Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 106 - Nicolas akhirnya sadar


__ADS_3

Di dalam sel, Nicolas yang biasanya tak pernah memikirkan Denada sama sekali, kini wanita itu mulai muncul ke dalam mimpinya.


Pada suatu malam, Nicolas bertemu Denada yang bergandengan dengan seorang anak laki-laki yang tampan. Usianya sekitar 5 tahun. Keduanya menyusuri taman dengan wajah berseri-seri. Namun, seketika wajah keduanya berubah menjadi dingin dan menatap tak suka ketika melihat dirinya. Senyuman pun langsung sirna dari kedua wajah tersebut.


Nicolas memanggil Denada, dan ingin menanyakan apakah anak laki-laki yang bergandengan dengannya adalah anaknya yang dikandung Denada dulu?


"Dena, apa dia anak kandungku?" tanya Nicolas dengan wajah senang yang tidak bisa dikondisikan.


"Bukan. Dia adalah anakku," jawab Denada dengan tegasnya.


"Kau jangan berbohong Dena!" marah Nicolas yang tidak percaya ucapan Denada.


"Untuk apa aku berbohong? Bukankah kau sendiri yang tidak mau mengakui anak ini ketika aku mengandungnya!?Maka tidak salah jika aku berkata dia hanyalah anakku bukan anakmu!" jawab Dena tanpa mau mengalah.


Mendengar hal itu, membuat Nicolas merasakan perasaan bersalah dan penyesalan dalam dirinya. Ia ingat, ia pernah mengatakan hal itu pada Denada.


Anak laki-laki yang masih belum mengerti perbincangan di antara kedua orang dewasa itu langsung saja nimbrung.


"Ma, siapa paman ini? Apa teman mama?" tanya sang anak.


"Bukan sayang, dia hanya orang lain. Ayo kita pergi," ucap Denada lembut menjelaskan pada sang anak.


"Ini papa," ucap Nicolas lirih akan tetapi masih bisa terdengar jelas di telinga Denada dan anaknya.


"Apa benar ucapan paman itu ma? Dia adalah papaku?" tanya sang anak yang mulai penasaran.


"Bukan sayang. Dia hanya mengaku-ngaku saja. Mungkin karena dia telah kehilangan anaknya. Mama kan sudah pernah cerita padamu. Papamu sudah meninggal sebelum mama melahirkan mu ke dunia," ujar Denada membuat penjelasan pada sang anak.


"Oh, iya iya ma," ujar sang anak yang mengiyakan ucapan sang mama.


"Paman, semoga paman tidak terlalu bersedih hati karena kehilangan anak. Aku saja yang kehilangan papa tidak bersedih hati karena mama selalu ada bersamaku," ujar sang anak mencoba memberikan kata penghibur untuk seorang pria yang ia sebut paman.

__ADS_1


Nicolas menangis, ia benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya dianggap sudah meninggal oleh anaknya sendiri.


"Sudah, ayo kita pulang saja. Biarkan saja paman ini disini," pinta Denada pada sang anak.


"Baiklah, ayo kita pulang ma."


Keduanya pun meninggalkan Nicolas yang masih terus menangis. Nicolas kini mengerti bagaimana rasanya tidak dianggap sama sekali. Tidak diharapkan kehadirannya. Bahkan tak ada yang bersedih hati ketika tidak ada dirinya.


Nicolas menangis hingga bersimpuh di atas tanah. Ia benar-benar menyesal akan perbuatannya di masa lalu. Hari-harinya terasa hampa. Sampai keinginan untuk hidup pun rasanya sangat sedikit. Ia terus menangis hingga air matanya tak lagi bisa keluar.


Tak lama kemudian, Nicolas terbangun dari tidurnya dengan keadaan mata yang berair. Seolah mimpi tersebut adalah sebuah kenyataan.


Nicolas langsung terdiam dan mengingat-ingat lagi detail mimpinya. Rasanya benar-benar seperti nyata. Rasa penyesalan, kesedihan yang dialaminya di dalam mimpi seolah ditransfer ke dalam tubuhnya saat ini.


Sampai akhirnya, Nicolas tiba-tiba saja mengeluarkan kalimat yang tak biasa. Ia seolah-olah benar-benar menginginkan keberadaan anaknya.


"Apa nantinya kau akan setampan anak kecil yang aku lihat di dalam mimpi? Apa kau benar-benar adalah seorang anak laki-laki? Kira-kira berapa usiamu sekarang di dalam perut ibumu?" pertanyaan yang hanya sebuah spekulasi Nicolas saja tanpa ia bisa tahu jawaban yang sebenarnya.


"Tidak! Tidak! Aku tidak mau hidup seperti aku yang ada di dalam mimpi. Aku ingin hidup bahagia bersama keluarga kecilku," ucap Nicolas yang bertekad kuat.


"Dena ... kau ada dimana? Apa kau masih mempertahankan anak kita?"


Akhirnya untuk sekian lama, Nicolas sadar dan baru mengingat wanita yang selalu bersamanya dalam kurun waktu dua tahun itu. Nicolas baru menyadari bahwa ternyata ia tak sepenuhnya menganggap Denada sebagai wanita pemuas nafsunya. Ada sedikit rasa untuk Denada yang tersembunyi oleh obsesinya untuk mendapatkan Naya.


Setelah keluar dari penjara, Nicolas bertekad untuk mencari Denada dan meminta wanita itu untuk kembali bersamanya. Itulah tujuan hidup Nicolas saat ini. Entah bagaimana tanggapan Denada nantinya, Nicolas tidak peduli. Ia hanya ingin bersama Denada dan juga anaknya.


***


Hari demi hari telah berlalu, Richard mengajak Ele dan istrinya untuk pergi ke taman hiburan. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Richard hanya mengantar saja dan setelah itu pergi meninggalkan Ele berdua dengan Alex untuk menikmati kencan mereka.


"Kau ini ada-ada saja deh kak, mau apa kita ke taman hiburan? Kan tidak mungkin kak Naya menaiki wahana yang ada disini? Bagaimana jika tiba-tiba anak kakak keluar ketika menaiki wahana? Aku kan ngeri melihatnya," ujar Ele yang mulai bergidik ngeri membayangkan ucapannya sendiri.

__ADS_1


"Namanya juga ngidam. Aku kan tidak bisa memprediksinya. Walaupun pergi ke taman bermain, kan tidak mesti harus menaiki wahana. Naya bisa menikmati aneka makanan dan menikmati tontonan menarik disini," ujar Richard memberikan alibi.


"Benar kan sayang?" tanya Richard pada Naya. Naya mengangguk saja. Ia takut keceplosan jika ikut berbicara.


"Tapi sebelum kita menikmati semua yang ada disini. Aku mengajak salah seorang sahabatku untuk ikut. Daripada kau jadi obat nyamuk kan aku kasihan melihatnya."


"Siapa? Jangan bilang kau mengajak kak Alex ya kak? Jika benar! Aku akan langsung mengirim mu ke luar angkasa kak. Supaya kau tidak bisa kembali dan bersama kak Naya lagi!"


Wajah Richard langsung pias. Ele benar-benar pandai dalam hal menebak. Melihat wajah Richard yang seperti itu, Naya mulai membantu rencana kedua Richard yaitu mengambil tas Ele yang di dalamnya ada ponselnya, ponsel Ele dan berbagai macam kartu kreditnya. Ia sengaja tidak membawa tasnya agar bisa menitipkan barangnya pada adik sepupu iparnya itu. Bertujuan agar ketika Naya dan Richard meninggalkan Ele dan Alex, Ele tidak bisa pergi kemanapun karena semua barang pentingnya telah dibawa oleh Naya. Jadi, satu-satunya orang yang bisa menolongnya adalah Alex. Benar-benar ide yang sedikit cemerlang.


Tanpa memberi jawaban, Alex pun kini sudah berdiri di belakang Ele dengan memakai pakaian terbaiknya untuk bertemu dengan sang pujaan hati.


"Haish! Kau ini benar-benar ya kak Richard!" kesal Ele.


Richard hanya tersenyum tipis. Lalu mendekat ke telinga adik sepupunya dan membisikan sesuatu.


"Bersenang-senang bersamanya. Aku tidak ingin kau mengganggu waktu berdua ku bersama istriku."


Di dalam hati, Ele sudah mengumpat kesal pada kakak sepupunya.


Dasar Richard sialan! Kalau mau berduaan dengan kak Naya! Kenapa malah mengajakku segala ke taman bermain! Arg! Benar-benar kakak sepupu kampret!


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2