Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 62 - Kau nakal sayang!


__ADS_3

Ele sudah bersiap untuk me-make over kakak sepupu iparnya itu. Ia sudah membawa keluar semua make-up yang ada di meja riasnya. Ele merias Naya di ruang keluarga dengan pencahayaan yang terang. Naya hanya bisa pasrah saja dengan apa yang akan Ele lakukan.


Tangan lincah Ele mulai mengoleskan serangkaian produk skincare untuk Naya agar wajahnya terlihat lebih lembab dan mudah untuk diaplikasikan setelahnya.


"Uh, kulit wajah kakak lembut sekali. Apa kakak sering perawatan?" tanya Ele yang penasaran.


"Aku tidak pernah perawatan, aku hanya memakai produk yang aku beli di warung," jawab Naya.


Astaga! Ternyata kak Naya orangnya memang tidak memperhatikan tentang penampilannya. Tidak perawatan aja mukanya mulus begini. Bagaimana jika perawatan? Beh, Pasti glowing, shining, shimmering, splendid. Untung sekarang dia sudah jadi istri kakakku. Jika tidak, Kak Richard akan menyesal tidak menikah dengan Kak Naya yang sudah sempurna seperti dewi. Hanya saja ia sembunyikan semuanya dengan kesederhanaannya.


"Kak jangan membuatku iri," ucap Ele.


"Kenapa?" tanya Naya. Naya berpikir apa yang membuat Ele iri padanya? Padahal tidak ada apapun yang bisa diirikan dari dirinya. Semuanya tampak biasa saja.


"Kau tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membuat wajahmu lebih bersih dan glowing. Berbeda denganku. Aku melakukan berbagai macam rangkaian perawatan untuk membuat wajahku seperti sekarang. Aku benar-benar iri kak."


Naya meletakan tangannya di atas tangan Ele.


"Tidak ada yang perlu kau irikan. Tuhan menciptakan manusia itu adil. Kau bahkan sangat cantik, Ele. Melalukan perawatan merupakan usahamu untuk merawat kecantikan itu. Jadi, intinya kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki."


Jawaban Naya membuat Ele sadar. Betapa ia tidak pernah bersyukur atas apa yang dimilikinya. Ia memiliki segalanya akan tetapi ia berbuat semaunya.


Kak Naya, kenapa hatimu bersih sekali?


Ele pun melanjutkan kegiatannya. Di mulai dari memberikan foundation di seluruh wajah Naya sesuai dengan tone warna kulit Naya. Serangakaian make-up terus Ele lakukan untuk membuat Naya tampil berbeda dari biasanya. Ele tersenyum senang melihat hasil dari kepiawaian tangannya dalam merias.


"Kak Richard pasti akan semakin tergila-gila melihat kak Naya. Aku jamin itu," ucap Ele.


"Coba aku mau melihatnya," pinta Naya.


"Tidak boleh. Aku belum selesai kak. Sekarang kakak ganti pakaian dulu mengenakan gaun ini. Jangan lama ya, karena setelah ini aku akan menata rambut kakak. Sebentar lagi Kak Icad akan pulang. Kita harus memberikannya kejutan."


Naya pun meraih gaun yang diberikan Ele. Ia pergi ke kamar Ele untuk mengganti pakaiannya. Ia melihat dengan detail gaun yang Ele berikan.


"Apa Ele tidak salah memilihkan aku gaun? Ini terbuka sekali, bahkan belahan dadaku saja kelihatan. Apa aku harus tetap memakainya?"

__ADS_1


Akhirnya Naya memilih untuk tetap memakainya. Ia menghargai pilihan Ele untuknya meskipun ia tidak terlalu menyukainya.


Naya keluar dari kamar Ele dan kembali ke ruang keluarga.


"Wah, cantik dan pas sekali gaun itu di tubuh kakak." Ele terpesona dan memuji kecantikan gaun dan juga wajah Naya.


"Ayo duduk lagi kak, aku akan menyelesaikan step terakhirnya."


Ele mulai menatap rambut Naya dengan di cepol di belakang. Ia membiarkan rambut depannya terurai sedikit. Setelah selesai Ele menyuruh kakaknya untuk berpose layaknya seorang model.


Gila! Mau senyum atau tidak pun aura kecantikannya begitu keluar. Ingin rasanya aku menangis melihat ini. Ini benar-benar karya terindahku. Fix, suatu saat nanti jika aku sudah memiliki brand fashion ku sendiri, aku akan meminta kak Naya jadi modelnya.


Tak lama kemudian, pintu masuk rumah terbuka. Richard lah orang yang membuka pintu tersebut. Ia begitu lelah dengan kegiatan hari ini. Rasanya ia ingin segera mandi dan merebahkan dirinya di atas ranjang.


"Rumah sepi sekali? Kemana Ele, Naya dan mama?" Richard bertanya-tanya dimana para wanita yang disayanginya itu.


Richard pun berjalan menuju ruang keluarga bermaksud untuk mencari para wanita yang disayanginya sebelum ia membersihkan tubuhnya dan mengistirahatkannya.


Betapa terkejutnya ia, saat melihat istrinya yang begitu cantik dengan riasan di wajahnya. Richard tak berkedip sama sekali melihat pemandangan indah di hadapannya. Naya memakai gaun yang terlihat seksi di matanya. Tunggu dulu! Seksi? Richard terus memperhatikan gaun yang dikenakan istrinya. Matanya mendelik saat melihat belahan dada istrinya terekspos dengan sempurna.


"Ih, tatapannya serem amat kak," ucap Ele yang merinding melihat tatapan itu.


"Ele, kau jangan meracuni istriku dengan pakaian yang terbuka seperti ini! Aku tidak ingin milikku dilihat oleh orang lain!" kesal Richard.


Yang awalnya merinding kini Ele jengah sekali mendengar ucapan kakak sepupunya yang mulai posesif pada kakak sepupu iparnya.


Tidak bisakah Richard menghargai karyanya? Ia sudah bersusah payah me-make over Naya dari rambut, wajah dan pakaiannya. Tidak adakah ucapan terima kasih untuknya?


"Terima kasih," sindir Ele pada Richard.


"Aku tidak mau mengucapkan terima kasih padamu. Istriku memang cantik meskipun tidak kau dandani begini."


Setelah mengucapkan itu, Richard menggandeng tangan Naya dan menariknya untuk mengikuti Richard ke kamar. Ia kemudian mengunci pintu kamarnya.


"Sayang, kenapa kau nakal sekali!" kesal Richard.

__ADS_1


"Aku? Nakal? Atas dasar apa kau menyebutnya seperti itu?" Naya tidak terima dirinya disebut nakal oleh Richard.


"Rambutmu yang di cepol memperlihatkan leher jenjang mu, membuatku ingin mencium dan menggigitnya. Riasan di wajahmu membuat aku ingin menghapusnya dengan ribuan kecupan dariku. Kau begitu cantik sayang. Sangat sangat cantik seperti bidadari. Lalu gaun yang kau kenakan. Benar-benar menggoda sayang. Belahan dada mu seolah memanggil juniorku untuk menghabisi mu saat ini juga. Kau nakal sayang! Aku yang awalnya ingin segera membersihkan tubuhku dan beristirahat menjadi on fire ketika melihat dirimu. Aku jadi ingin berkeringat bersamamu lalu kita mandi bersama."


"Deg."


Jantung Naya berdebar hebat saat Richard mengutarakan pendapatnya tentang kenapa Richard menyebutnya nakal. Sepertinya ini merupakan kesalahannya menerima ajakan Ele untuk me-make over dirinya. Ia tidak berpikir bahwa Ele akan membuat dirinya terkesan nakal di mata Richard.


"Sayang," ucap Richard dengan lembut lalu mendekatkan tubuhnya ke tubuh Naya. Ia terus memandangi belahan dada Naya yang terlihat dengan jelas di matanya.


"Kau hanya boleh memakai gaun seperti ini di depanku! Ingat ucapan ku sayang!" Richard begitu posesif pada istrinya. Ia benar-benar tidak rela jika tubuh istrinya dilihat oleh orang selain dirinya.


"Aku kan tidak mengenakan ini di depan orang lain, Ele adalah sepupumu," sahut Naya yang tidak mau disalahkan.


"Tetap saja, aku tidak mengizinkannya," kekeh Richard.


"Sayang, apakah kau mau berkeringat bersamaku? Aku tidak bisa menahan gairahku yang sudah terbakar karena dirimu," tanya Richard yang menatap wajah istrinya dengan tatapan nafsunya. Ia masih memiliki hati nurani. Karena ia sadar semalam dirinya telah membuat Naya kelelahan.


Naya menjadi bingung dibuatnya. Jujur saja ia masih merasa ngilu di kewanitaannya, akan tetapi menolak ajakan suami pun tidak diperbolehkan. Apalagi saat ini, Richard meminta dengan bertanya dulu padanya. Tidak langsung menerkamnya begitu saja. Akhirnya Naya mengangguk. Richard langsung merobek gaun yang dikenakan Naya tanpa memikirkan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk membeli gaun tersebut.


Richard memimpin permainan mereka. Ia benar-benar tidak bisa sedetik pun untuk tidak tergoda dengan istrinya. Matanya, hidungnya, bibirnya, semua yang ada di dalam tubuh istrinya bagaikan candu baginya. Kini ia hanya berharap akan ada Naya kecil yang hadir ke dalam hidupnya.


****


Bonus penampilan Naya yang di make over Ele



***


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.

__ADS_1


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


__ADS_2