Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 46 - Pernikahan (2)


__ADS_3

"Selamat atas pernikahan kalian berdua. Ibu cuma bisa berharap dan berdoa supaya kalian bahagia. Ibu cuma titip pesan padamu Nak Richard. Tolong jaga Naya, dia adalah putri ibu satu-satunya. Jika suatu saat nanti pernikahan kalian sudah tidak bisa dipertahankan atau kau sudah tak mencintai Naya lagi. Tolong jangan sakiti dia atau menduakan nya. Cukup pulangkan saja pada ibu."


"Tenang saja ibu. Aku akan menjaga dan menyayangi Naya sepanjang hidupku. Aku janji tidak akan pernah menyakitinya. Ibu bisa percaya padaku," ucap Richard meyakinkan ibu Naya.


"Baiklah ibu percaya."


"Nay, jadilah istri yang patuh pada suamimu. Apapun yang dia minta sebisa mungkin harus kau turuti selagi kau bisa mengabulkannya. Kau juga jadi ibu yang baik untuk Elnan dan anak-anak mu kelak," pesan ibu Naya untuk Naya.


Keduanya pun saling berpelukan. Tak terasa air mata Naya menetes begitu saja.


"Jangan menangis Nay, ini adalah hari pernikahanmu. Harusnya kau tersenyum bahagia," ucap Ibu Naya sambil menyeka air mata Naya.


"Benar kata ibumu sayang. Kau harus tersenyum bahagia. Jangan sampai orang menyangka kau menikah karena terpaksa dan tidak ada kebahagiaan di dalamnya."


Naya pun berhenti menangis dan memberikan senyum termanisnya.


Setelah keluarga Naya maupun keluarga Richard memberikan selamat dan harapan serta doa. Kini giliran para sahabat Richard yang mendoakan.


"Selamat atas pernikahanmu, Rich. Saat malam pertama nanti ku harap jangan terlalu ganas. Kasian Naya dia belum tau seberingas apa dirimu. Takutnya dia menjerit kesakitan karena ulah mu, haha," ucap Ethan meledek Richard.


Richard mendengus mendengar ucapan Ethan. Ethan pun berganti bersalaman dengan Naya.


"Hati-hati nanti malam Nay. Lebih baik kau kunci pintu kamar supaya Richard tidak bisa masuk," ucap Ethan mempengaruhi Naya. Naya hanya mengangguk saja karena di sampingnya seorang pria tengah menatap tajam ke arahnya. Siapa lagi jika bukan Richard.


"Kau ini benar-benar teman yang tidak punya akhlak. Pergi kau! Bukannya mendoakan kau malah menakut-nakuti Naya dan mempengaruhinya untuk menghindar dariku!" ketus Richard pada Ethan.


Ethan hanya terkekeh. Ia sengaja melakukan itu, ingin mengetahui bagaimana respon Naya. Namun, ternyata wanita itu hanya mengangguk saja tanpa memikirkan apa yang ia katakan.


Dilanjutkan Alex yang bersalaman dengan Richard.


"Semoga kau bisa menjadi suami yang baik untuk Naya. Jangan pernah kau menyakitinya atau aku akan maju kembali untuk merebut istrimu!" ucap Alex mendoakan Richard kemudian mengancam Richard agar tidak menyakiti Naya sedikitpun.


"Enak saja mau merebut istriku! Langkahi dulu mayat ku," jawab Richard.


"Baguslah, selagi lagi selamat atas pernikahanmu, Rich. Aku senang akhirnya kau bisa membuka hatimu dan menemukan pendamping hidupmu."


Alex langsung memeluk Richard pertanda ia terharu dan juga bahagia. Bagaimana tidak? Alex sudah menjadi saksi bisu perjalanan hidup Richard dari yang gelap gulita menjadi terang benderang. Setelah beberapa menit berpelukan, Alex melepaskan pelukannya dan bergeser untuk menyapa Naya.

__ADS_1


"Nay, buatlah Richard jatuh cinta setiap hari padamu. Setelah itu, dia tidak akan pernah bisa berpaling darimu. Begitu juga sebaliknya kau jangan pernah mengkhianatinya, karena jika ketahuan, Richard tidak akan pernah memaafkan mu meskipun kau sampai berlutut di hadapannya. Ingat ucapan ku baik-baik."


Naya mengangguk. Ia akan ingat pada pesan yang di ucapkan Alex.


Giliran Ele yang memberikan selamat pada kakak sepupu dan kakak sepupu iparnya.


"Aku tidak mau mengucapkan selamat seperti yang lainnya. Aku hanya ingin kalian berdua bahagia. Bisa saling mengisi kekurangan. Bisa saling berbagi ketika ada masalah. Bisa saling percaya. Karena kepercayaan itu termasuk pondasinya suatu hubungan," ucap Ele yang seperti orang dewasa.


Richard tercengang mendengarnya. Tidak biasanya sepupunya akan mengatakan hal bijak seperti itu.


"Kak Richard jangan lupa jika buat ponakan untukku, ngaduknya yang lama biar sekalian dapat dua, haha," lanjut Ele lagi.


Rupanya dugaannya salah, Ele tetaplah Ele. Mau dia bijak atau dewasa. Sifat alaminya tetaplah jail.


Mendengar ucapan itu, Naya malah tersipu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya malam pertama mereka.


Ele pun berpindah ke hadapan Naya. Ia memeluk Naya kemudian mengucapkan sepatah kata pada Naya.


"Selamat datang di keluarga Kavindra, kakak ipar. Semoga kau tidak shock saat mengetahui sifat aslinya kak Richard. Kau pasti akan seperti mengurus bayi besar," ucap Ele disertai sebuah kekehan.


Richard mendelik seolah mengatakan 'jangan buka-buka aibku!' pada Ele. Sementara Ele ia semakin gencar membuka aib Richard.


Naya tersenyum mendengar ucapan Ele. Ia merasa dihargai dan diakui oleh keluarga Richard. Ele juga menawarkan dirinya untuk membantu jika Naya membutuhkan bantuannya.


Setelah itu Ele turun dari pelaminan, dilanjutkan dengan para kolega bisnis, dan para tamu undangan dari Richard maupun Naya.


Dua jam hampir berlalu, Naya merasakan kakinya sakit karena kelamaan berdiri untuk bersalaman dengan para tamu undangan. Ia pun duduk ketika acara sudah berakhir.


"Mau aku antar ke kamar?" tanya Richard menawarkan dirinya. Naya menggeleng.


"Benar tidak mau aku antar ke kamar? Kau sudah kelelahan Nay. Atau aku gendong saja bagaimana?" Naya menggeleng lagi.Ia hanya ingin duduk untuk mengurangi rasa sakit di kakinya.


"Baiklah, padahal jika kau mau ke kamar pun tidak masalah. Acaranya pun sudah berakhir Nay."


"Aku tak setega itu membiarkanmu sendirian disini. Walaupun acaranya memang susah berakhir akan tetapi masih ada beberapa tamu yang belum pulang, akan sangat tidak sopan jika kita yang jadi pengantinnya tidak ada di pelaminan."


"Aaaa, kau so sweet sekali sayang. Aku jadi semakin mencintai mu, muachh," ucap Richard lalu mencuri ciuman di bibir Naya.

__ADS_1


Naya terkejut. Ia tak menyangka Richard akan berani menciumnya di depan umum, pengecualian untuk yang setelah mengucapkan janji suci.


"Jangan terkejut Nay. Aku bahkan bisa melakukan dari sekedar ciuman untukmu. Jika saat ini kau sudah menginginkannya," ucap Richard seperti laki-laki penggoda.


"Jangan mesum! Kita masih di tempat umum!" larang Naya.


"Oh, jadi kalau di tempat sepi aku boleh mesum?" tanya Richard menggoda Naya.


"Rich, berhenti bicara!" kesal Naya.


Richard terkekeh mendengarnya. Entah kenapa ekspresi kesal Naya menjadi kesenangan sendiri untuknya. Ia suka melihat Naya kesal akan semakin menggemaskan dilihatnya. Richard memeluk Naya erat di pelaminan.


"Ayo ke kamar. Kita bersihkan tubuh kita. Aku yakin kau pasti sudah merasa gerah dan tubuhmu rasanya penuh dengan keringat."


Richard menuntun Naya untuk turun dari pelaminan. Ia berjalan pelan menyesuaikan langkah Naya yang sedikit susah karena memakai gaun pengantin yang besar.


Kamar Richard yang menjadi kamar pengantin mereka. Telah dihias dengan kain yang bernuansa putih. Di atas ranjangnya sudah ditaruh bunga mawar merah yang berbentuk 'love' menambahkan kesan romantis di dalamnya.


Saat pertama kali masuk ke kamar Richard, Naya menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Bagaimana? Kau menyukainya sayang?" tanya Richard.


"Aku menyukainya," jawab Naya sambil tersenyum.


Richard mendekat ke arah Naya, meraih pinggangnya dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang tersebut.


"Tapi, aku lebih menyukaimu sayang."


Tanpa aba-aba Richard langsung menyambar bibir Naya. Ia mencium bibir Naya dengan lembut. Kali ini Naya sudah pasrah jika memang kesuciannya akan hilang.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.

__ADS_1


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


__ADS_2