
Di kediaman Richard, kini berkumpul para sahabatnya didampingi oleh pasangan dan anak mereka.
Ethan dan Sari memiliki seorang anak perempuan namanya Violetta Putri Nugraha. Usianya berbeda 1 tahun setengah dari si kembar. Sementara Ele dan Alex, mereka memiliki satu anak laki-laki namanya Noah El William. Usianya berbeda 4 tahun dari si kembar. Anak Ele dan Alex ini, baru lahir dua bulan yang lalu.
Setelah Richard dan Naya pulang dari liburan mereka, pasangan tersebut sengaja mengadakan perkumpulan untuk mempererat tali persahabatan mereka.
Tak hanya itu, rupanya mereka ketambahan satu anggota sahabat lagi yaitu Nicolas. Jadilah, kini Nicolas pun ada bersama mereka dengan istri dan anaknya juga.
Waktu berlalu begitu cepat. Rasanya, dulu mereka masih bermain bersama di taman bermain, bersekolah bersama, bertengkar, bahkan Nicolas dan Richard yang tidak pernah bersahabat dari dulu kini bisa berubah. Semuanya karena waktu, waktu yang membuat mereka belajar dari berbagai pengalaman pahit dan manis yang dialami.
Taman rumah Richard, malam ini disulap menjadi tempat untuk mengadakan BBQ. Mereka sudah berjanji akan terus mengadakan pertemuan ini, setidaknya 6 bulan atau bahkan kalau bisa satu bulan sekali untuk saling menjaga hubungan persahabatan mereka juga persahabatan anak-anak mereka nantinya.
"Aku masih tidak menyangka, kini kita bisa berkumpul disini dengan membawa pasangan dan anak kita masing-masing. Padahal dulunya, kita datang hanya membawa diri sendiri saja," ungkap Ethan.
"Hahaha, sama aku juga tidak menyangka. Rupanya kini aku juga sadar, bahwa usiaku sudah tak lagi muda, mengingat jika sekarang sudah memiliki anak," sahut Alex.
"Menang kau sudah tua! Baru sadar!" sahut Richard.
"Hahaha." Hanya tawaran yang terdengar dari mulut Alex.
"Dan aku pun tidak menyangka, setelah perbuatan buruk yang aku lakukan, kalian masih bisa memaafkan ku dan malah membuatku masuk ke dalam circle kalian," sahut Nicolas.
"Kau memang harus masuk circle ini. Bahkan pengalamanmu saja lebih jauh daripada kita. Kau membuat wanita hamil sebelum dinikahi. Wow! Kita hanya laki-laki playboy awalnya yang tidak terlalu percaya cinta. Lalu sekarang dipertemukan dengan cinta yang benar-benar datang di waktu yang tepat," ucap Richard.
Nicolas pun tak bisa membantah perkataan tersebut, karena hal itu memanglah fakta. Lagipula, ia sudah tak lagi memikirkan hal tersebut. Yang terpenting sekarang hidupnya sudah jauh lebih baik dan bahagia daripada dulu.
"Intinya, tidak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini. Tapi, kita juga harus yakin, dibalik orang jahat juga, dia pasti punya sisi baiknya," ucap Richard lagi.
Mereka bertiga pun mengangguk-angguk setuju dengan ucapan Richard.
Para istri dan anak-anak berkumpul di ruang keluarga sambil menyiapkan menu pendamping untuk menu utama.
"Aku berharap, kita semua bisa selalu berkumpul seperti ini," ucap Naya.
"Itu pasti Kak Naya. Aku dan kau memang pasti bisa berkumpul, kita kan sudah jadi saudara," sahut Ele.
"Semoga saja ya, Nay. Aku juga merasa di kehidupanku yang sekarang lebih bahagia dan memiliki teman yang benar-benar teman."
"Tidak usah mengingat-ingat masa lalu Kak Dena," ucap Sari. Denada pun mengangguk.
__ADS_1
"Semoga persahabatan kita ini juga bisa menurun sampai ke anak dan cucu kita nantinya," ucap Naya lagi.
"Aamiin," jawab mereka bersamaan.
****
Hari terus berlalu,
Di pagi hari, Elnan, Rendra dan Ela bermain petak umpat di taman. Kegiatan tersebut, diperhatikan oleh Naya dan Richard di sebuah kursi panjang.
"Lihatlah mereka, aku merasa sepertinya baru kemarin aku melihatmu melahirkan. Sekarang mereka sudah sebesar itu. Rasanya, aku belum rela jika mereka harus cepat besar dan kemudian pergi meninggalkanku satu per satu," ungkap Richard.
"Ya suatu hari nanti, mereka pasti akan meninggalkan kita sayang. Yang menemanimu nantinya hanyalah aku," ucap Naya menanggapi.
"Kau memang benar. Aku bersyukur karena memiliki istri sepertimu. Terima kasih sudah berkerja keras sampai hari ini. Kau istri dan seorang ibu yang hebat. Aku sungguh mencintaimu sayang."
Lalu Richard memberikan kecupan kilat di bibir Naya. Direspon dengan tatapan mata yang tajam.
"Ish! Sudah aku bilang, jangan suka cium-cium sembarang! Bagaimana jika anak-anak kita melihat? Mata mereka jadi terkontaminasi tahu!" kesal Naya.
Richard hanya terkekeh menanggapi kekesalan Naya itu.
"Iya maaf sayang. Itu tadi yang terakhir. Aku tidak lagi-lagi mencium mu di sembarang tempat," ucap Richard meyakinkan.
"Hehe, kalau terjadi lagi berarti itu salahmu sayang. Siapa suruh kau selalu saja menggodaku. Sudah memiliki anak tiga pun, kau mau terlihat awet muda sayang. Bagaimana aku tidak tergoda padamu?"
"Ish! Itu mah kau saja yang lemah sayang!" ucap Naya lagi.
"Hahahaha."
"Benar, aku memang selalu lemah jika berhadapan denganmu sayang," ucap Richard dengan jujurnya.
"Mama, papa!" panggil Ela ketika selesai berhitung.
"Iya sayang," jawab Naya dan Richard bersamaan.
Rupanya anak gadis mereka itu, hanya ingin memanggil saja lalu mencari keberadaan kakak-kakaknya yang bersembunyi.
Pemandangan tersebut merupakan pemandangan terindah bagi Naya dan Richard.
__ADS_1
"Aku ingin anak lagi sayang," ucap Richard tiba-tiba membuat Naya terus menatap ke arah Richard.
"Aku serius," ucap Richard lagi.
"Aku pikir-pikir dulu," jawab Naya.
"Yah ... "
dan cerita pun berakhir.
.
.
Tamat
****
Terima kasih ya untuk kalian yang sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir. Tak terasa rupanya cerita ini sudah berjalan begitu lama yaitu lima bulan.
Maaf jika selama aku menulis cerita ini masih banyak kekurangan. Karena aku pun masih belajar.
Untuk informasi lainnya, aku sudah membuat kisah Ele dan Alex di cerita baruku yang berjudul After Marriage. Yang penasaran dengan ceritanya bisa langsung favoritkan ya.
Cerita tentang anak-anak Richard dan Naya pun akan aku buatkan. Hanya saja menyusul karena aku mau menamatkan ceritaku yang lain dulu.
Untuk itu, sambil menunggu cerita anak-anak Richard dan Naya, kalian bisa mampir ke ceritaku yang lain.
Bitter Sweet Marriage
Cinta Dalam Doa
All I Want Is yang
After Marriage
__ADS_1
Jangan lupa follow akun Ig ku ya
@yoyotaa_