Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 50 - Aku benar-benar beruntung memilikimu


__ADS_3

Akhirnya Leon bisa bernapas lega juga, saat mobil yang dikemudikannya sudah sampai di perusahaan milik Richard.


"Leon, kau urus semua pekerjaanku hari ini. Suasana hatiku sedang buruk sekarang daripada pekerjaanku terbengkalai lebih baik aku menenangkan hatiku," ucap Richard.


"Baik bos. Saya akan melakukan apa yang anda perintahkan," balas Leon.


"Ya sudah! Cepat kau turun dari mobilku!" pinta Richard.


Astaga! Ternyata emosinya belum selesai juga.


Leon pun segera turun dari mobil Richard agar tidak kena amarah lagi darinya.


Richard berpindah ke kursi kemudi. Ia menjalankan mobilnya keluar dari perusahaannya.


Satu-satunya cara untuk meredakan emosinya adalah bertemu Naya. Ia memilih untuk pulang ke rumah dengan mengendarai mobilnya di atas kecepatan normal.


***


Di kediaman Kavindra, Naya, Ele dan Mama Helen sedang asik menanam bunga di taman rumah. Mereka juga asik bercanda satu sama lainnya.


Ele senang memiliki kakak ipar seperti Naya. Naya yang bisa berbaur dengannya dan mama. Beda sekali dengan mantan Richard dulu, yang enggan berbaur dengannya.


"Kak Naya nanti kalau sudah selesai datang bulan. Jangan kasih tau kak Richard dulu. Biarkan kak Richard kesal dan juniornya tersiksa," ucap Ele si provokator.


"Hus, kau ini. Kalau begitu, kapan mama punya cucu laginya." Bukan Naya yang menjawab, Ele malah mendapat omelan dari mamanya.


"Sekali-kali mama." Ele menjawab omelan dari mamanya.


Naya bingung harus menjawab apa. Ia sebenarnya malu membahas hal seperti itu di hadapan Ele dan mama mertuanya.


Tiba-tiba Ele membisikkan sesuatu di telinga Naya.


"Kak, aku sarankan kakak ikuti ucapan ku tadi. Nanti akan aku bongkar semua aib kak Richard pada kakak. Selain itu aku juga akan memberikan hadiah spesial untuk kakak."


Naya awalnya tak terlalu menanggapi bisikan Ele. Namun entah kenapa ia juga ingin mengerjai Richard yang selalu seenaknya menyentuhnya saat mereka belum menikah. Alhasil Naya pun menyetujui usulan Ele.


Keduanya saling memandang dan tersenyum bersamaan, membuat mama Helen keheranan.


"Kalian ini kenapa saling pandang dan senyum-senyum begitu?" tanya mama Helen.


"Hehe, tidak apa-apa ma. Hanya belajar akting saja," jawab Ele asal.

__ADS_1


"Kau jangan mempengaruhi kakak iparmu yang tidak-tidak ya Ele."


Bagaimana pun juga mama Helen sangat tau persis sifat Ele. Pasti gadis kecil itu telah merencanakan sesuatu untuk kakak sepupunya.


"Ih, mama kebiasaan deh selalu nuduh aku yang tidak-tidak." Ele merajuk.


"Aku dan Ele hanya merencanakan masak bersama ma," ucap Naya membela Ele.


"Kakak ipar emang the best," lirih Ele sambil memberikan satu jempolnya.


Mereka bertiga pun terus melanjutkan menanam bunganya. Sampai seseorang datang dan memanggil-manggil salah satu dari mereka.


"Naya," panggil seseorang dari dalam rumah.


"Aku di taman," jawab Naya memberitahukan keberadaannya.


Orang yang memanggilnya tersebut adalah Richard. Ia terheran-heran karena Richard sudah pulang ke rumah padahal ini belum masuk waktunya pulang kerja.


Richard menghampiri Naya yang ada di taman bersama mama dan Ele. Ia langsung memeluk Naya tanpa memperdulikan tangan Ele yang kotor karena dipenuhi dengan tanah yang menempel di sarung tangannya. Pelukan itu begitu erat.


"Lepas, ada mama dan Ele melihat kita," ucap Naya tidak enak.


"Jangan memikirkan mereka. Lagian mereka juga pasti paham kalau aku membutuhkanmu," balas Richard.


"Berisik!" jawab Richard.


Tak lama kemudian, Richard melepaskan pelukannya. Ia kemudian melepas sarung tangan yang melekat di telapak tangan Naya dan menaruhnya sembarang di tanah. Ia menarik tangan Naya untuk mengikutinya.


"Mau kau bawa kemana kakak iparku!? teriak Ele saat Richard membawa Naya pergi dari taman.


"Ke kamar lah. Dia kan ISTRIKU!" jawab Richard sambil menekan kata istriku pada ucapannya. Richard dan Naya pun sudah menghilang dari penglihatan Ele.


"Is, kak Richard ini kenapa semaunya sendiri sih!? Kalau aku jadi istrinya sudah aku aniaya dia. Lagian kenapa kak Naya nurut sekali sama dia. Heran aku."


"Namanya juga cinta. Tidak peduli bagaimana sikap dan sifat pasangannya terhadapnya, yang terpenting ia bisa membuat orang yang dicintainya senang," celetuk mama.


"Ih, mama. Emang mama yakin kalau Kak Naya sudah mencintai Kak Richard? Mereka saja menikah karena mama yang memaksa."


"Kalau Naya tidak cinta. Tidak mungkin dia mau disentuh-sentuh oleh kakakmu," jawab mama lagi.


"Mama lupa ya kalau kak Richard itu ahlinya memaksa. Pasti Kak Naya dipaksa sama kak Richard. Dia kan jika sudah menginginkan sesuatu harus sampai mendapatkannya. Mama sama anak sendiri aja kok tidak paham. Heran aku," ucap Ele sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sebenarnya bukan tidak paham, Helen merasa bahwa Naya sebenarnya sudah menaruh hati pada Richard walaupun tidak sebesar rasa cinta Richard padanya. Hanya membutuhkan waktu lebih lama bagi mereka untuk saling mengenal dan memahami rasa yang mereka punya.


***


Richard membawa Naya ke kamarnya. Ia menyuruh Naya untuk mencuci tangannya terlebih dulu lalu menyuruhnya untuk duduk di ranjang.


"Ada apa?" tanya Naya yang sudah terduduk di ranjang.


Richard masih dalam posisi berdiri saat itu. Pertanyaan yang keluar dari mulut Naya membuatnya menjadi seperti anak kecil yang merengek meminta kasih sayang dari mamanya.


Richard duduk di samping Naya dan langsung memeluknya lagi. Meskipun tak ada kata yang keluar dari mulut Richard, Naya tahu pasti ada sesuatu yang membuat Richard menjadi seperti ini. Ia hanya mengelus punggung Richard memberikan kenyamanan dan ketenangan disana.


"Tidak apa-apa jika kau belum bisa menceritakannya," ucap Naya.


Naya, aku semakin mencintaimu. Kau bahkan tidak memaksaku untuk bercerita. Aku benar-benar beruntung memilikimu.


Pelukan itu semakin erat. Sampai-sampai Richard bisa merasakan dua gunung kembar Naya di dadanya.


Tahan, tahan. Masih ada beberapa hari lagi. Kau harus bisa tahan dulu junior. Nanti setelah si merah sialan itu pergi, kita gempur gua itu sampai puas.


Setelah beberapa menit berpelukan, Naya melepaskan pelukannya.


"Lebih baik kau mandi untuk menyegarkan semua pikiranmu."


"Tidak mau," jawab Richard lalu membaringkan kepalanya di paha Naya.


"Aku ingin bersamamu saat ini," ucap Richard lagi sambil membenamkan kepalanya di perut Naya dengan tangan yang melingkar di pinggang Naya.


Naya tidak menolak apa yang dilakukan Richard. Ia malah mengelus lembut kepala Richard. Hingga akhirnya Richard tertidur dengan posisi tersebut.


"Aku tidak tahu apa yang kau alami hari ini. Sepertinya sangat berat. Aku akan mencoba untuk memahami sikapmu," ucap Naya yang masih mengelus puncak kepala Richard.


Keduanya menikmati posisi tersebut, tanpa tahu ada seseorang yang mengintip di balik pintu kamar mereka.


"Icad, apa yang sebenarnya terjadi?"


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.

__ADS_1


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


__ADS_2