
Hari pernikahan Ethan dan Sari pun tiba. Acara pernikahan diadakan di hotel milik keluarga Ethan sendiri. Denada pun hadir sebagai keluarga dari Sari bersama bayi kecil Ansel. Sementara orang tua Sari sendiri tidak tahu bahwa anaknya akan dinikahi oleh anak konglomerat.
Semua keluarga Ethan dan sahabatnya hadir. Para tamu undangan sebagian besar adalah dari pihak Ethan sementara Sari, ia hanya meminta Denada dan Ansel saja.
Seusai janji suci diucapkan mereka semua memberikan selamat pada pengantin baru itu.
"Selamat Than, akhirnya kau menyusul kami juga. Jangan lupa siapkan stamina untuk malam pertamamu, haha," ujar Alex kemudian diberikan cubitan di pinggangnya oleh Ele.
"Aww, sakit sayang. Tanganmu itu kecil tapi mematikan."
Sementara Ele yang disinggung, ia tampak tidak peduli dan langsung bergiliran mengucapkan selamat juga.
"Selamat ya kak Ethan dan Sari, semoga pernikahan kalian langgeng. Kalau kak Ethan cari masalah, kau bisa curhat padaku. Biar aku yang bereskan," ucap Ele sambil memberikan senyumnya.
"Ele lebih baik kau jangan tersenyum, senyummu itu menakutkan. Seperti ada sesuatu yang tersembunyi di dalamnya," ucap Ethan.
Ele hanya mengernyitkan dahinya tak peduli. Ia kemudian mengajak Alex untuk turun dari pelaminan dan menikmati hidangan yang ada.
Dilanjutkan Richard dan Naya.
"Selamat ya Ethan dan Sari, semoga keluarga kecil kalian selalu bahagia. Kalau kau suntuk di rumah, kau bisa main ke rumahku."
"Ya, terima kasih," ucap Sari.
Richard menepuk pelan pundak Ethan. Ia bahagia melihat sahabat-sahabatnya akhirnya sudah memiliki pawangnya masing-masing. Itu artinya ia juga akan sedih karena tidak ada yang bisa ia manfaatkan untuk mengerjakan tanggung jawabnya di kantor.
"Selamat akhirnya si jomblo terakhir sudah sold out. Aku harap kau selalu ingat janji yang kau ucapkan tadi. Kehidupan berumah tangga itu tidaklah mudah, tapi aku yakin kalian berdua bisa melaluinya."
"Thank you. Semenjak menikah dan punya anak. Aura mu terlihat sangat bijaksana Rich. Richard yang dulu seketika menghilang entah kemana."
Richard pun tersenyum menanggapi ucapan tersebut.
Naya dan Richard pun turun dari pelaminan dan duduk di kursi yang kosong.
Kini giliran Denada yang mengucapkan selamat dengan menggendong Ansel.
"Selamat ya, aku turut senang melihat kebahagiaan kalian berdua. Aku berharap tidak ada kejadian buruk nantinya yang akan merusak rumah tangga kalian. Dan untukmu Ethan, tolong jaga Sari dengan baik. Aku akan sangat marah jika kau menyakitinya."
"Tenang saja, aku tidak akan menyakiti orang yang aku sayangi."
"Aku pegang janjimu"
__ADS_1
"Kak maaf, aku tidak bisa lagi tinggal bersama kakak," ucap Sari yang matanya berkaca-kaca.
"Hei, jangan menangis. Itu memang sudah seharusnya. Justru salah jika kau terus tinggal bersamaku. Tidak mungkin juga Ethan tinggal bersama kita. Memang keputusan terbaiknya adalah kau ikut bersama Ethan," ujar Denada.
"Tapi, kakak akan sendirian di rumah untuk menjaga Ansel," jawab Sari lagi.
"Tidak apa-apa. Lagipula Ansel sudah tidak menangis dan bangun di malam hari lagi dan dia lebih anteng sekarang. Jadi aku tidak terlalu kerepotan lagi."
"Intinya kau harus bahagia ya Sar. Dan disinilah dan bersama Ethan lah kebahagiaanmu. Kakak mau menikmati makanan dulu ya."
Selepas Denada turun dari atas pelaminan, Sari terus melihat Denada.
"Aku ingin sekali melihat kak Dena juga bahagia. Meskipun masa lalunya buruk tetapi setiap orang kan punya hak untuk masa depan yang lebih baik dan bahagia. Semoga saja kebahagiaan itu akan datang dalam waktu dekat."
"Iya kita memang tidak akan tahu bagaimana masa depan, tetapi melihatnya tampak lebih ceria, kau tidak usah khawatir. Dena pasti bisa menjalani hidupnya," ujar Ethan menanggapi.
Sari mengangguk, mereka berdua pun turun dari pelaminan dan menghampiri para sahabat yang tengah menikmati hidangan di meja.
Rupanya Naya mengingat wajah mantan tunangan Richard. Ia pun bertanya pada Sari dan Ethan.
"Apa tadi itu Denada yang terakhir memberi ucapan apa kalian?" Keduanya mengangguk.
"Kau tidak salah masih berhubungan dengannya?" tanya Alex yang membuat Sari jadi yang kebingungan. Jadi, Sari ini hanya tau Denada itu hamil di luar nikah saja dengan kekasihnya dan tidak tahu jika Denada pernah mengkhianati Richard sebagai mantan tunangannya.
"Tidak, lagipula Denada sudah menyesali perbuatannya dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik," ucap Ethan.
"Oh ..." Alex hanya ber-oh ria saja tanpa mau melanjutkan pembicaraannya lagi.
Naya pun melihat Denada lagi, ia berniat mangakt Denada untuk ikut bergabung dengan mereka. Namun, sayang Denada memilih untuk tidak bergabung. Karena ia sadar diri dan masih belum mau untuk bertemu dengan orang yang ada di masa lalunya. Ia masih merasa malu dan bersalah.
"Kok dia tidak mau bergabung bersama kita?" tanya Naya.
"Sudahlah sayang, tidak apa-apa," jawab Richard.
"Rencana bulan madu mau kemana kak?" tanya Ele tiba-tiba.
"Belum tahu sih," jawab Ethan.
"Kau mau kemana sayang?" tanya Ethan pada Sari.
"Tidak tahu," jawab Sari.
__ADS_1
"Rekomendasi dong tempat yang bagus dan cocok untuk bercinta!" pinta Ethan pada sahabat-sahabatnya.
Richard dan Naya yang memang tidak pernah bulan madu pun hanya menggeleng. Mereka selalu bercinta di kamar rumah atau kabur dari rumah dan menginap di hotel semalam. Hanya itu.
Tak hanya itu, rupanya Ele dan Alex pun belum melakukan bulan madu. Karena setelah tahu kebohongan Alex dan Ele, kedua orang tua mereka menyuruh Ele fokus pada kuliahnya. Mereka boleh bulan madu saat Ele libur semester. Pasangan ini pun sama-sama menggeleng.
"Lah, kenapa kalian pada menggeleng semua? Bukankah kalian pernah bulan madu?" tanya Ethan.
Kedua pasangan itu menggeleng bersamaan.
"Lalu kenapa kau bertanya padaku Ele?"
"Hanya ingin tanya saja, siapa tahu nanti aku yang dapat rekomendasi tempat dari Kak Ethan. Bisa saja kan?"
"Aih! Kalian ini memang ya! Nikah pada duluan, tapi bulan madu belum pernah. Kali ini aku yang akan mengawali kalian," ucap Ethan.
"Meskipun belum bulan madu dan hanya melakukan di kamar, tetap saja aku yang paling tokcer, sekali jadi langsung dua," ucap Richard dengan bangganya.
"Tidak seperti yang di sampingku ini, harus menahan diri untuk tidak mengeluarkannya di dalam," ledek Richard pada Alex.
Alex berusaha untuk menahan kekesalannya. Karena bagaimana pun apa yang dikatakan Richard memang benar. Ia memang terus menahan dirinya. Entah sampai kapan ia sanggup. Atau bahkan ia bisa saja mengingkari janjinya sendiri ada papi mertuanya.
"Tunggu saja, Ethan junior pasti juga akan segera hadir. Siap-siap nanti malam ya sayang."
Ucapan Ethan membuat wajah Sari bersemu merah. Ia sangat malu jika Ethan mengajaknya bercinta terang-terangan di hadapan sahabatnya apalagi itu akan menjadi malam pertama mereka.
Di lihat dari kejauhan, Denada merasa iri dengan kebersamaan mereka. Mereka bercanda tawa saling melempar senyum dan juga sudah menemukan kebahagiaan. Ia juga ingin menemukan pasangan hidupnya. Meskipun ia sanggup menjaga anaknya sendirian, tetap saja ia membutuhkan sosok laki-laki yang bisa menjaganya.
"Kapan aku bisa seperti mereka? Memiliki pasangan dan menikah?"
****
Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.
Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤠Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.
Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.
Jangan lupa follow akun Ig ku ya
@yoyotaa_
__ADS_1