Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 61 - Apa hubungannya dengan Richard?


__ADS_3

"Apa sudah selesai? Atau masih ada lagi yang kau sembunyikan dariku?" tanya Richard.


Alex menggeleng. Tandanya sudah tidak ada lagi rahasia yang ia sembunyikan dari Richard. Setelah ini, ia akan pasrah dengan apa yang akan Richard pilih. Entah itu akan tetap menjadi sahabatnya atau akan membencinya.


"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku. Aku sudah mengetahui semuanya. Namun, mataku tetap buta, dan telingaku seakan tuli. Aku masih berpikir kalau dia hanya dijebak oleh Nicolas. Aku masih berharap bisa memperbaiki semuanya. Hingga saat Naya hadir, harapan itu hilang begitu saja. Naya membawa harapan baru untukku."


Alex terkejut bukan main. Ternyata selama ini Richard mengetahui semuanya. Ia hanya berpura-pura tidak tahu dan Alex tidak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Richard. Jika ia sudah tahu, seharusnya ia tidak mengajak Nicolas untuk bekerja sama dengan perusahaannya. Benar-benar tidak pernah ia duga sebelumnya.


"Kau! Sia-sia aku khawatir padamu kalau nyatanya kau sudah mengetahui semuanya!" kesal Alex pada Richard.


Richard hanya terkekeh mendengar kekesalan Alex. Sejujurnya ia tak ingin berpura-pura tidak tahu. Hanya saja ia ingin tahu sampai kapan Alex akan menyembunyikan kebohongan darinya dan menunggu Alex mengatakannya secara langsung padanya. Dan ternyata, inilah waktunya.


"Terima kasih Lex. Kau adalah sahabat, teman, saudara, dan keluarga bagiku. Aku tidak tahu, bagaimana jadinya aku tanpamu yang selalu mencari kebenaran tentang masalah yang menimpaku. Terutama mengenai kecelakaan ku dan kakak-kakakku. Aku benar-benar berterimakasih dan beruntung memiliki sahabat sepertimu."


Richard mendekat ke Alex dan memeluk tubuh pria tersebut. Banyak sekali hal yang dilakukan pria tersebut untuk hidupnya. Entah bagaimana Richard harus membalas semuanya. Rasanya sebuah materi tidaklah pantas untuk membalasnya. Richard hanya bisa membalas dengan sebuah persahabatan yang seperti keluarga untuknya.


Alex pun membalas pelukan Richard. Inilah yang ia suka dari Richard, pria itu tak pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih.


Keduanya pun melepas pelukan. Lalu tiba-tiba tertawa. Yang satu mengingat kebodohannya di masa lalu. Yang satu mengingat tentang ketakutan yang tak berarti.


Tentang apa yang Richard rencanakan saat ini, Alex akan tetap mendukungnya meskipun Richard belum memberikan kode ataupun arahan untuknya bergerak. Namun, Alex yakin, jika Richard sudah bergerak, semua yang ia sentuh akan hancur berkeping-keping dan tak akan pernah bisa menyatu kembali.


***


Di tempat lain, Ele dan Naya sedang berkeliling di mall mencari pakaian untuk Naya. Ia merasa kasihan melihat kakak sepupu iparnya yang selalu memakai pakaian sederhana setiap harinya. Ya, walaupun Naya tetap terlihat cantik memakai pakaian itu.

__ADS_1


"Kak, aku belikan baju yang itu, ya?"


Ele menunjuk sebuah dress cantik yang panjangnya di atas lutut. Naya menggeleng. Ia benar-benar tidak ingin baju baru. Ia mau diajak karena terpaksa.


"Ayolah kak, mau ya? Sekali saja. Sekalian saja kita buat kejutan untuk Kak Richard. Aku akan mendandani kak Naya dengan style yang baru. Pasti kak Richard akan menyukainya ketika ia sudah sampai rumah nanti," bujuk Ele pada Naya.


Naya pasrah. Percuma saja menolak, Ele pasti akan tetap memaksanya. Ele dan Richard itu satu spesies yang sama. Sama-sama suka memaksa.


"Baiklah kalau begitu. Mari kita pilih-pilih bajunya. Pokoknya hari ini aku akan membuat Kak Naya secantik bidadari."


Ele sangat antusias sekali. Ia bahkan memilih banyak pakaian untuk Naya. Seolah-olah ia tengah memilih permen saja. Padahal bagi Naya, sayang sekali uangnya jika hanya untuk membeli baju dengan harga satuannya sampai berjuta-juta. Lebih baik beli di pasar, uang seratus ribu saja bisa mendapat dua daster.


Setelah selesai memilih, Ele membayar belanjaan di kasir. Lalu keduanya keluar dari toko pakaian tersebut. Ia mengajak Naya pergi ke tempat potong rambut. Untuk menciptakan style barunya. Naya harus memotong rambut panjangnya.


"Untuk apa kita kesini? Kau ingin memotong rambutmu, Ele?" tanya Naya.


"Aku belum bilang pada kakakmu. Kalau dia marah bagaimana?" Naya takut Richard tidak menyukai jika rambut panjangnya dipotong.


"Kak Richard pasti akan menyukainya selagi itu adalah Kak Naya. Mau seperti apapun potongan rambut kak Naya. Kak Richard tidak akan mempermasalahkan itu. Yang terpenting kakak tidak merubah wajah dan sifat kakak. Itu saja," jawab Ele dengan lugasnya.


"Baiklah," jawab Naya.


Rambut panjang Naya dipotong sampai bahu. Kini Naya terlihat seperti anak SMA yang baru saja keluar dari sangkarnya. Tampilannya sekarang, terkesan lebih fresh dan lebih manis. Ele tersenyum melihat itu. Sesuai ekspektasinya.


Lalu, Ele mengajak Naya berkeliling lagi di mall selesai rambut Naya dipotong. Ia mampir ke restoran untuk membeli makanan untuk dibawa pulang ke rumah.

__ADS_1


Tanpa disangka, ternyata ada seseorang yang terus memperhatikan salah satu diantara mereka. Ia bahkan mengikuti keduanya secara diam-diam.


"Akhirnya aku menemukanmu gadis kecil. Setelah ini, aku tidak akan kehilangan jejak mu lagi. Sudah cukup bertahun-tahun aku selalu terbayang wajah cantikmu."


Kedua wanita itu berjalan menuju parkiran dan memasuki salah satu mobil yang harganya sangat fantastis. Kemudian mengemudikan mobil tersebut keluar dari area mall.


Tidak ingin sampai kehilangan jejak lagi, pria tersebut pun mengikuti mobil itu dari belakang.


Sekitar 30 menit, akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah besar bak istana. Si pria itu terheran-heran saat mobil tersebut berhenti di kediaman rumah Richard.


"Siapa sebenarnya gadis itu? Apa hubungannya dengan Richard?"


Nicolas bertanya-tanya. Karena ia benar-benar tidak memiliki data apapun mengenai gadis kecil yang pernah menolongnya itu. Ia hanya mengingat wajah dan rasa cemas yang gadis kecil itu perlihatkan saat menemukan dirinya yang mengalami kecelakaan.


"Lebih baik besok aku mencari tahu lagi. Yang terpenting sekarang aku sudah mengetahui dimana keberadaannya dengan begitu aku akan lebih mudah menjumpainya," ucap Nicolas.


Nicolas pun melakukan mobilnya menjauh dari kediaman Richard. Ia tersenyum senang ketika menemukan titik terang untuk gadis kecil itu. Wajah cantiknya dulu kini bermetamorfosis menjadi wanita yang jauh lebih cantik bahkan terlihat sekali aura dan karismanya. Rasanya Nicolas benar-benar tidak sabar untuk bertatap muka langsung dengan gadis itu.


Hanya saja, ia tidak tahu, apakah gadis itu masih mengingat dirinya atau tidak? Karena kecelakaan itu sudah lama sekali berlalu. Jikalau ia tidak mengingatnya, Nicolas akan membuat gadis itu mengingatnya dan membuatnya jatuh cinta padanya. Ia tidak pernah sepenasaran ini dengan seorang wanita. Hanya gadis itu seorang yang bisa membuatnya penasaran tak karuan. Bahkan Denada saja tidak bisa menggoyahkan hatinya meskipun telah memberikan tubuhnya untuk ia cicipi.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.

__ADS_1


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


__ADS_2