Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 83 - Dasar laki-laki tukang modus!


__ADS_3

Setelah seminggu berada di kantor polisi, Rico benar-benar tidak tahan dengan para napi lain yang selalu saja menjadikannya kacung disana. Memintanya untuk memijat, mengerjakan sesuatu yang bukan tugasnya dan jika tidak menuruti perintah mereka, Rico pasti akan babak belur seperti di saat pertama ia memasuki sel.


Rico sebenarnya tidak takut pada mereka, hanya saja daripada wajahnya yang tampan menjadi sasaran empuk mereka, lebih baik Rico menuruti saja. Toh, jika ia berbuat baik di dalam penjara, bisa saja masa hukumannya akan dikurangi. Hal itu, akan membuat dirinya bebas lebih cepat.


Selama seminggu juga, Rico sama sekali belum dikunjungi oleh Nicolas. Padahal Rico sangat mengharapkan sekali bantuan dari sepupunya itu karena memang hanya dia harapan satu-satunya setelah semua aset dan sahamnya ludes tak tersisa.


"Kemana Nicolas? Kenapa dia sama sekali tidak mengunjungi ku? Tidak mungkin jika dia tidak tahu. Ah, sial! Tunggu saja pembalasanku! Kalian semua yang sudah mengkhianati ku akan aku lenyapkan!" teriak Rico di dalam sel.


"Berisik!" ucap salah satu napi yang merasa terganggu waktu tidur siangnya.


"Maaf, maaf," ucap Rico.


Sial! Rasanya aku ingin segera keluar dari sangkar besi ini!


Rico menggerutu di dalam hatinya.


***


Sementara orang yang ditunggu kehadirannya, kini sedang membuntuti Naya dan Ele. Kedua wanita itu pergi ke toko bunga.


Nicolas pura-pura membeli bunga disana sebagai alasan untuk bisa memantau Naya dari dekat. Ia bisa mendengar percakapan dari kedua wanita itu.


"Kau mau membeli bunga yang mana Ele? Hari sudah semakin siang, kasihan mama, pasti dia kewalahan menjaga Elnan yang semakin harinya kian aktif," ujar Naya yang mengkhawatirkan kondisi mama mertuanya.


"Sebentar kak, aku bingung memilihnya. Semuanya terlihat begitu bagus. Apa aku pilih bunga lily saja? Atau mawar? matahari? Atau aku pilih bunga dahlia? Ah, aku pusing!" ujar Ele sambil menutup wajahnya.


Naya menghela napas sejenak.


"Pilihlah yang benar-benar kau sukai," saran Naya agar Ele tidak kebingungan.


"Begitu ya?" Ele tampak menimang-nimang saran dari Naya.


Di waktu yang tepat, Nicolas menghampiri keduanya. Ia menyapa Naya dengan lembut dan sopan.

__ADS_1


"Hai, bertemu lagi kita."


Naya tampak mengerutkan alisnya. Apa benar ia pernah bertemu dengan lelaki itu?


"Siapa?" tanya Naya yang memang tidak mengingat lelaki tersebut.


"Sedih sekali aku. Rupanya kau tidak mengingatku? Aku yang kemarin bertemu denganmu di restoran."


Cih! Modus sekali pria satu ini! Seenaknya saja ingin mendekati kakak sepupu ipar ku! Tidak akan aku biarkan!


"Oh, kau yang waktu itu bersama seorang wanita, kan?" ujar Naya yang agak mengingatnya lalu memastikan pada pria yang ada di hadapannya.


"Ya tepat sekali. Apa kau benar-benar tidak mengingatku selain di restoran? Aku lelaki yang kau tolong saat kecelakaan beberapa tahun yang lalu."


Naya tidak begitu mengingatnya, karena begitu banyak kejadian di beberapa tahun terakhir yang menyakitkan baginya. Terutama kehilangan sosok seorang ayah. Selain itu, ia harus banting tulang membantu perekonomian keluarga. Ia juga harus menerima perlakuan tetangganya yang selalu mencibir dan menghina keluarganya. Sampai akhirnya ibunya menikah lagi dengan laki-laki yang kini menjadi ayah tirinya. Namun sayang, Naya tidak tahu dimana keberadaan laki-laki itu sekarang. Daripada mengingatnya membawa luka, Naya memilih untuk melupakannya.


"Maaf, sepertinya aku lupa. Tapi, memang aku merasa tidak asing ketika melihatmu. Mungkin apa yang kau katakan tadi benar," ucap Naya dengan jujurnya.


"Oh, begitu. aku merasa sedih karena kau tidak mengingatku. Ngomong-ngomong bolehkan aku mengetahui namamu? Aku Nicolas."


"Aku Ele, dan wanita ini adalah KAKAK IPAR KU! Tolong anda menyingkir saja dari sini jika tidak membeli apapun!" jelas Ele sambil menekankan kata 'kakak ipar' pada lelaki yang berniat untuk berkenalan dengan kakak sepupu iparnya. Ia benar-benar harus menjaga istri dari kakak sepupunya ini dari mata laki-laki lain. Dengan menjelaskan bahwa Naya adalah kakak iparnya, seharusnya lelaki itu tahu jika Naya sudah bersuami dan tidak pantas jika seorang laki-laki mendekati wanita yang sudah bersuami.


"Hus! Tidak boleh bicara seperti itu! Dia datang kesini pasti ingin membeli bunga. Kau tidak boleh mengusirnya," cecar Naya pada Ele yang tidak sopan pada orang lain.


Is! Kak Naya ini b*go atau bagaimana sih? Jelas-jelas pria ini tertarik padanya. Beli bunga itu pasti hanya alasannya saja untuk bisa berbincang dengan Kak Naya. Dasar laki-laki tukang modus!


Sial! Menyebalkan sekali sepupunya Richard ini. Harusnya aku bisa mengobrol dengan Naya tanpa tatapan tajam dari wanita menyebalkan itu! Huh!


"Maafkan adikku ya, di tidak bermaksud seperti itu," ucap Naya pada Nicolas.


"Tidak apa-apa. Lagipula aku juga akan segera pergi. Aku sudah memilih bunga dan hendak membayarnya."


Nicolas memilih bunga asal dan langsung meminta si penjual untuk merangkai bunga itu kemudian membayarnya.

__ADS_1


Setelah ia memasuki mobilnya, ia membuang bunga tersebut ke jok belakang mobilnya. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas normal.


Untuk pertama kalinya, Nicolas mengunjungi kantor polisi dimana sepupunya Rico ditahan. Ia menunggu di sebuah ruangan untuk bisa mengobrol dengan Rico.


Tak lama kemudian, Rico datang dengan seorang polisi yang menemaninya. Rico duduk di hadapan Nicolas.


"Kenapa kau baru datang sekarang? Cepat bebaskan aku dari sini!" pinta Rico pada Nicolas.


"Aku sibuk, banyak sekali hal yang harus aku urus. Mengenai masa tahanan mu, aku tidak bisa membantu. Bukti yang diberikan pihak Richard begitu kuat, meskipun aku membayar pengacara handal atau menyuap polisi yang ada disini, tetap saja kau tidak akan bisa keluar dengan mudahnya. Semua polisi yang ada disini sudah berpihak pada Richard. Yang harus kau lakukan sekarang hanya bisa menunggu masa tahanan mu habis dan bersabar," jelas Nicolas yang rupanya diam-diam mencari tahu meskipun ia baru pertama kali menjenguk sepupunya.


"Sialan! B*d*bah kau Richard!" umpat Rico pada Richard yang tidak ada di hadapannya.


"Nic, pokoknya kau harus membantuku mengembalikan semua aset dan saham ku! Aku tidak mau menjadi miskin ketika kau keluar dari sini!" perintah Rico.


"Tenang saja, akan aku usahakan. Semua yang seharusnya jadi milikmu akan tetap jadi milikmu. Aku janji," ujar Nicolas berjanji ada Rico.


"Satu hal lagi, wanita yang kau cari adalah istri dari si b*jingan itu. Kau harus merebutnya dan membuat Richard menderita!" pinta Rico.


"Tanpa kau minta pun akan aku lakukan."


Mendengar jawaban Nicolas. Rico menyeringai tajam. Ia benar-benar menanti kehancuran Richard untuk kedua kalinya.


Tamatlah kau Richard! Tidak ada wanita yang tidak akan takluk pada sepupuku yang satu ini! Aku jamin istrimu tidak akan lama untuk terpesona dengan sepupuku. Tunggu saja tanggal mainnya.


***


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2