Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 127 - Pernikahan Ele dan Alex


__ADS_3

Hari pernikahan Ele dan Alex pun tiba. Mereka melangsungkan acara pernikahan outdoor di halaman rumah Richard. Setelah janji suci diucapkan, dilakukan sesi foto bersama keluarga.


Lalu, satu per satu tamu undangan mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin baru itu.


"Selamat ya sayang, mami harap kau kurang-kurangi sifat keras kepalamu. Kasian Alex nantinya. Ia pasti akan pusing," nasehat mami Merlin ke Ele. Ele mengerucutkan bibirnya sedikit kesal.


"Dan juga selamat atas pernikahan kalian berdua. Semoga ini adalah pernikahan pertama dan terakhir kalian," lanjut dengan ucapan selamat pada anak perempuannya dan menantu laki-lakinya.


"Terima kasih mami," balas Alex.


Baik Ele maupun Alex mereka berdua bergantian berpelukan dengan mami Merlin.


"Kesayangan papi, kini tanggung jawab papi sudah berpindah pada suamimu. Kau turuti semua perintahnya. Jangan buat dia marah. Kunci dari harmonisnya sebuah pernikahan itu adalah saling percaya dan komunikasi. Kalian harus ingat itu!"


"Siap papi," jawab Ele.


"Dan untukmu Alex, jaga anak perempuanku dengan baik. Jika suatu saat nanti kau sudah tidak mencintainya. Tolong kembalikan saja padaku. Tapi semoga saja itu tidak akan pernah terjadi."


"Tentu tidak akan papi mertua. Aku akan menjaga Ele dan mencintai anak perempuan papi sepenuh hatiku. Jadi jangan khawatir.


"Baiklah, aku percaya padamu."


Setelah mendapatkan ucapan selamat juga dari orang tua Alex, dilanjutkan dengan ucapan selamat dari para sahabat Alex.


"Sialan! Kenapa kau malah menikah duluan? Kan sekarang aku jadi jomblo sendirian. Tapi, aku ikut senang juga, kau sudah menemukan tulang rusukmu yang hilang," ucap Ethan ada Alex.


"Ele, jika dia masih bermain wanita, kurung saja di rumah. Atau kau tatap saja matanya lama-lama. Pasti nyalinya akan ciut juga," saran Ethan pada Ele.


"Siap kak," jawab Ele.


Sementara Alex, ia berusaha menahan rasa kesalnya untuk tidak memukul kepala sahabatnya itu. Mulutnya tolonglah kenapa tidak bisa dijaga?


Ethan pun bergeser, beralih Richard yang mengucapkan selamat pada keduanya.


"Karena sedari tadi sudah banyak yang memberikan wejangan dan selamat. Aku cuma mau memberikan kalian satu kalimat saja. Menyatukan dua kepala jadi satu itu memang bukanlah hal yang mudah, akan tetapi kalian harus menurunkan ego masing-masing."


"Terima kasih Rich."

__ADS_1


"Kak Icad ... " panggil Ele. Entah kenapa dia malah jadi sedih, ketika Richard yang memberikan wejangan untuknya. Bagaimana tidak, sedari kecil Ele memang dekat sekali dengan Richard meskipun jahilnya nggak ketulungan dan selalu cari keributan. Tapi tetap saja, Richard selalu ada untuknya. Sosok kakak panutannya, meskipun mesumnya jangan dijadikan panutan.


"Sudah, jangan menangis, nanti riasan mu luntur. Memangnya kau mau jadi pengantin wanita terjelek di seluruh dunia?" ucap Richard meledek Ele.


"Is! Memang kau ini menyebalkan sekali!" umpat Ele. Richard hanya terkekeh melihatnya.


Dilanjutkan lagi, Naya yang kini giliran memberikan nasehat maupun ucapan selamat.


"Ele, kakak cuma mau berpesan padamu, seorang istri harus tau apa yang harus ia lakukan untuk menyenangkan suaminya. Baik itu urusan ranjang, rumah atau pun perutnya. Kakak yakin kau pasti bisa."


"Terima kasih kak, aku akan berusaha," ucap Ele menanggapi.


"Alex, jadilah suami yang selalu Ele andalkan. Karena pada kenyataannya, Ele memang mandiri, akan tetapi ada kalanya ia ingin dimanjakan." Alex mengangguk.


Selama tiga jam berdiri di pelaminan, membuat kedua lutut Ele terasa pegal. Bahkan setelah acara selesai pun, Ele malah duduk-duduk santai di sofa rumah Richard.


"Sepertinya aku tidak kuat untuk berjalan ke kamarku kak," ujar Ele sambil memijat pelan kakinya.


"Ayo aku gendong!" tawar Alex.


"Ada apa? Kenapa kalian tidak tidur saja?" tanya Daddy Carlos.


"Jadi, begini, sebenarnya aku dan Ele tidak pernah melakukan apa yang dipikirkan oleh kalian. Kami hanya sebatas tidur, pure tidur tidak melakukan apapun kecuali berpelukan dan berciuman."


Semua yang ada disitu terkejut. Mereka merasa dibohongi. Namun, mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi.


Daddy Carlos menghela napas kasar.


"Memang otakmu ini sudah geser, Lex. Bisa-bisanya kau membohongi kami. Kau juga Ele, kenapa mau-maunya ikut-ikutan rencananya Alex. Hadeh, anak muda!" Daddy Carlos menggelengkan kepalanya pusing.


Sementara Papi Eric setelah mengetahui kebenarannya. Ia malah merasa senang bahwa anaknya masih terjaga kehormatannya. Hal yang membuatnya kecewa kemarin, seketika menghilang begitu saja.


"Jika memang begitu kenyataannya, mau kah kau berjanji padaku, Lex? Jangan buat Ele hamil dulu sebelum ia lulus kuliah. Apa bisa?"


Alex terdiam. Ia mencoba mencerna permintaan papi mertuanya. Jika Ele tidak boleh hamil sebelum lulus kuliah, itu artinya hanya ada tiga pilihan. Antara dirinya yang memakai pengaman, tidak memakai pengaman tapi jangan keluar di dalam atau Ele yang mengkonsumsi pil KB. Benar-benar keputusan sulit baginya, walaupun masa kuliah Ele hanya tinggal 1 tahun lagi. Tetap saja hitungannya lama.


"Baiklah, aku berjanji," ucap Alex dengan pasrah.

__ADS_1


"Bagus, kami harap tidak ada kebohongan lain yang kalian tutupi. Kalau tak ada lagi yang mau disampaikan. Daddy dan Mommy akan langsung pamit ke Itali. Kalian baik-baik disini ya."


Alex dan Ele mengangguk.


Perbincangan pun selesai. Mereka kembali ke kamar. Begitu juga dengan si pengantin baru. Untuk malam ini, Alex dan Ele akan menginap di rumah Richard. Esok harinya, Ele akan pindah ke rumah Alex.


Mereka tidak melakukan malam pertama mereka karena tubuh mereka benar-benar lelah. Alhasil mereka hanya tidur saling berpelukan.


****


Paginya, suara tangis si kembar membangunkan Alex dari tidur lelapnya. Sementara Ele, wanita itu masih asik tidur tanpa merasa terganggu.


"Putri tidur memang," ucap Alex kemudian mencium kening Ele. Wanita itu menggeliat dan memeluk Alex.


"Ternyata hanya di saat tidur saja kau terlihat tenang, jika sudah bangun, auramu itu menyeramkan sekali. Tapi disitulah daya tarik mu."


Alex pun mencoba memejamkan matanya kembali setelah tangis si kembar sudah tak terdengar lagi di telinganya. Sepertinya Naya sudah berhasil menenangkan si kembar.


"Aku jadi tidak sabar mendengar tawa dan tangis anak kita nantinya. Apa kau akan terbangun juga? Atau malah asik tidur seperti ini?"


Alex membayangkan hidupnya setelah memiliki anak dengan Ele. Lucu rasanya, padahal mereka baru saja menikah kemarin.


****


Cerita Ele dan Alex di cerita ini berakhir sampai disini. Kalau dari kalian menginginkan cerita Ele dan Alex di buat sendiri tulis saja di kolom komentar. Kalau banyak yang mau aku akan buat ceritanya. Tapi menunggu antrian ceritaku tamat dulu😁


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya


@yoyotaa_

__ADS_1


__ADS_2