Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 76 - Habis manis sepah dibuang


__ADS_3

Naya menemani Richard di kantor sampai waktunya jam pulang kerja. Tentunya Naya harus banyak bersabar dan memaklumi sifat Richard yang manjanya tingkat dewa. Ditinggal sedikit saja untuk mengambil minum, Richard langsung melarangnya. Ia malah meminta Leon untuk mengambilkan air untuk Naya. Richard tidak akan membiarkan Naya jauh sedikit pun darinya.


Richard merapihkan semua berkas menjadi satu tumpukkan di atas mejanya. Kemudian ia menuju ke Naya yang duduk di sofa untuk mengajak Naya pulang.


"Ayo pulang, pasti kau lelah menungguku bekerja," ucap Richard sambil menyentuh rambut Naya. Naya mengangguk.


Keduanya pun keluar dari ruangan kerja Richard. Jangan tanya bagaimana sikap Richard. Ia menjadi overprotektif pada Naya. Ia bahkan terus menggenggam tangan Naya bahkan sesekali ia meraih pinggang Naya ketika ada karyawan pria yang melewatinya.


Naya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka Richard yang mesum itu, akan sangat overprotektif menjaganya.


Saat sampai di parkiran, Richard membukakan pintu mobil untuk Naya.


"Silahkan masuk istri," ucap Richard.


Setelah Naya masuk ke dalam mobilnya, ia pun menutup pintu mobil dan memasuki pintu mobil kemudinya.


Di perjalanan, rupanya Naya tertidur. Richard melihat itu dan mengelus rambut istrinya.


"Hanya kau yang bisa mengerti aku. Aku tidak butuh apapun lagi saat aku bersamamu. Aku cuma berharap kau akan segera mengutarakan isi hatimu dan mengucapkan cinta untukku. Aku tidak sabar menantikannya. Wajah merona merah dan tersipu malu," ujar Richard sambil membayangkan Naya mengucapkan cinta untuknya.


****


Di tempat lain,


Alex sedang mengumpulkan semua bukti dan menyimpannya dengan aman, karena sebentar lagi masa kesenangan Rico akan berakhir dalam hitungan Minggu. Tentunya ia sebagai orang yang selalu mengamati pergerakan dan keseharian Rico sudah geram dengan tingkah pria yang satu itu.


"Berbahagialah kau untuk sekarang Rico, karena sebentar lagi, semua kebusukan mu akan terbongkar. Ketika hal itu terjadi, kau tidak akan mungkin bisa mengelak bahkan kekuasaan mu saja tidak bisa membantumu," ujar Alex dengan smirk di bibirnya.


Alex benar-benar menantikan hancurnya Rico. Ia juga sudah tidak sabar untuk menyaksikan raut wajah Rico ketika kehancuran datang padanya. Ia dan Richard sudah mempersiapkan rencana dan kejutan yang tak pernah Rico bayangkan.

__ADS_1


"Kau mungkin saja bisa membohongi Richard. Tetapi tidak denganku. Gunanya aku sebagai sahabatnya adalah menjaganya agar tetap berdiri tegak meskipun ada banyak parasit yang menempel padanya."


****


Malam harinya, Denada mendengar seseorang masuk ke dalam apartemen. Sudah pasti dan tidak bukan itu adalah Nicolas. Ternyata harapannya terkabul, Nicolas benar-benar ada di hadapannya.


"Nic," panggil Denada.


Nicolas tak menghiraukan Denada sama sekali. Ia langsung masuk ke dalam kamar dan mengambil barang yang ia cari. Denada pun mengikuti Nicolas masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Kunci itu ia simpan di saku bajunya.


Kali ini Denada ingin berbicara serius dengan Nicolas mengenai hubungannya dan calon bayi yang ada di kandungannya.


"Nic, listen to me!" pinta Denada dengan suara agak tinggi. Semenjak hamil, Denada menjadi susah untuk mengontrol emosinya.


Nicolas langsung terdiam dan berbalik arah menatap Denada. Tentunya dengan tatapan yang tidak bersahabat.


"Bisakah kita bicara dari hati ke hati? Aku benar-benar bingung dengan semua ini. Aku dan kau itu sebenarnya apa? Kau mengatakan kau tidak mencintaiku, tetapi perlakuan mu justru menunjukkan sebaliknya," ucap Denada dengan menatap wajah Nicolas.


Nicolas mencoba melepaskan tangan Denada yang menggenggamnya.


"Jangan terus menghindar dari masalah ini. Aku butuh kepastian mu. Aku butuh kejujuran dari hatimu. Please ... " ucap Denada sambil menahan air matanya agar tidak terjatuh.


"Baiklah, aku akan mengatakan kejujuran padamu," ucap Nicolas.


"Asal kau tahu Denada, aku merekrut mu jadi model di perusahaan ku atas permintaan sepupuku. Selain itu, aku mendekatimu untuk membantu sepupuku menghancurkan orang yang dibencinya. Dia mendapatkan kehancuran dari orang yang dibencinya dan aku mendapatkan wanita untuk aku tiduri dengan gratis tanpa adanya transaksi. Kau yang awalnya polos tiba-tiba berubah jadi wanita liar saat di ranjang, dan itu suatu hal yang sulit aku dapatkan dari wanita yang pernah aku tiduri. Untuk itu, aku terus mempertahankan mu dengan menjadikanmu menjadi pacarku," jelas Nicolas.


Air mata yang sudah ia tahan dengan susah payah kini mengalir begitu derasnya. Rupanya selama ini ia hanya dijadikan teman ranjang oleh Nicolas. Lalu bagaimana dengan perhatian yang ia berikan pada lelaki itu? Tidak adakah sedikit rasa untuknya? Lalu pertunangan itu untuk apa dilaksanakan?


"A-pa se-dikit pun tak ada rasa cinta untukku? Lalu apa makna pertunangan itu untukmu?" tanya Denada sambil mengusap air matanya dengan salah satu tangannya.

__ADS_1


"Semua itu hanya rekayasa. Aku hanya meredam semua berita buruk tentangku yang mengatakan jika aku adalah seorang penjahat k*lamin. Dan kau, aku jadikan tameng untuk melindungi diriku dan meredam berita buruk itu. Rupanya itu berhasil," jawab Nicolas tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Jika kau menanyakan, apakah ada rasa cinta untukmu? Jawabannya adalah tidak. Aku menyukai seorang gadis yang menolongku dan kini aku sudah menemukannya. Aku akan menjadikannya wanitaku. Untuk itu, agar dia tidak berpikiran buruk tentangku. Gugurkan kandungan mu!"


Deg!


Jantung Denada rasanya seperti berhenti berdetak. Lagi-lagi kenyataan pahit yang harus ia dengar. Sudah tak pernah mendapatkan cinta dari Nicolas. Bayi yang dikandungnya pun tak diharapkan oleh ayahnya. Bagaimana bisa lelaki yang ada di hadapannya menyuruh dirinya untuk membunuh anaknya sendiri? Denada tidak setega itu. Sudah melakukan perbuatan yang salah, ia juga tidak ingin semakin berdosa dengan membunuh anak yang bahkan baru beberapa minggu ia kandung.


"Aku tidak akan menggugurkan kandunganku!" jawab Denada dengan lantangnya.


"Gugurkan atau kau pergi dari apartemenku!" ancam Nicolas yang kemudian melepaskan genggaman tangan Denada yang satunya dengan menghempasnya.


"Aku memilih pergi daripada mengugurkan janin yang tidak berdosa ini!" jawab Denada dengan mantapnya.


"Bagus! Perlu kau ingat! Jika kau pergi dari apartemenku, tentunya kau juga tidak bisa lagi bekerja di perusahaan ku!" ancam Nicolas lagi.


"Baik, aku akan pergi dari perusahaan mu juga! Jangan harap kau akan bertemu denganku dan anakku nantinya!" ujar Denada menggertak Nicolas juga.


"Silahkan! Lagian aku tidak menginginkanmu dan janin itu, untuk apa aku mengharapkannya? Buang-buang waktuku saja! Cepat bereskan pakaianmu!"


Sakit! Sungguh sangat sakit hati Denada. Ia benar-benar merasa jika dirinya adalah sampah bagi Nicolas. Habis manis sepah dibuang. Perumpamaan yang cocok untuknya.


***


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.

__ADS_1


__ADS_2