Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 124 - Kebohongan Alex dan Ele


__ADS_3

Richard sudah sampai di rumah Alex. Benar saja mobil Ele terparkir dengan rapi di halaman rumah Alex.


"Aish! Kenapa sih anak itu selalu saja menyusahkan? Membuat orang khawatir saja! Lagian kenapa dia keluar malam-malam? Bikin kesal saja!" kesal Richard sambil berjalan menuju ke pintu masuk rumah Alex.


Rumah tampak sepi tak berpenghuni. Ya karena memang Alex hanya tinggal sendirian. Keluarga besarnya tinggal di Italia. Dia hanya mempekerjakan asisten rumah tangga untuk membersihkan rumahnya dan memasak di pagi hari. Selain itu, Alex selalu melakukan semuanya sendiri. Satpam yang ia pekerjakan pun tidak tinggal di rumahnya. Karena selalu bergantian shift jaganya.


Richard masuk ke dalam rumah seperti dirinya adalah si pemilik rumah. Ia menaiki tangga dan pergi menuju ke kamar Alex. Entah mengapa feeling merasa kalau Ele ada di kamar tersebut.


"Ceklek" bunyi pintu yang rupanya tidak dikunci.


"ALEX! ELE BANGUN!" teriak Richard saat melihat kedua orang itu tidur di satu ranjang yang sama sambil berpelukan.


Alex dan Ele pun terbangun setelahnya.


"Apa sih kak Richard! Berisik tahu! Aku masih mengantuk!" ucap Ele yang matanya masih tertutup.


Tak hanya Ele saja yang kesal, Alex pun demikian.


"Ish! Kau ini mengganggu waktu tidurku saja! Lagian hari ini tuh aku sengaja tidak mau bekerja!" kesal Alex sambil menatap wajah Richard dengan tatapan sayu.


"Kalian ini belum suami istri, kenapa tidur seranjang berdua, hah?!" marah Richard.


"Ck, Kalau bicara itu ngaca dulu! Memangnya kau tidak begitu? Kau bahkan tidak bisa menjaga hasrat mu saat bersama Naya!"


Skakmat! Richard mati kutu karena apa yang diucapkan Alex memanglah benar adanya.


"Aih!" Richard mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Ele cepat buka matamu! Jelaskan kenapa kau bisa memakai baju Alex!"


"Sabar kenapa kak!? Nyawaku masih belum terkumpul! Aku merasa tubuhku remuk semua gara-gara semalam."

__ADS_1


Mendengar ucapan Ele yang seperti itu, Richard langsung berpikiran bahwa Alex dan Ele semalam telah melakukan hubungan suami istri hingga membuat Ele kelelahan.


Rich menatap wajah Alex dengan tatapan yang sangat tajam. Bukannya takut, Alex malah menatap balik tatapan tajam itu.


"Kalau kalian tidak ada yang mau menjelaskannya padaku! Lebih baik kalian menikah saja! Aku tidak mau Ele nanti hamil di luar nikah karena ulah mu, Lex! Apalagi dia masih kuliah! Aku juga akan segera menghubungi orang tua Ele dan juga orang tuamu!"


"Oke, setuju!" Alex dengan senang hati menuruti ucapan Richard, kapan lagi dia mendapatkan jackpot seperti ini.


Sementara Ele, yang masih berusaha mencerna ucapan sang sepupu, ia kemudian terkejut dan langsung menjawab ucapan Richard.


"WHAT! Menikah?! Hello kak! Aku dan Kak Alex itu tidak melakukan apapun! Aku dan dia hanya ..." Belum juga selesai berbicara, Alex langsung menutup mulut Ele dengan tangannya.


"skdjudkekmdk ... " ucapan Ele tidak terdengar jelas.


"Sebaiknya kau keluar dari kamarku, aku dan Ele akan bersih-bersih badan dulu. Setelah itu kita bicara baik-baik di ruang tamu," pinta Alex.


"Baiklah, awas ya kalau kalian saling beradu kehangatan lagi! Aku bom rumah ini!" Alex mengangguk, sementara Ele mengernyitkan alisnya tak mengerti dengan posisi mulutnya yang masih dibekap oleh Alex.


"Kenapa kau membekap mulutku kak? Padahal aku mau menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya! Kau dan aku itu tidak melakukan apapun selain tidur saling berpelukan dan berciuman!"


"Shut! Jangan keras-keras! Sudah lebih baik kau diam saja! Biar aku yang menjelaskannya nanti. Kau tahu tidak alasanku membekap mulutmu tadi itu supaya kau tidak bicara jujur. Biarkan saja Richard beranggapan seperti itu. Dengan begitu kita akan cepat menikah. Dan bisa melakukan apa yang Richard pikirkan. Mengerti tidak?"


"Dasar pria tua! Mesum! Aku masih belum mau menikah! Kita saja baru menjadi pasangan kekasih semalam, masa harus berganti status lagi menjadi pasangan suami istri?" sahut Ele.


"Justru itu bagus. Sudah kau turuti saja rencana ku. Setelah kita menikah nanti, aku juga tidak akan mengekang mu, kau bebas melakukan apapun yang kau mau."


"Ish!" Ele menggerutu kesal dan langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Alex, ia tersenyum senang.


Setelah 45 menit menunggu di ruang tamu, akhirnya Richard melihat Ele dan Alex mendekat padanya dan duduk di hadapannya.


Sebelum bicara pada intinya, mata Richard menyipit ketika melihat tangan Ele yang dilapisi oleh perban.

__ADS_1


"Tanganmu kenapa Ele?" tanya Richard.


"Oh, ini. Semalam aku bertempur dengan begal," jawab Ele dengan entengnya. Richard hanya menghela napas kasar. Memang seharusnya tidak ada yang perlu ia khawatirkan, Ele itu berbeda dengan wanita lainnya.


"Jadi, kapan aku bisa menikah dengan Ele?" tanya Alex membuka suara.


"Haish! Kau ini benar-benar ya Lex!"


"Kan kau sendiri yang bilang tadi, aku dan Ele harus segera menikah supaya Ele tidak ketahuan hamil di luar nikah," ujar Alex. Ele yang berada di samping Alex langsung mencubit pinggang Alex karena saking kesalnya, akan tetapi ia juga tidak berniat untuk ikut bicara. Apa mungkin sebenarnya Ele juga setuju dengan rencana Alex? Menikah? Di saat ia masih kuliah? Benar-benar sesuatu yang tak pernah Ele pikirkan, namun ia tidak menolaknya juga.


"Aku sudah memberitahu orang tua kalian berdua. Kemungkinan, besok mereka akan sampai disini. Aku juga sudah memberitahu alasannya."


"Lagian kenapa sih kalian berbuat sesuatu yang tidak seharusnya kalian lakukan? Apa kau tidak berpikir hal tersebut akan merugikan mu Ele? Aku tidak masalah kalau kau hanya berciuman atau berpelukan, tapi jika si torpedo itu sudah masuk, benih-benih kecil itu akan tumbuh di perutmu!"


Ele tidak menjawab, ia hanya membalas ucapan Richard di dalam hatinya.


Memang itulah yang aku lakukan Kak Richard. Aku hanya berciuman dan berpelukan. Apaan juga torpedo, memangnya sekali masuk bisa langsung jadi apa? Teman-temanku saja yang sudah berulang kali melakukan hubungan terlarang sampai sekarang tidak hamil-hamil!


"Kenapa diam?" tanya Richard lagi.


"Aku bosan mendengar omelan kak Richard," jawab Ele. Sementara Alex, ia berusaha untuk tidak tertawa melihat raut wajah Richard yang begitu frustasi karena tingkah dirinya dan Ele. Namun apalah daya, cinta Alex sudah tak bisa terbendung lagi. Mau bagaimana pun caranya, ia akan berusaha untuk mendapatkan Ele seutuhnya. Meskipun harus membohongi Richard, keluarga Ele dan keluarganya nanti.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2