Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 89 - Tunggu saja kepulanganku


__ADS_3

"Dasar laki-laki b*jingan!" pekik Ele sambil memukul stir mobil Alex.


"Aduh! Mobil kesayanganku jangan kau pukul-pukul begitu Ele."


Bukannya merasa bersalah, Ele malah memberikan tatapan tajam kepada Alex. Alex langsung menciut seketika.


"Si-silahkan lanjutkan," ucap Alex yang yang takut akan tajamnya tatapan mata Ele yang masih dikuasai emosi.


Seumur-umur ia mengenal wanita, ini pertama kalinya, nyalinya menciut dan tak mampu lagi berkata-kata.


Ele segera mengendarai mobil Alex dengan kecepatan tinggi. Ia bahkan sampai menyalip mobil yang di dalamnya ada Naya.


Setelah sampai di rumah, Ele melihat mobilnya sudah berada di halaman rumahnya. Itu berarti mobilnya sudah selesai diperbaiki. Baik Alex maupun Ele keduanya keluar dari dalam mobil dan berdiri di depan mobil Alex sambil menunggu mobil yang ditumpangi Naya sampai ke rumah.


"Thank you kak, nanti akan aku transfer biaya perbaikannya," ucap Ele pada Alex.


"Santai, tidak perlu kau bayar. Anggap saja sebagai biaya aku mendapatkan tontonan menarik darimu tadi. Tendangan mu itu sungguh sangat luar biasa."


Alex memuji Ele. Tentunya bukan dibalas dengan ucapan terima kasih oleh Ele. Ele malah mengomeli Alex.


"Kau ini! Bukannya membantu aku menjauhkan laki-laki itu dari kak Naya, malah asik menonton saja! Dasar laki-laki pengecut!" ejek Ele.


"Aku bukan pengecut! Aku hanya percaya bahwa kau sendiri pun bisa menghadapi laki-laki tak berguna itu. Lagipula jika aku yang turun tangan langsung, bisa dipastikan bukan hanya burungnya saja yang bengkak, bisa jadi seluruh tubuhnya sudah babak belur karena pukulan dariku," ucap Alex dengan percaya dirinya.


"Cih, percaya diri sekali dirimu kak. Persis sekali dengan seseorang yang tidak ada disini sekarang."


Orang yang dimaksud oleh Ele tersebut adalah kakak sepupunya sendiri.


Tak lama kemudian mobil yang di dalamnya ada Naya pun memasuki halaman rumah. Naya, Nani yang menggendong Elnan, dan sang supir, satu per satu keluar dari dalam mobil.


Sang supir pun menghadap ke Ele, ia sudah pasrah jika kena marah oleh majikannya.


"Apa kau tahu kesalahanmu!?" tanya Ele dengan nada tinggi.


"Maafkan saya Nona Ele. Tadi saya sudah melarang Nona Naya untuk keluar, tapi ia tetap mau keluar dari dalam mobil," ucap sang supir.

__ADS_1


"Meskipun begitu, kau harus tetap menjaga kak Naya, setidaknya jangan biarkan Kak Naya keluar sendirian. Kau tahu kan kalau kak Naya sedang mengandung? Bagaimana jika orang yang ia hampiri adalah orang jahat yang sengaja menghentikan mobil yang dikendarai olehmu!" marah Ele.


"Maafkan saya Nona. Saya mengaku bersalah. Saya rela mendapatkan hukuman apapun. Asalkan jangan pernah pecat saya," ucap sang supir memohon.


"Katakan hal itu pada kak Richard setelah dia kembali nanti. Karena orang yang berhak memberikan hukuman adalah dia. Aku hanya menegur mu dan jangan sampai kau ulangi lagi. Jika sampai hal seperti ini terjadi lagi, mungkin saja kak Richard bisa melakukan hal buruk padamu."


Setelah mengatakan itu, Ele langsung meninggalkan sang supir begitu saja diikuti Alex yang berjalan di belakangnya.


Merasa ada seseorang yang berjalan di belakangnya, Ele menoleh.


"Untuk apa kau ikut masuk ke dalam? Apa kau tidak memiliki kesibukan lain?" tanya Ele.


"Ada, kesibukanku yaitu mengikuti mu," jawab Alex.


Hanya dibalas dengan tatapan aneh oleh Ele. Bisa-bisanya hal semacam itu dibilang kesibukan. Benar-benar lelaki aneh.


"Terserah mu saja lah kak. Sekali lagi terima kasih atas bantuan mu, kalau kau tadi tidak datang. Mungkin saja nasibku sudah di ujung tanduk sekarang. Sang raja akan marah padaku," ujar Ele sambil membayangkan bagaimana aura sepupunya yang marah karena kelalaian dirinya.


"Itu artinya kau berhutang budi padaku. Aku juga mempunyai hal bagus yang aku dapatkan."


Alex mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. Lalu memperlihatkan video dimana Ele beradu mulut dengan Nicolas sampai Ele yang menendang burung Nicolas.


"Ya, dan itu akan membantu jika kau kirimkan video itu pada kak Richard. Aku yakin Kak Richard akan membuat lelaki itu kelabakan dengan masalah yang akan ia hadapi karena sudah berani mengusik kak Richard," jawab Ele dengan seringai di bibirnya.


"Kau benar. Dengan senang hati aku akan mengirimkan video tersebut."


Alex pun langsung mengirim video tersebut pada Richard. Ia tinggal menunggu bagaimana respon lelaki itu saat menonton isi yang ada di dalam video.


"Selesai, hanya perlu bom meledak saja," ucap Alex. Ele pun mengangguk.


***


Sementara Nicolas, ia sudah pergi dari jalanan tadi dan kini sudah berada di apartemennya. Ia merintih kesakitan akibat tendangan maut dari Ele.


"Huh! Dasar wanita si*lan! Gara-gara dia datang aku jadi tidak bisa membawa Naya bersamaku! Seharusnya sekarang Naya sudah berada di sisiku! Awas saja aku akan membuatmu merasakan sakit seperti apa yang aku rasakan!" tekad Nicolas sambil menahan sakit.

__ADS_1


Sebelum ke apartemen, tadi ia sudah membeli salep di apotik untuk mengobati burungnya.


"Jangan sampai gara-gara tendangan tadi burungku tidak bisa berdiri lagi. Aku akan benar-benar melenyapkan wanita si*lan itu!" geram Nicolas.


Ia pun mengambil salep yang dibelinya dan mengoleskan pada burungnya sedikit demi sedikit. Rasanya ngilu.


Butuh waktu berhari-hari untuk memulihkan rasa sakitnya, itu juga akan mempengaruhi rencana untuk ke depannya.


***


Paris


Malam hari selesai melakukan pertemuan dengan para investor, Richard merebahkan tubuhnya di ranjang hotel. Seharian tadi, ia tak sempat untuk melihat bahkan memegang ponselnya sama sekali.


Saat membuka ponselnya, ia mendapatkan banyak pesan dari kolega bisnisnya, dari sang mama, sang istri dan Alex sahabatnya.


Jarang sekali Alex memberikan kiriman video padanya. Karena penasaran, Richard langsung membuka pesan Alex.


Betapa terkejutnya Richard saat melihat isi video tersebut. Ia mengepalkan tangan kirinya seolah ingin meninju seseorang. Bukan marah karena ternyata Nicolas lah dalang utama ia kehilangan banyak investor akan tetapi karena lelaki itu dengan beraninya menyentuh istrinya. Isti yang begitu ia cintai.


Bahkan sekarang amarahnya sudah sampai di ujung, andai kata Nicolas ada di hadapannya, Richard tidak akan tinggal diam. Ia akan membuat Nicolas tahu ganjaran apa yang akan ia dapatkan karena telah mengusik sesuatu yang sudah menjadi miliknya. Apalagi sesuatu itu sangat berharga baginya.


"Aku sudah baik, tidak membuatmu ikut mendekam di penjara bersama sepupumu itu, Nicolas. Rupanya kau masih menjadi kacung si Rico. Kau salah jika berpikir aku akan kesusahan menangani para investor itu. Justru malah mereka lah yang kini memohon untuk kembali bekerja sama denganku. Tunggu saja kepulangan ku. Aku akan membuat perhitungan denganmu," ujar Richard dengan seringai dari bibirnya.


****


Maaf sekali, 2 hari kemarin aku menghilang. Itu semua karena kondisi kesehatanku yang menurun alias sakit.


.


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.

__ADS_1


Jangan lupa follow aku Ig ku ya


@yoyotaa_


__ADS_2