," jawab Denda dengan jujurnya.
"Bisakah kita bicara sebentar? Aku janji tidak akan lama." Denada mengangguk. Keduanya pun duduk di bangku yang ada di pojokan.
Rico merekomendasikan seseorang pada Denada. Ia memberitahukan bahwa orang tersebut akan menjadikan Denada sebagai model terkenal.
"Melalui nama yang ada di kartu itu, kau akan bisa menjadi model terkenal dan digemari banyak orang. Ia sudah berhasil menerbitkan ribuan model hingga ada yang terkenal sampai kancah dunia. Aku harap kau bisa menghubunginya. Rasanya sayang sekali, jika bakat mu hanya sebagai model pengganti saja. Kau itu harusnya bisa lebih dari itu."
Denada yang sudah tau mengenai nama orang yang ada di kartu itu pun sungguh tak percaya. Padahal, ia sudah beberapa kali meminta Richard untuk mengenalkannya pada Nicolas. Namun, Richard memilih tak memberi informasi apapun pada Denada.
Rico datang membawa sebuah harapan untuk Denada. Ia pun tersenyum senang karenanya.
"Terima kasih, terima kasih kau sudah memberikan informasi tentang Nicolas. Aku akan segera menghubunginya. Kalau begitu aku permisi. Klien ku sudah menunggu," ucap Denada kemudian meninggalkan Rico duduk sendirian di pojokan cafe.
Dua minggu setelah itu, Denada benar-benar menghubungi Nicolas. Ia begitu antusias saat akan bertemu dengan Nicolas esok harinya.
Denada dan Nicolas bertemu di kantor Nicolas, tepatnya di sebuah ruangan pribadi milik Nicolas.
"Aku sudah mendengar tentangmu dari Rico. Aku juga sudah melihat beberapa iklan dan karya-karyamu sebelumnya. Memang benar apa yang sudah dikatakan Rico. Kau itu harusnya menjadi model internasional," ucap Nicolas menyanjung bakat Denada.
"Tapi, untuk menjadikanmu seorang model. Kau harus mengorbankan banyak hal. Karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya harus lajang. Kau tidak boleh memiliki pasangan," ucap Nicolas lagi.
Mendengar salah satu syarat Nicolas itu, raut wajah Denada menjadi sedih. Ia tidak mungkin mengubur mimpinya dalam-dalam karena ia sudah memiliki tunangan. Denada pun akhirnya meminta waktu untuk memikirkan kembali tentang kesempatan yang diberikan oleh Nicolas padanya.
Dua minggu setelah itu, Denada akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran Nicolas. Dengan berat hati, ia juga memutuskan pertunangannya dengan Richard. Meskipun lelaki itu tidak setuju karena dirinya memilih karier daripada hubungan asmaranya. Denada tetap kekeh pada keputusannya untuk menjadi model terkenal.
Satu bulan setelahnya, di sebuah club malam, yang ternyata itu milik Alex, sahabatnya Richard. Denada dan Nicolas sedang menikmati sebuah wine. Tak hanya itu, keduanya pun saling menautkan bibir mereka dengan penuh nafsu. Ternyata, Alex melihat itu.
Selesai berciuman, Nicolas pergi ke toilet untuk buang air kecil. Alex pun mendekat ke Denada dan langsung menatapnya dengan tatapan penuh kebencian, amarah, kesal dan juga hina.
"Katakan apa alasan terbesarmu memutuskan pertunangan mu dengan Richard?" tanya Alex dengan tegasnya.
Denada sedikit takut dengan tatapan Alex. Meskipun ia sudah lama menjalin kasih dengan Richard akan tetapi ia tidak terlalu mengenal Alex, karena Alex begitu dingin padanya berbeda dengan Ethan yang selalu ramah padanya.
__ADS_1
"Aku sudah mengatakan alasan itu pada Richard. Untuk apa aku mengatakannya padamu," jawab Denada dengan berani.
"Oh, jadi kau ingin aku membongkar semua kelakuanmu di belakang Richard!?" ancam Alex.
"Kelakuan apa maksudmu?" jawab Denada berusaha untuk tidak mudah terpancing oleh ancaman Alex.
"Cih! Pura-pura menjadi gadis baik-baik! Murahan! Kau pikir aku tidak tahu, kau bercinta dengan Nicolas sehari setelah kau memutuskan pertunangan mu dengan Richard di hotel milikku!"
Denada terkejut. Ia bahkan tak tahu harus menanggapi Alex dengan ucapan apa lagi.
"Kau tidak bisa mengelak lagi. Aku punya rekaman cctv saat kau masuk dan keluar dari salah satu kamar hotel milikku. Aku bahkan punya rekaman suara saat kau mend*sah di dalam sana!" seru Alex lagi.
Denada lagi lagi terkejut dengan pernyataan Alex.
"Kau wanita jahat. Murahan! Sahabatku begitu mencintaimu. Dia bahkan sangat-sangat menghormatimu sebagai perempuan. Dia tidak pernah sekali pun menyentuh tubuhmu. Dengan hinanya kau bahkan dengan mudahnya memberikan tubuhmu pada laki-laki yang belum lama kau kenal. Benar-benar definisi wanita bodoh! Sahabatku benar-benar dibutakan matanya oleh cinta. Bahkan sampai sekarang dia sudah seperti mayat hidup karenamu. Dan kau!? Kau justru malah bersenang-senang dengan laki-laki lain!" Alex mengeluarkan semua unek-uneknya serta kemarahannya pada wanita yang begitu Richard cintai itu.
"Kau tahu apa yang akan terjadi saat aku memberitahukan semua ini pada Richard? Richard bisa saja membuat laki-laki yang berciuman denganmu tadi bangkrut. Bisa dipastikan dia juga tidak akan bisa memulai bisnis apapun lagi. Dengan begitu kau akan tamat, mimpimu akan hancur dan yang tersisa hanyalah penyesalan di dalam dirimu."
Denada menjadi takut karena ancaman Alex. Ia sebenarnya tahu dan amat sangat tahu, jika Richard sudah berkehendak sesuatu ia akan benar-benar bisa membuat karir seseorang hancur bahkan sampai tidak bisa bangkit lagi. Denada pun memohon pada Alex untuk tidak memberitahukan hal tersebut pada Richard.
"Tolong jangan memberitahukan hal ini pada Richard. Aku mohon, Lex! Menjadi model adalah mimpiku sejak kecil."
Alex tampak menimang-nimang permohonan Denada.
"Menjauh dari Richard, kalau bisa jangan pernah kau tunjukkan lagi wajahmu di hadapannya!"
Denada pun menuruti kemauan Alex. Ia benar-benar menghilang dari Richard.
Flashback end
***
Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.
Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.
__ADS_1
Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.
Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.