Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 45 - Pernikahan


__ADS_3

Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari dimana pernikahan Naya dan Richard akan dilangsungkan.


Dekorasi pernikahan tersebut bernuansa putih begitu mewah dan megah. Tak lupa ada tulisan nama dari keduanya di dekorasi pernikahan. Dihiasi oleh lampu-lampu kecil gemerlap yang menyala-nyala di pinggiran dekorasi.


Di ruangan khusus untuk merias calon pengantin, Naya sedang dipakaikan bulu mata palsu sebagai tahap terakhir dari menghias wajahnya oleh si perias. Ia memakai gaun pengantin yang telah dipilih saat di butik waktu itu.


Jika kalian bertanya bagaimana perasaan Naya? Jawabannya adalah ia gugup dan gemetaran. Rasa gugup itu begitu terlihat dari raut wajah Naya yang terus gelisah. Sampai-sampai si perias mencoba untuk menenangkan rasa gugup Naya.


"Nona saya tahu anda sedang gugup sekarang. Namun, daripada memikirkan rasa gugup itu, lebih baik anda menarik napas kemudian membuangnya pelan-pelan agar rasa gugup itu bisa perlahan menghilang. Lagi pula ketika nanti sudah resmi menjadi suami istri, Nona pasti tidak akan gugup lagi. Saya jamin itu karena ada suami anda di samping anda."


"Terima kasih atas sarannya."


"Sama-sama nona. Make up sudah selesai. Anda bisa melihat hasilnya di cermin. Semoga sesuai dengan apa yang anda harapkan."


Naya pun berdiri dari duduknya dan bercermin. Ia melihat pantulan dirinya di cermin. Awalnya Naya tak percaya jika itu dirinya. Setelah di make up wajah Naya berubah menjadi lebih cantik dan membuat orang yang melihatnya akan terpesona dan selalu tertuju padanya.


"Suami anda pasti akan terpesona melihat aura kecantikan anda yang begitu terpancar mengenakan gaun dan make up hari ini. Semoga Nona dan Tuan Richard bisa menjadi pasangan yang diberkati oleh kebaikan," ucap si perias memuji dan memberikan doa.


"Terima kasih. Semua ini berkat kelihaian tangan anda. Ini sungguh-sungguh di luar dari ekspektasi ku. Benar-benar tidak terlihat seperti diriku melainkan orang lain."


Sementara di ruang yang satunya, Richard tengah bersiap mengenakan baju pengantin ditemani oleh Ethan dan Alex.


"Wah, akhirnya salah satu dari kita bakalan sold out juga. Jangan lupa unboxing nya disiarkan secara langsung, hihi," ucap Ethan meledek Richard yang sedang gugup.


"Sialan! Jangan harap kau bisa melihat aku meng-unboxing Naya!" jawab Richard dengan ketusnya.

__ADS_1


"Jaga emosimu Rich, usahakan emosimu stabil sebelum janji suci kalian dilangsungkan," ucap Alex yang menjadi pemenang di antara keduanya.


"Huft!" Richard terus-menerus menghela napas kasar. Ia benar-benar gugup. Jika disuruh memilih, Richard memilih untuk presentasi di depan para petinggi perusahaan dan kliennya saja karena ia yakin ia bisa menarik perhatian orang-orang tersebut. Beda hal nya dengan pernikahan. Ia tidak tahu bagaimana dan seperti apa atau hal apa yang harus ia presentasikan. Hal yang harus ia ucapkan adalah janji suci.


"Tenang saja. Semuanya pasti akan berjalan lancar. Aku sudah memastikan segalanya," ucap Alex menenangkan Richard.


"Waktunya mempelai pria menuju ke pelaminan sambil menunggu mempelai wanitanya menghampiri," lanjut Alex lagi.


Richard, Ethan dan Alex pun keluar dari ruangan dan menuju ke pelaminan untuk mengantarkan Richard. Kemudian Alex dan Ethan duduk di kursi terdepan.


Balik lagi ke Naya, kini ia sedang gusar menunggu waktunya tiba ia akan berjalan ditemani Ele menuju ke pelaminan.


"Tenang kak. Sebentar lagi juga kakak akan menjadi istri kak Richard. Otomatis akan menjadi kakak sepupu ipar ku. Kak Richard sudah bersiap dan sekarang berada di atas pelaminan. Sebentar lagi kita akan berjalan kesana. Cukup berjalan pelan dan fokus kak. Hilangkan kegugupan itu dan tenang. Anggap saja tidak ada orang yang melihat kakak. Anggap juga kita sedang berjalan ke tempat hiburan atau kemanapun yang kakak pikirkan. Bisa?" Naya mengangguk. Dalam hal ini, Ele bisa jadi lebih dewasa darinya.


Richard yang melihat Naya pertama kali keluar dari sebuah pintu, ia begitu terpesona oleh Naya. Rasanya ia ingin sekali mencongkel semua mata orang yang memandang Naya dengan n*fsu. Ingin sekali ia mengurung Naya untuknya sendiri. Namun, itu tidaklah mungkin. Ia hanya bisa menahan semua kekesalan itu di dalam hatinya.


"Kau cantik sekali sayang. Aku benar-benar tidak sabar untuk melakukan malam pertama kita," ucap Richard menatap Naya dari atas pelaminan tanpa berkedip.


Hingga akhirnya Naya telah sampai di atas pelaminan, berdiri di samping Richard. Keduanya mengucapkan janji suci dengan lantang. Setelah itu, mereka melakukan pemasangan cincin satu sama lain.


Wajah bahagia terpancar di wajah Richard saat Naya sudah resmi menjadi miliknya seutuhnya. Tanpa disuruh, Richard langsung mencium bibir Naya di depan para keluarga dan tamu undangan yang hadir. Ia mencium Naya dengan lembut dan penuh cinta. Ciuman itu tak berlangsung lama. Wajah Naya tersipu karena malu. Richard yang melihat itu semakin tergoda dan ingin mencium Naya lagi.


"Kau tahu Naya, wajahmu yang tersipu seperti itu membuatku ingin terus mencium mu. Namun, aku sadar aku tidak bisa melakukannya disini. Aku akan melakukannya nanti di saat malam pertama kita. Persiapkan dirimu. Aku akan membawamu melayang ke langit ke tujuh. Aku ingin dengar d*sahan mu saat memanggil namaku," bisik Richard di telinga Naya.


Naya semakin tersipu. Padahal ia sudah tau dan hapal sekali sifat mesum dari Richard. Namun, tetap saja, terkadang ia belum siap dengan serangan dadakan dari Richard walaupun itu hanya ucapan.

__ADS_1


Selesai itu, para keluarga dan sabahat Richard maupun Naya naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat dan berfoto bersama.


"Selamat ya untuk anak mama yang sudah tidak jomblo lagi. Mama hanya berharap kau bisa bertanggungjawab terhadap istrimu. Bisa melakukan kewajiban mu dan memberikan hak untuk istrimu. Setia lah padanya. Hanya itu yang mama selalu panjatkan," ucap Helen sambil memegang kedua tangan Richard. Setelah itu, Helen memeluk anak laki-lakinya.


"Nay, satu pesan mama untukmu. Terima apa adanya suamimu. Jika dia berbuat salah tolong ingatkan, jangan malah membiarkannya. Laki-laki itu memang tidak suka dikekang. Namun, ia juga tidak suka jika tidak diperhatikan. Jadi, pandai-pandailah untuk membuat suamimu tidak bisa jauh darimu, Nay," ucap Helen lalu memeluk Naya.


"Naya mengerti ma. Terima kasih nasehatnya. Naya akan mengingatnya."


"Mama bahagia melihat Richard menikah denganmu. Setidaknya mama tahu kau adalah wanita yang baik hati maupun lisannya. Mama percayakan anak mama yang nakal itu padamu." Naya mengangguk lagi.


Mendengar kata nakal dari mulut mamanya, Richard langsung mengeluarkan suaranya.


"Mama! Ini aku lagi nikahan lho! Kenapa malah jadi bahas aku yang nakal? Lagian kalo nanti nakal sama istri mah gapapa. Kalo tidak nakal, nanti tidak masuk-masuk ke lubang. Terus nanti kapan mama dapat cucu lagi nya?" celetuk Richard.


"Astaga! Richard malu sama mama mertuamu!" marah Helen. Richard hanya terkekeh mendengarnya. Toh, sepertinya mama mertuanya tidak ambil pusing ucapan Richard.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.

__ADS_1


__ADS_2