Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 91 - Aku mencintaimu suamiku


__ADS_3

Naya terbangun dari tidurnya. Ia merasakan ada sesuatu yang memeluk tubuhnya. Ia pun mulai membuka matanya perlahan-lahan. Rupanya Richard lah yang memeluk dirinya. Melihat Richard sudah pulang dan ada di sampingnya membuat Naya senang. Semenjak kepergian lelaki itu, Naya merasakan rindu yang tak pernah ia rasakan.


Tangan Naya mulai mengusap rambut Richard pelan. Mengamati setiap inci wajah suaminya. Tak ada yang berbeda, ia masih tampan seperti biasanya.


"Apa kau tau? Aku merindukan semua sikap posesif mu padaku. Rasanya hampa saat kau jauh dariku."


Naya mengatakan itu sambil menyentuh mata Richard, kemudian turun ke hidung suaminya.


"Kenapa Tuhan tidak adil? Bagaimana bisa kau sesempurna ini? Sudah tampan, kaya raya, tinggi, dan berkharisma. Semua yang dimau oleh wanita ada padamu. Pantas banyak wanita yang menginginkanmu."


Sentuhan Naya kini berada di bibir Richard.


"Bibir ini selalu saja mengatakan apapun sesuai keinginanmu dan selalu saja pintar mencuri kecupan di bibirku. Jika aku melakukan hal yang sama padamu, kau tidak marah bukan?"


Naya bertanya seolah Richard akan menjawab pertanyaannya. Padahal Richard masih terlelap dalam tidurnya.


"Kata yang selalu ingin kau dengar dari mulutku, akan aku katakan sekarang."


"Maaf."


Naya mend*sah pelan sebelum melanjutkan ucapannya lagi.


"Maaf, aku tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya saat kau terbangun. Aku mencintaimu suamiku."


Setelah kata-kata keramat itu keluar dari mulutnya, Naya langsung mengecup bibir Richard. Niatnya hanya ingin menempelkan saja. Namun, ternyata mendapatkan balasan dari Richard.


Bukannya ia sedang tidur? Apa ia bermimpi sedang berciuman?


Itulah yang Naya pikirkan. Padahal yang sebenarnya terjadi, Richard sudah terbangun dari tidurnya ketika Naya mulai menyentuh rambutnya. Ia berpura-pura masih tidur karena ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh istrinya.


Rupanya kepura-puraannya itu mendapatkan sebuah kejutan yang begitu ia nantikan. Ketika sang mangsa menyentuh, Richard pun menangkap dan tak ingin melepaskannya.

__ADS_1


Ketika merasakan Naya kehabisan napasnya, Richard menyudahi ciuman tersebut dan langsung membuka matanya.


Naya terkejut bukan main. Ia merasa dibohongi oleh Richard.


"Jadi kau merindukan aku juga?" goda Richard pada Naya.


Naya langsung menggeleng, "Tidak, siapa bilang."


"Sudahlah, tidak perlu mengelak lagi sayang. Aku juga sangat merindukanmu. Rasanya sehari disana seperti sebulan tak bertemu denganmu. Aku benar-benar rindu sentuhan darimu. Rindu segalanya yang ada pada dirimu. Terutama kedua mainan ku yang ada di tubuh bagian depanmu."


Naya yang mengerti maksud dari Richard langsung mencubit pinggang lelaki itu.


"Mesum!"


"Aw, sakit sayang. Lagian mesum sama istri sendiri tidak ada yang salah," ucap lelaki itu yang tidak merasa salah.


"Apa aku terlihat begitu tampan sampai kau terus menyentuh seluruh bagian wajahku? Bahkan kau sampai menciumnya ketika aku tidur. Benar-benar pencuri."


Mendengar dirinya disebut pencuri membuat Naya memelototkan matanya. Walaupun memang benar, Naya mencuri ciuman bibir pada Richard, tetapi ia enggan disebut pencuri.


"Aw ..." Lagi-lagi Naya mencubit pinggang Richard karena ia benar-benar tidak ingin digoda oleh suaminya. Rasanya benar-benar memalukan. Naya menyembunyikan rasa malunya dengan terus bersikap jahat pada sang suami.


"Kenapa kau jadi ganas begini sayang? Apa bergaul dengan Ele membuatmu jadi sebrutal ini?" ucap Richard yang keheranan.


Namun, dengan segera Richard memfokuskan lagi pada inti pembicaraannya.


"Kau tahu sayang, aku mendengar dengan jelas bahwa kau mengucapkan 'Aku mencintaimu suamiku', bisakah kau mengucapkannya lagi?" pinta Richard yang saat ini tengah serius menatap wajah Naya. Richard menatap dalam-dalam mata bening milik istrinya itu. Ia benar-benar berharap istrinya mau mengatakan kata-kata itu lagi. Bukan di posisi ketika ia sedang tertidur melainkan ketika ia sudah membuka matanya.


"Aku mencintaimu suamiku," ucap Naya dengan lirihnya.


"Aku tidak bisa mendengarnya. Coba ucapkan lebih keras lagi," pinta Richard yang sebenarnya mendengar namun ia sengaja memerintahkan Naya untuk mengulanginya lagi karena ia begitu senang akhirnya kata-kata itu bisa keluar dari mulut istrinya.

__ADS_1


"AKU MENCINTAIMU SUAMIKU! Apakah kau sudah mendengarnya?" teriak Naya dengan keras karena kesal pada suaminya.


Richard justru terkekeh dan langsung memeluk tubuh sang istri dengan eratnya. Beberapa detik kemudian, Richard melepaskan pelukan itu.


"Mendengar mu mengucapkannya sambil berteriak. Aku yakin kau sangat-sangat mencintaiku. Sayangnya, aku lebih lebih mencintaimu sayang. Kau adalah satu-satunya ratu, sang penghuni singgasana di hatiku."


"Aih, kenapa kau tidak terus pura-pura tertidur saja sih! Aku kan malu!" ucap Naya kemudian menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Richard kembali terkekeh. Naya begitu menggemaskan di matanya. Padahal jika dipikirkan lagi, untuk apa ia malu. Toh ia mengucapkan kata cinta pada suaminya sendiri bukan lelaki lain.


"Tidak usah malu. Masa kau malu hanya karena ketahuan mengungkapkan cintamu padaku saat aku tertidur. Lalu ketika kita melakukan malam pertama waktu itu, kau tidak terlihat merasa malu sama sekali. Jadi, relaks sayang. Jangan ada kata malu di antara kita," ucap Richard sambil meraih pipi Naya.


"Apa selama aku pergi kau baik-baik saja?" tanya Richard sambil menatap kedua manik mata Naya. Meskipun ia sudah tahu semuanya akan tetapi ia tidak akan merasa tenang jika bukan dari Naya sendiri yang menjawabnya.


Naya mengangguk. "Aku baik-baik saja. Buktinya aku sekarang ada di hadapanmu. Kita saling menatap dan saling memberi kehangatan."


Jawaban yang diucapkan Naya membuat hatinya tersentuh. Ia kemudian memeluk Naya lagi. Pelukan yang selalu membuatnya tenang dan damai. Pelukan yang benar-benar ia rindukan.


Wanita ini, wanita yang ada di satu ranjang dengannya, benar-benar membawa kebahagiaan untuknya. Sedikit saja Naya merasa terluka, Richard akan semakin merasakan sakit. Ia tidak ingin melihat orang yang dicintainya terluka.


"Intinya jaga dirimu baik-baik jika tak ada aku di sampingmu. Jangan berbuat ceroboh dan nekat seolah kau bisa menyelesaikan sebuah masalah. Cukup sekali saja aku mendengar kau nekat seperti waktu itu. Jika saja terdapat luka di tubuhmu meski itu hanya bekas tusukan jarum. Aku benar-benar akan marah dan menyalahkan diriku sendiri karena tidak bisa menjagamu. Aku mohon jangan sampai kau terluka. Hanya itu permintaanku."


Entah kenapa mendengar ucapan tulus dari Richard yang tak ingin ia terluka, membuat Naya tiba-tiba meneteskan air matanya. Baru kali ini ia merasakan cinta yang begitu besarnya. Ia bertekad dalam hatinya, ia tidak akan pernah membuat dirinya terluka sehingga laki-laki pemilik hatinya tidak akan merasakan sakit.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.

__ADS_1


Jangan lupa follow aku Ig ku ya


@yoyotaa_


__ADS_2