Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 125 - Semalam pergi dari rumah


__ADS_3

Richard sudah kembali ke rumahnya bersama dengan Ele. Ele langsung masuk ke kamarnya dengan berjalan melewati Richard begitu saja.


Awalnya Naya ingin menyapa Ele, akan tetapi tidak ia lakukan saat melihat wajah Ele yang sepertinya tidak ingin diajak berbicara. Akhirnya ia menghampiri Richard yang duduk di sofa ruang tamu.


"Sedari tadi aku tidak melihat Ele keluar dari kamar sayang. Kenapa tiba-tiba dia muncul dari arah depan?" tanya Naya.


"Dia memang semalam tidak di rumah. Jadi tidak mungkin akan keluar dari kamarnya sayang," jawab Richard.


"Lalu kenapa kau tidak berangkat ke kantor?"


"Setelah tahu Ele tidak ada di rumah, aku langsung pergi ke rumah Alex. Aku memergoki mereka berdua tidur seranjang. Oleh karena itu, aku meminta mereka berdua untuk segera menikah. Dan sekarang kepalaku benar-benar pusing memikirkan hal itu sayang," jawab Richard.


"Apa lebih baik aku meliburkan diri saja ya hari ini sayang?" tanya Richard pada Naya.


"Kalau kau maunya begitu, ya sudah. Tapi jangan sering-sering meliburkan diri, kasihan Leon sayang. Dia pasti kewalahan mengerjakan tugasmu di kantor," nasehat Naya pada Richard.


"Tidak apa, tenang saja Leon akan aku kasih hadiah karena sudah bekerja keras. Lagian aku juga merindukanmu sayang. Semenjak hadirnya si kembar, aku merasa terabaikan. Bahkan sampai saat ini aku belum pernah menyentuhmu lagi, karena setiap kali kita akan melakukan itu, kedua anak kita selalu saja menangis," gerutu Richard mengutarakan isi hatinya.


Naya berusaha untuk tidak tertawa. Yang benar saja, masa Richard cemburu terhadap anaknya sendiri.


"Lalu kau mau apa sayang?" tanya Naya.


"Hm?" Richard tampak berpikir.


"Apa kau sudah menyiapkan ASI mu di dalam kulkas sayang?" tanya Richard.


"Sudah, karena sekarang ASI ku selalu keluar berlebihan. Kan sayang jika tidak aku masukan ke dalam botol," jawab Naya.


"Bagus, kalau begitu, untuk hari ini saja kita pergi dari rumah semalaman. Tenang saja besok juga kita sudah akan pulang. Aku hanya ingin menikmati waktu berdua bersamamu," ajak Richard.


Sebenarnya Naya tidak rela jika harus meninggalkan anak kembarnya dan Elnan di rumah tanpa ada dirinya meskipun hanya semalam. Hanya saja, ia juga tidak tega karena Richard selalu gagal menuntaskan hasratnya padanya karena terganggu oleh tangisan kedua anak kembarnya. Alhasil, ia memilih untuk mengikuti kemauan Richard.


"Baiklah," jawab Naya menyetujui ide Richard.


"Yes! Terima kasih sayang."

__ADS_1


Richard mengucapkan terima kasih sambil mengecup bibir Naya berkali-kali. Sebelum pergi Richard menulis catatan di kamar sang anak, ia sengaja melakukan itu karena memang nanti ia akan mematikan ponselnya supaya ia bisa puas menyalurkan hasratnya tanpa ada gangguan sedikit pun.


****


Sore harinya, Mama Helen kewalahan mengasuh si kembar, kedua bayi itu terus menangis.


"Duh, cucu oma yang ganteng dan cantik jangan nangis ya sayang," ucap mama Helen mencoba untuk menenangkan si kembar.


"Nani! Sebenarnya Naya kemana? Kenapa dia tidak ada di rumah?" tanya Mama Helen.


"Maaf nyonya. Saya tidak tahu, saya tadi hanya melihat Nona Naya dan Tuan Richard keluar berdua. Mereka juga tidak mengatakan apapun," jawab Nani.


"Haish! Ini pasti ulah anak nakal itu!" umpat mama Helen.


Ketika sudah berhasil menenangkan kedua cucunya. Mama Helen bernapas lega. Untung saja Elnan tidak ikut-ikutan rewel seperti adik kembarnya. Kalau iya, mungkin saja Mama Helen akan murka ketika kedua pasangan kabur itu pulang ke rumah.


"Nyonya, ini ada catatan, sepertinya dari Tuan Richard. Karena sewaktu saya membersihkan kamar ini, tidak ada kertas disitu."


Mama Helen meraih catatan itu dan membacanya.


Richard, anakmu tersayang


Mama Helen menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tidak habis pikir dengan pikiran anaknya. Si kembar saja usianya masih beberapa bulan, ia sudah ingin menambah anak lagi.


"Dasar anak itu! Heran! Sebenarnya dulu aku mengidam apa hingga mempunyai anak yang mesumnya tingkat akut!"


****


Sementara kedua pasangan itu, kini tengah menikmati malam mereka di sebuah hotel mewah. Keduanya tengah duduk di tepi kolam renang dengan Naya yang hanya memakai pakaian dalamnya saja, dan juga Richard yang memakai celana pendeknya.


Tak hanya itu, Richard juga menyiapkan kembang api untuk Naya yang akan dilihat sebentar lagi.


Suara tembakan kembang api pun terdengar, Naya menatap ke langit sambil memendarkan kepalanya di bahu Richard.


"Apa kau yang menyiapkan semua itu sayang?" tanya Naya.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya menyuruh para pegawai," jawab Richard.


Naya terkekeh pelan. Tentu saja ia tahu semua itu. Tidak mungkin Richard yang menyiapkannya karena jelas-jelas pria itu ada di sampingnya.


"Tetap saja, walaupun begitu, kau selalu punya cara untuk membahagiakan aku. Terima kasih," ucap Naya.


"Hanya terima kasih saja nih? Tidak ada hadiah untukku?" tanya Richard yang tiba-tiba menjauhkan tubuhnya dari Naya.


"Bukankah waktu kita berdua sudah menjadi hadiah untukmu?" jawab Naya.


"Benar juga." Tiba-tiba Richard menyadari hal itu. Mereka pergi dari rumah kan untuk menghabiskan waktu berdua. Kenapa ia bisa lupa?


"Baiklah, kalau begitu, mari kita mulai sayang," ujar Richard yang kemudian menarik tubuh Naya ke pelukannya. Kemudian ia menceburkan diri dengan Naya ke dalam air, mereka berciuman di dalam air.


Setelah merasa kedinginan dan sudah tidak kuat menahan gejolak hasrat dalam tubuhnya, Richard menggendong Naya ala bridal style ke dalam kamar. Mereka melanjutkan lagi apa yang belum mereka tuntaskan di dalam kolam. Keduanya saling berbagi kehangatan di suasana malam yang penuh cinta.


Sudah hampir satu jam mereka bercinta, Richard pun mengakhiri kegiatan mereka dengan mengecup kening Naya.


"Setelah melahirkan si kembar, kau semakin seksi sayang. Kedua mainan ku pun semakin menggoda. Aku benar-benar tidak bisa berhenti memainkannya," ujar Richard sambil memainkan kedua benda bulat itu.


"Aku mengantuk, bisakah kita tidur sekarang? Dan kau singkirkan tanganmu itu!" ucap Naya dengan suara yang melemah.


"Baiklah, kita tidur sayang."


Richard pun membiarkan Naya tidur. Sebenarnya tujuannya mengajak Naya untuk pergi dari rumah semalam bukan hanya ingin berdua dengan Naya saja, ia juga ingin memberikan waktu istirahat untuk Naya. Karena Richard tahu, mengurus kedua bayi kembar dan juga Elnan itu bukanlah hal yang mudah. Naya sudah sangat kelelahan. Ia ingin memberikan Naya hadiah karena sudah menjadi ibu dan istri yang baik.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2