Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 90 - Cintailah Richard dengan seluruh hatimu


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu, selama itu juga Nicolas selalu berusaha untuk membawa Naya bersamanya, sayangnya semua usahanya tidak berhasil karena Ele selalu saja menggagalkan rencananya.


"Sial! Wanita itu benar-benar membuatku kesal!"


Nicolas mengacak-acak rambutnya frustasi. Lelaki itu benar-benar sudah tak tahu cara apalagi yang harus ia lakukan. Ia memukul stir mobilnya dengan kasar.


Tak lama kemudian Nicolas pulang ke apartemennya. Ia menarik dasinya kasar dan membuang kemejanya sembarangan.


Setelah itu, Nicolas langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menetralkan emosinya dengan guyuran air shower.


***


Paris,


Richard dan Leon sedang duduk di kursi-- menunggu waktu penerbangan mereka. Richard benar-benar sudah tidak sabar untuk pulang bertemu dengan istri dan anaknya. Apalagi setelah mengetahui bahwa Nicolas sama sekali tidak menyerah untuk merebut Naya darinya membuat Richard semakin kebakaran emosi.


"Duh, Leon! Kenapa lama sekali!? Aku ingin segera sampai di rumah!" gerutu Richard.


"Sabar bos. Dua puluh lima menit lagi kita akan berangkat," jawab Leon.


"Huh! Aku tidak bisa sabar Leon! Apalagi laki-laki itu selalu mencari celah untuk mendekati istriku!" gerutu Richard lagi.


"Tapi semuanya kan sudah diatasi oleh Nona Ele, bos," sahut Leon.


"Tetap saja aku tidak bisa tenang! Jika aku belum melihat wajah istriku! Makanya kau cari istri sana! Supaya kau tahu bagaimana khawatirnya seorang suami yang istrinya dikejar-kejar oleh lelaki lain!"


Mendengar perkataan bosnya, Leon hanya mendesah pelan. Selalu saja ia yang terkena omelan dan ejekan dari bosnya. Kalau sekarang ia punya kenalan wanita pun pasti sudah ia ajak untuk menikah. Sayangnya, Leon memang jomblo sedari lama. Apalagi ketika ia mulai bekerja dengan Richard, semakin susah ia mencari kekasih, karena Richard selalu memberikan banyak pekerjaan padanya.


****


Sementara di sisi Naya, ia sedang berinteraksi dengan anak sambungnya yang terbaring di atas box bayi. Bayi mungil itu tertawa sambil meraih tangan Naya. Seperti menginginkan sesuatu.


"Kau menginginkan sesuatu sayang? Haus? Atau kau lapar?" tanya Naya seolah bayi kecil itu mengerti apa yang ia katakan.

__ADS_1


Elnan menunjuk sebuah foto yang terpampang di dinding kamarnya. Foto Richard, papanya.


"Kau merindukan papamu sayang?" tanya Naya yang kini mulai paham apa yang dimaksud Elnan. Bayi kecil itu tertawa seolah mengiyakan perkataan ibu sambungnya.


"Sabar ya sayang, papamu sebentar lagi pulang. Dia sedang di perjalanan," ucap Naya pada bayi kecil itu.


Setelah lama mengobrol, baik Naya maupun Elnan, keduanya tertidur di kamar yang sama. Ibu hamil itu mudah sekali tertidur di masa awal kehamilannya.


Tiga jam kemudian, Naya terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Rupanya hari sudah berganti menjadi malam. Ia pun segera melihat ke box bayi, bayi kecil itu masih tertidur dengan lelapnya.


Naya mengecup kening Elnan, sebelum ia keluar dari kamar Elnan dan masuk ke kamarnya.


Selesai membersihkan badan di kamarnya, Naya turun ke bawah.


Melihat menantunya turun, mama Helen langsung menyuruh Naya untuk makan malam. Karena ibu hamil itu melewatkan makan malamnya, ingin membangunkan pun mama Helen enggan, karena melihat damainya Naya ketika tidur.


"Habiskan makan mu, supaya kau ada tenaga untuk melakukan aktivitas," ucap sang mama mertua. Naya pun mengangguk.


Mama Helen menemani Naya makan malam di meja makan. Ia melihat Naya makan dengan lahapnya. Ia benar-benar bersyukur bahwa menantunya tidak mengalami gejala kehamilan, sehingga menantunya tidak mengalami kesusahan makan. Tidak mengalami mual-mual juga.


Selesai makan, Naya dan mama Helen duduk di ruang tamu. Mama Helen mengungkapkan semua isi hatinya mengenai sang anak laki-lakinya.


"Nay, asal kau tahu, sebenarnya waktu mama ke Paris itu semua adalah rencana mama untuk mendekatkan mu dengan Richard."


Mendengar ucapan sayang mama mertua membuat alis Naya sedikit terangkat. Kenapa mama mertuanya merencanakan itu? Apa yang mama mertuanya lihat darinya?


"Kenapa mama melakukan itu? Apa mama tidak malu memiliki menantu dari kalangan bawah?" tanya Naya yang penasaran.


Mama Helen menggeleng.


"Mama juga berasal dari kalangan bawah Nay. Mama dulunya hanya seorang sekretaris dari papa mertuamu. Namun, papa mertuamu jatuh cinta pada mama. Untungnya, keluarga dari papa mertuamu tidak menentang hubungan mama dan papa. Akhirnya kami pun menikah. Dari sana mama belajar, mau siapa pun nantinya yang akan menjadi pendamping anak mama, mama akan menyetujuinya asalkan wanita itu adalah wanita baik-baik, seperti dirimu," jawab mama Helen.


"Dan ternyata apa yang mama rencanakan berjalan dengan lancar, Richard benar-benar terjerat pesona mu. Bahkan mama tidak pernah berpikir kalau kalian sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih ketika mama kembali. Mama melihat kalian berdua berciuman di tepi kolam renang," jelas mama Helen.

__ADS_1


Sungguh memalukan! Naya benar-benar malu saat mama mertuanya melihat adegan itu. Adegan dimana Naya waktu itu tengah salah paham mengenai Ele yang ia kira adalah ibu kandung dari Elnan kemudian Richard menciumnya.


"Mama senang melihat itu. Akhirnya Richard bisa melupakan mantannya dan membuka hatinya untuk seseorang yang baru."


"Terima kasih, karena kehadiranmu di tengah keluarga ini membuat semuanya sama seperti dulu. Ramai dan penuh kasih sayang. Tentunya mama jadi ada teman ketika di rumah. Tidak sendirian seperti saat kehilangan kakaknya Richard."


"Mama hanya meminta satu hal darimu. Cintailah Richard dengan seluruh hatimu," pinta sang mama mertua.


"Aku akan melakukannya ma. Aku akan mencintainya dengan seluruh hatiku," jawab Naya.


Mendengar jawaban dari menantunya, membuat mama Helen senang.


Malam semakin larut, Naya kembali ke kamarnya setelah lama berbincang dengan mama mertuanya. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Mulai memejamkan matanya dan kemudian tertidur.


***


Dini harinya, Richard telah sampai di kediamannya. Ia memasuki kamarnya dan melihat sang istri yang tertidur dengan damainya. Kecupan di kening pun ia berikan untuk melepaskan rasa rindu pada sang istri.


"Akhirnya aku bisa melihatmu juga. Kau tahu aku benar-benar tersiksa rindu ketika jauh darimu. Rasanya aku benar-benar ingin pulang setiap harinya ketika disana. Namun, aku tidak bisa jika masalahku belum selesai. Maaf, aku pulang terlambat. Seharusnya aku yang melindungi mu dari segala macam bahaya yang menghampirimu kemarin-kemarin."


Setelah mengatakan itu, Richard langsung membersihkan tubuhnya. Selesai itu, ia ikut berbaring di samping istrinya. Memeluk tubuh wanita yang ia rindukan.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow aku Ig ku ya


@yoyotaa_

__ADS_1


__ADS_2