Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 95 - Naya hilang


__ADS_3

"Kenapa kau tiba-tiba ingin datang ke kantor dan mengantarkan makan siang untukku? Biasanya kau selalu menyuruh supir untuk mengantarkan makan siang untukku? Ada apa, hm?" tanya Richard pada Naya yang sudah duduk di pangkuannya.


"Em, entah, rasanya aku ingin melihatmu saja. Ingin melihat kau makan di hadapanku," jawab Naya.


"Benarkah begitu? Baiklah jika begitu. Aku akan makan sekarang. Asalkan kau suapi aku. Bagaimana?"


Richard memberikan sebuah penawaran pada Naya.


"Jika ingin disuapi, izinkan aku dulu untuk turun dari pangkuan mu. Aku akan susah bergerak jika masih berada di pangkuan mu," pinta Naya.


Mendengar permintaan Naya, Richard dengan segera meraih bekal makan siang yang Naya taruh di meja kerjanya. Untung saja, Naya menaruhnya di ujung meja, jadinya Richard tidak perlu bersusah payah dan mengizinkan Naya untuk turun dari pangkuannya.


"Bekal sudah ada di tanganku. Sekarang kau tinggal suapi aku," ucap Richard sambil tersenyum dengan tangan kanannya memegang bekal.


Naya pun mengambil bekal yang ada di tangan Richard. Ia membuka kotak bekal itu dan menyendokkan nasi dan sayur untuk Richard.


"Aaa ..."


Richard membuka mulutnya dan menelan makanan itu sambil tersenyum.


Betapa nikmatnya makan disuapi oleh orang yang dicintai.


Beberapa menit kemudian, bekal pun habis menyisakan wadahnya saja. Karena hari masih siang dan pekerjaan Richard sedang banyak. Richard meminta Naya untuk menunggu di ruang pribadinya. Membiarkan istrinya istirahat daripada menyuruh istrinya untuk pulang dan malah membuat Richard khawatir. Richard takut Naya masih diikuti oleh Nicolas.


Waktu pulang kerja pun tiba, pekerjaan Richard pun telah selesai semuanya. Ia berjalan menuju ke ruang pribadinya. Naya masih tertidur dengan nyenyaknya.


Richard mengusap kepala Naya, berniat untuk membangunkan istrinya.


"Sayang, hey bangun. Ayo kita pulang!"


"Eughh... " Naya mengerjap-ngerjapkan matanya dan melihat ke arah Richard.


"Apa ini sudah jam pulang kerja?" Richard mengangguk.


Dengan segera Naya bangkit dari posisi tidurnya dan sudah berdiri di samping Richard.


"Ayo kita pulang, aku sudah rindu dengan Elnan di rumah," ucap Naya.


****

__ADS_1


Hari weekend pun tiba. Richard berencana untuk menghabiskan waktu liburnya dengan keluarganya. Ia mengajak keluarganya untuk mengunjungi kebun binatang. Tentunya ia ingin mengenalkan jenis-jenis binatang pada Elnan.


Semuanya sudah bersiap, dan tinggal menaiki mobil dan berangkat ke tempat tujuan. Richard sengaja tidak memakai supir karena ia sendiri yang akan menyetir.


Satu per satu anggota keluarga Richard masuk ke dalam mobil. Posisinya, Richard berada di kursi kemudi, Naya berada di samping Richard, mama Helen dan Ele berada di kursi di belakang kemudi. Lalu Elnan berada di pangkuan sang mama.


Mobil pun melesat jauh dari kediaman Richard. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke kebun binatang. Setelah sampai di kebun binatang, Elnan beralih ke Richard yang menggendong bayi tersebut di tubuh bagian depannya.


Mereka berjalan mengelilingi kebun binatang di mulai dari hewan mamalia, reptil, aves, dan ikan-ikan.


Bayi kecil itu tampak antusias ketika melihat satu per satu hewan yang ada di kebun binatang. Ia bahkan kadang tertawa atau pun menunjuk-nunjuk hewan tersebut dari jauh.


Setelah hampir satu jam berkeliling, mereka pun akhirnya beristirahat dan menggelar tikar di halaman luas yang ada di kebun binatang.


Berkunjung ke kebun binatang sekalian piknik keluarga. Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang disayangi.


"Rich, aku ke toilet dulu ya, rasanya aku tidak bisa menahannya lagi," ucap Naya.


"Mau aku antar?" ucap Richard menawarkan.


"Tidak, biar Ele saja yang mengantarku. Ayo," ucap Naya sambil menarik tangan Ele untuk ikut bersamanya.


Naya pun memasuki toilet, dan Ele menunggu di depan toilet.


"Jangan lama-lama kak," pinta Ele.


Namun, tiba-tiba saja, Ele merasakan mules di perutnya. Ia pun memasuki toilet yang berada paling ujung tanpa bicara apapun pada Naya.


Ketika Naya keluar dari toilet, tak ada siapa pun di depan toiletnya. Naya kebingungan mencari Ele. Sampai-sampai ia tidak sadar, ada seseorang yang berjalan di belakangnya dan orang tersebut langsung membius Naya dengan sapu tangan lalu membawa Naya pergi dari kebun binatang.


Tak lama kemudian, Ele keluar dari dalam toilet.


"Haah, akhirnya dia keluar juga. Lega rasanya sudah setoran," ucap Ele.


Ele pun berjalan ke depan toilet yang dipakai oleh kakak sepupu iparnya tadi.


"Kak Naya sudah belum?" tanya Ele yang masih menganggap Naya berada di dalam.


"Ih, kok tidak ada jawaban?" tanya Ele yang kebingungan.

__ADS_1


Akhirnya ia mengetuk pintu tersebut. Hasilnya tetap sama tidak ada jawaban. Ele pun mencoba membuka pintu tersebut, dan pintu terbuka. Itu artinya kakak sepupu iparnya sudah tidak berada di dalam. Lalu kemana dia? Rasanya tidak mungkin jika kakak sepupu iparnya meninggalkan dirinya? Namun, untuk memastikan semuanya. Ele pun kembali ke tempat dimana keluarganya berada.


Mata Richard menyipit, ia heran melihat Ele yang datang sendirian tanpa istrinya.


"Dimana istriku? Kenapa kau sendirian?" tanya Richard.


Mendengar pertanyaan Richard, wajah Ele langsung memucat. Itu artinya kakak sepupu iparnya hilang. Seketika Ele merasa bersalah karena telah lalai menjaga kakak sepupu iparnya.


"Maaf kak, tadi aku juga sakit perut. Ketika aku sudah selesai. Kak Naya sudah tidak ada lagi di dalam toilet. Aku kira dia sudah kembali sendiri kesini. Rupanya tidak," ucap Ele lirih. Bisa dipastikan setelah ini, Richard akan mengamuk.


Richard langsung berdiri dari duduknya, dan berdiri di hadapan Ele.


"Ele! Aku sudah mengatakan padamu, jaga Naya dengan baik! Jika sudah begini, itu artinya Naya hilang atau bisa saja dia diculik oleh seseorang! Jika sampai kakak sepupumu terluka! Kau akan mendapatkan hukuman dariku!" kesal Richard pada Ele.


Ele tahu dia salah, makanya ia tak membalas kemarahan Richard. Ia hanya menunduk.


Sementara Richard, ia tengah mondar-mandir memikirkan dimana keberadaan istrinya itu. Ia pun segera menelpon supir pribadi mamanya untuk membawa pulang mamanya dan anaknya beserta Ele.


"Mama, Ele dan Elnan kalian tunggu di pintu masuk, aku sudah menelpon supir untuk menjemput kalian. Aku akan mencari keberadaan Naya di sekitar sini. Jika tidak aku temukan, itu artinya ia diculik," ucap Richard.


"Kak biarkan aku membantumu!" ujar Ele yang mau membantu.


"Pulanglah, kau jaga mama dan Elnan saja di rumah. Ini biar jadi urusanku, cepat ajak mama ke pintu masuk."


Ele pun menurut saja untuk saat ini. Entah bagaimana nanti jika ia sudah sampai di rumah. Ia pun segera membereskan tikar yang digelar dan melipatnya.


Setelah mama, Ele dan Elnan tak berada di sisinya. Richard mulai menghubungi Ethan dan Alex untuk membantunya mencari Naya.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya


@yoyotaa_

__ADS_1


__ADS_2