Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 135 - Keluarga seperti itu yang aku inginkan


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, grand opening restoran milik Naya kini dilaksanakan. Nama restoran tersebut adalah NR gabungan 2 inisial nama Naya dan Richard.


Para teman-teman sudah berkumpul duduk untuk menikmati hidangan. Denada pun datang kesana dengan membawa Ansel. Membuat Sari jadi antusias untuk menggendong Ansel.


"Kak Dena sini," ajak Sari agar Dena ikut bergabung bersamanya. Yang dimana disana sudah ada Richard, Alex, Ethan dan para istrinya. Jika ia bergabung, tentunya akan sendirian.


Denada pun menolak, akan tetapi Sari terus memaksanya. Alhasil ia terperangkap di antara 3 pasangan tersebut. Rasanya tidak begitu nyaman.


Tak lama kemudian Nicolas pun datang sebagai pelanggan. Ya karena ia tidak tahu jika restoran tersebut adalah restoran milik Naya. Richard yang melihat itu, ubun-ubunnya serasa naik. Emosinya mulai keluar dari kepalanya. Namun, Naya menahan Richard untuk pergi. Ia tidak ingin ada keributan nantinya.


"Redakan emosimu. Jangan buat keributan dan tolong tetap tenang!" ucap Naya pelan pada Richard sambil mengelus tangan Richard.


Richard pun menghela napasnya untuk mencoba menenangkan emosinya. Richard masih teringat semua kejahatan yang dilakukan Nicolas pada rumah tangganya. Tidak mudah untuk memaafkan seseorang yang sudah merusak kedamaian keluarganya. Untuk menerima Denada saja agar berada di sekitarnya butuh waktu lama sekali. Apalagi Nicolas? Bisa jadi, Richard tidak akan pernah berdamai.


Denada pun mengetahui kehadiran Nicolas disana. Ia kemudian permisi sebentar dari hadapan pasangan tersebut. Denada menghampiri Nicolas.


"Nic..." panggil Denada.


"Eh, Dena? Kau disini juga?" tanya Nicolas.


"Ya, aku disini bersama mereka," ucap Denada sambil menunjuk ke arah kursi tiga pasangan tersebut.


Seketika Nicolas mematung. Ia masih belum siap untuk bertemu dengan Richard, apalagi kesalahannya pada Richard begitu banyak. Namun, sepertinya Tuhan sudah merencanakan pertemuan mereka yang tanpa diduga itu.


"Aku tahu kejahatan apa yang kau lakukan pada Naya dari internet. Agar hidupmu menjadi lebih tenang. Lebih baik kau meminta maaf pada Naya dan Richard. Meskipun tidak tahu apa tanggapan mereka nantinya, setidaknya kau berniat baik untuk berdamai," saran Denada pada Nicolas kemudian kembali lagi ke kursi yang ada tiga pasangan itu.


Nicolas dilanda dilema. Ia belum menyiapkan mentalnya untuk menghadapi Richard. Apalagi melihat Ele, ia jadi teringat burungnya yang ditendang sangat kencang. Alhasil Nicolas lebih memilih pergi setelah memesan makanan di restoran Naya. Suatu saat nanti, ia pasti akan datang dan meminta maaf pada Richard dan Naya saat sudah siap.


Melihat kepergian Nicolas, membuat Denada sedikit kecewa. Ia berharap Nicolas mengakui kesalahan dan berdamai. Namun ternyata, harapan tersebut tidak bisa terealisasikan.


Acara grand opening pun berakhir, mereka pergi ke rumahnya masing-masing. Naya dan Richard pun pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Naya merasa lelah. Ia ingin sekali beristirahat.


"Tidurlah sayang. Biar anak-anak aku yang jaga," ucap Richard.


"Benarkah?" Richard pun mengangguk. Ia membiarkan istrinya tidur di kamar, sementara ia mengurus ketiga anaknya di ruang keluarga. Untungnya, si kembar sudah tertidur, jadi Richard tidak akan kewalahan karena hanya mengurus Elnan saja.

__ADS_1


Richard bermain bersama anaknya hingga mereka berdua pun tertidur di ruang keluarga.


****


Nicolas mengunjungi rumah Denada lagi setelah Denada pulang dari acara grand opening restoran Naya. Ia ingin bertemu dan bermain bersama anaknya dan yang pasti untuk memikat hati ibu anaknya juga.


"Kenapa tadi kau pergi?" tanya Denada.


"Aku belum siap," jawab Nicolas.


"Hm, baiklah. Semoga kau cepat siap dan hidupmu akan tenang kembali. Dengan begitu tak ada lagi masa lalu yang terus menghantui. Keluarga akan terasa damai jika orang di dalamnya sudah berdamai dengan masa lalunya. Karena keluarga seperti itu yang aku inginkan," balas Denada menanggapi.


Seketika pikiran Nicolas jadi nge-blank. Apa perkataan Denada tersebut merupakan sebuah permintaan yang harus ia lakukan untuk menaklukan hati Denada? Jadi, Denada akan menerimanya jika ia sudah berdamai dengan masa lalunya, apa seperti itu? Nicolas jadi mendapatkan titik terangnya.


Aku akan berdamai Dena. Tapi tidak sekarang. Aku masih membutuhkan waktu. Semoga ucapan mu tadi tidak akan berubah.


"Kau mau minum apa?" tanya Denada karena Nicolas terdiam.


"Yang ada saja," jawab Nicolas.


"Aku titip Ansel sebentar. Aku akan kembali dengan satu minuman untukmu." Nicolas pun mengangguk.


"Tolong bantu papa untuk menaklukan hati mamamu lagi ya," ucap Nicolas pada Ansel berharap Ansel akan mengerti.


Tak lama kemudian, Denda datang dengan membawa minuman sirup dingin untuk Nicolas. Nicolas meminum sirup tersebut hingga habis.


"Dena, tolong ceritakan semua tentangmu ketika mengandung Ansel dulu. Aku ingin mendengarnya," pinta Nicolas.


"Benarkah kau ingin mendengarnya? Aku takut kau akan merasa tambah bersalah lagi," jawab Denada.


"Tidak apa-apa. Karena dengan rasa bersalah itu, aku akan memperbaiki semuanya. Ceritakan saja."


Denada pun menceritakan apa saja yang ia alami ketika hamil. Di mulai dari ia tinggal di rumah milik peninggalan orang tuanya, pertemuannya dengan sari, kehidupan mereka berdua, sampai ke titik dimana Denada selalu dihina oleh para tetangga dan berakhir diusir dari kampung halamannya sendiri dan pindah ke kota yang penuh kenangan kelamnya.


Nicolas yang mendengar cerita itu pun menjadi tambah bersalah. Ia sudah membuat hidup orang hancur sehancur-hancurnya. Rasanya permintaan maaf pun tidak akan cukup.


"Tapi kau tidak perlu terlalu merasa bersalah. Aku menerimanya dan menghadapi semuanya dengan lapang dada. Mungkin itu adalah konsekuensi dari apa yang aku lakukan di masa lalu. Dan sekarang aku sudah bisa hidup tenang karena sepertinya karma itu sudah terbayar lunas," ucap Denada mengutarakan isi hatinya.

__ADS_1


Kenapa dia tegar sekali? Padahal apa yang dihadapinya begitu berat. Sanksi sosial lebih menakutkan daripada di tahan dalam penjara. Aku berjanji Dena, akan membuat hidupmu menjadi lebih baik.


"Maaf, maafkan aku," ucap Nicolas. Denada pun mengangguk.


Mereka berdua pun masih saling mengobrol lagi hingga melupakan waktu. Malam sudah menjelang, Nicolas akan pulang ke apartemennya. Sayangnya, hujan terjadi begitu derasnya dengan angin yang kencang.


"Lebih baik kau menginap saja, jika kau menerobos hujan badai seperti ini, takutnya akan berakibat kecelakaan. Karena pastinya penglihatan ketika hujan akan terasa kabur dan jalanan pasti menjadi licin."


Nicolas pun menurut saja untuk menginap di rumah Denada karena memang sangat beresiko berkendara di saat hujan lebat seperti itu. Ia masih ingin hidup untuk bisa bersama dengan Denada dan anaknya.


****


Jangan lupa mampir ke ceritaku yang lain ya.



Cinta dalam doa (tamat)


Bitter Sweet Marriage (on Going)


All I Want Is You (On Going)



Karena kalau semisal di cerita ini aku nggak update, jadi lagi update di ceritaku yang lain.


Selamat membaca.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2