Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 54 - Menjadi Milikku Seutuhnya


__ADS_3

Warning! Bocil dilarang baca! Ini untuk kalangan usia 17+


****


Richard melepaskan kain yang melekat pada tubuh bagian bawahnya. Kini Naya dan Richard sama-sama dalam kondisi polos. Naya menelan salivanya saat ia melihat junior milik Richard yang sudah siap menerjang miliknya.


"Sekarang kita mulai intinya," ucap Richard lalu mendekatkan juniornya ke milik Naya. Ia menggesekkan juniornya disana. Naya merasa sensasi aneh dalam tubuhnya. Ia seperti terbakar gairah yang begitu menggebu-gebu. Aliran darahnya pun ikut menjadi saksinya.


Dengan perlahan-lahan, tak ingin membuat Naya takut dan cemas, Richard mulai mencoba menembus milik Naya hingga membuat si pemiliknya merasakan kesakitan.


"Oughhh!" rintih Naya sambil meneteskan air matanya. Rasanya begitu sakit saat junior Richard masuk ke dalam miliknya dengan satu hentakan saja.


"Jangan menangis sayang, aku janji setelah ini akan membawaku melayang ke surganya dunia," ucap Richard lalu mencium bibir Naya untuk membuatnya tidak terlalu merasakan sakitnya.


Richard terus berusaha untuk memasukkan miliknya hingga terbenam semuanya di milik Naya. Dengan satu hentakan, Richard berhasil melakukannya.


Kemudian, ia menggoyangkan pinggulnya untuk membuat Naya merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan begitu pun dirinya. Kedua melayang bagaikan di surga. Menikmati semua rasa yang tercipta dari penyatuan itu. Hingga keduanya merasakan sesuatu yang membuncah ingin dikeluarkan.


"Ayo sama-sama sayang," ucap Richard.


"Ahh!" teriak keduanya bersamaan. Richard meninggalkan cairannya di dalam rahim Naya. Namun, ia sama sekali belum mengeluarkan miliknya dari milik Naya. Ia masih ingin merasakan denyutan milik Naya yang masih sempit.


Tak lama kemudian, Richard mengeluarkan miliknya dan mengecup kening istrinya yang kelelahan.


"Terima kasih untuk malam pertama yang indah ini sayang. Aku beruntung memilikimu yang bisa menjaga kesucian mu untukku. Dengan begini kau sudah resmi menjadi milikku seutuhnya," ucap Richard sambil mengecup kening istrinya lagi.


Richard benar-benar bahagia saat mendapatkan noda merah di malam pertama mereka. Ia juga sangat berterima kasih pada mamanya yang selalu ada di setiap Richard melakukan hubungan terlarang. Dengan begini, Richard merasa pantas untuk bersanding dengan Naya yang masih perawan dan dirinya yang memang masih perjaka juga.


"Rasanya semua tubuhku remuk, Rich," ujar Naya.


"Walaupun begitu, tapi kau menikmatinya sayang. Kau bahkan sampai mencakar punggungku sayang," ucap Richard sambil menunjukkan bekas cakaran Naya di punggungnya. Naya jadi merasa bersalah karena itu. Namun, Richard tak mempermasalahkan itu. Cakaran tangan Naya tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit di kewanitaan Naya yang berhasil ia jebol.


"Muachh!" Richard mengecup bibir Naya. Ia masih tidak menyangka, jika malam pertamanya akan seindah ini. Jika ia tahu, mungkin ia tidak akan menolak permintaan mamanya untuk menikah sejak lama.


Namun, ia pun sadar, sepertinya Tuhan melakukan itu, agar ia bisa bertemu dan mengenal Naya yang akan menjadi pendamping hidupnya.


Seketika ia merasa bersyukur, dengan apa yang telah ia lewati di masa lalu. 'Habis gelap terbitlah terang' kalimat itu cocok sekali dengan dirinya yang dulu sangat gelap gulita, suram dan tak tersentuh hatinya kemudian hadirnya Naya membawa cahaya yang menerangi hari-harinya dan akan selalu menerangi hidupnya.

__ADS_1


"Aku menginginkannya lagi sayang," ucap Richard kemudian menggigit telinga Naya.


"Aku masih lemas Rich."


"Aku janji akan pelan. Lagipula milikmu sudah aku jebol. Jadi kau tidak akan merasakan sakit seperti tadi lagi. Boleh ya sayang?" rengek Richard meminta jatah lagi.


Percuma saja Naya menolak. Richard pasti akan menemukan cara agar ia bisa membaut Naya mau melakukannya lagi. Naya pasrah. Mereka berdua pun melakukan ronde kedua, ketiga dan seterusnya hingga Richard merasa puas.


***


Suara dering telepon membangunkan Richard dari tidur lelapnya.


"Kau pagi-pagi sekali mau apa meneleponku? Mengganggu waktuku saja! Cepat katakan! Sebelum aku mematikannya!" seru Richard kesal.


"Masih pagi, jaga emosimu, Rich! Aku hanya ingin mengatakan jika nanti kita ada pertemuan dengan Nicolas di perusahaannya," ucap Ethan di sambungan telepon tersebut.


"Ya, baiklah. Hanya itu saja?" tanya Richard seolah tak peduli.


"Sebenarnya ada hal lain," ucap Ethan dengan sedikit ragu.


"Nanti kita bicarakan saja di kantor. Aku masih ingin menikmati waktu berdua dengan istriku."


***


Sementara Ethan, ia merasakan kegelisahan saat Richard mematikan teleponnya.


"Padahal aku hanya ingin mengatakan, jika ada Denada di perusahaan Nicolas. Aku hanya ingin kau mempersiapkan dirimu, Rich. Meski aku tahu kau sudah tak lagi mencintainya, akan tetapi rasa benci dalam dirimu tak mungkin akan menghilang dengan cepat. Aku takut kau akan berbuat semau mu nantinya."


Ethan mencoba untuk biasa saja. Namun ia tak bisa. Padahal itu sama sekali bukan masalahnya. Saking sayangnya ia pada Richard, Ethan tidak ingin melihat Richard sedih atau bahkan berbuat jahat pada orang lain. Sebisa mungkin nantinya ia akan terus mengawasi Richard. Ia juga mengingat perkataan Richard ketika mabuk dulu, bahwa ia akan menghancurkan karir Denada.


Bisa saja setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Di pertemuan pertama mereka, Richard akan langsung membuat Denada tak lagi bisa menjadi model terkenal seperti sekarang.


***


Masih di waktu yang sama, setelah mematikan sambungan telepon tersebut. Richard menatap wajah istrinya yang teduh dan tenang ketika tidur. Ia pun merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik natural istrinya.


Richard mengecup bibir istrinya yang sedikit bengkak karenanya.

__ADS_1


"Sekarang, bibir ini akan selalu menjadi jamuan utama untukku."


Kemudian tangan Richard beralih ke dada Naya yang tertutup rapat oleh selimut. Menyentuh dada itu gemas.


"Dan kedua gunung kembar ini akan menjadi candu ku. Sekaligus mainan ku."


Tangan itu terus beralih ke bagian inti tubuh Naya yang berhasil ia jebol.


"Yang terakhir, milikmu akan selalu menjadi tempat dimana milikku akan mengeluarkan spermanya. Kaulah yang aku pilih untuk menjadi ibu dari anak-anakku kelak."


Sentuhan Richard di milik Naya, membuat Naya menggeliat dan mendekat padanya.


"Kau bahkan bisa membuatku menegang saat kau tertidur sayang," ucap Richard kemudian menarik Naya ke dalam pelukannya.


Richard bisa merasakan lagi kulitnya dan kulit Naya bersentuhan tanpa adanya penghalang. Sebisa mungkin Richard harus menahannya. Ia tidak ingin Naya kembali merintih kesakitan karena semalam mereka sudah bercinta hingga 5 ronde dalam semalam. Malam pertama yang sungguh luar biasa.


Tak lama kemudian, Naya terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Sudah bangun tuan Puteri?" tanya Richard sambil mengelus rambut Naya.


"Eung ..." Hanya suara itu yang muncul dari mulut kecil Naya. Membuat Richard gemas dan langsung mencium bibir itu.


"Kenapa kau imut sekali? Jangan membuat aku ingin melakukan hal yang semalam lagi sayang!"


Mendengar hal itu, Naya langsung mencoba melepaskan pelukan Richard di tubuhnya. Badannya sudah remuk dan lemas dibuatnya. Ia sudah tidak kuat lagi jika harus melakukan ronde-ronde selanjutnya.


"Aku becanda. Aku juga masih memiliki hati untuk tidak membuatmu lemas dan kesakitan sayang. Tapi bolehkan jika kau sudah merasa baikan, aku menginginkannya lagi?"


Richard memang sudah tidak ada tandingannya. Selalu saja memiliki banyak alasan dan cara licik di kepalanya untuk memperdaya Naya dengan tipu muslihat dari mulutnya.


***


Unboxing nya udah selesai ya. Hutangku lunas 🙈 jadi jangan ada yang minta MP lagi.


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.

__ADS_1


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


__ADS_2