Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 80 - Ada orang yang akan membuat rumah tanggamu hancur!


__ADS_3

Seseorang yang diminta Richard untuk maju pun membuka penutup wajah yang dikenakannya. Kira-kira siapa orang itu?


Rico mematung di tempat. Ia sungguh tak percaya, Richard bisa menemukan hacker yang ia sewa untuk menghilangkan rekaman cctv itu.


Bagaimana bisa ia menemukan orang itu? Jelas-jelas aku sudah menyuruhnya untuk pergi jauh dari kota ini. Sial! Padahal aku sudah memberikan banyak uang padanya.


"Bagaimana? Apa kau mengenali orang ini?" tanya Richard dengan senyum seringainya.


Karena tak ada tanggapan dari Rico, sang hacker pun menyapa Rico.


"Hai tuan. Senang bertemu Anda kembali," ucap si hacker dengan senyum yang dibuat-buat.


"Siapa kau?! Aku tidak mengenalmu!" jawab Rico pura-pura tidak mengenali orang tersebut.


"Wah, apa aku perlu mengingatkan kembali tentang kerjasama kita dulu? Jika iya, maka aku dengan senang hati menceritakan semuanya. Atau kalau kau masih belum mengingatnya juga, aku akan memperlihatkan video ataupun rekaman percakapan kita."


Rico kini semakin menegang. Bulu kuduknya sampai berdiri saking bergetar nya. Jika si hacker benar-benar masih menyimpan rekaman percakapannya. Otomatis, ia akan tamat hari ini juga.


"Tuan Richard, sepertinya Tuan Rico ingin saya yang menjelaskan semuanya. Dia masih tetap membisu seperti orang yang tidak bisa bicara."


"Silakan, aku akan mendengarkan semua ceritamu," jawab Richard.


"Dulu, tuan Rico menghubungi saya lewat email. Di dalam email tersebut, dia meminta bantuan saya untuk menghilangkan rekaman cctv di tempat dimana ia menyabotase mobil Anda, Tuan Richard. Saat itu, saya tidak tahu mobil siapa yang tuan Rico sabotase. Tugas saya hanya menghilangkan rekaman cctv tersebut dan uang akan masuk ke dalam rekening saya. Saya langsung saja mengiyakan karena memang saya sedang membutuhkan uang. Kemudian setelah, semua rekaman saya hilangkan, Tuan Rico meminta saya untuk menghilang sejauh mungkin, ia juga memberikan banyak uang pada saya. Saya pun mengikuti perintah beliau. Agar lebih meyakinkan lagi saya akan memutar percakapan kami yang sempat saya rekam," jelas sang hacker.


Sang hacker pun menyalakan rekaman tersebut. Benar saja suara dalam rekaman tersebut adalah suara dari Rico.


Rico benar-benar di ujung tanduk sekarang. Mau mundur pun ia sudah tidak bisa. Polisi sudah berada tepat di belakangnya.


"Anda kami tangkap," ucap salah satu polisi lalu memborgol kedua tangan Rico.

__ADS_1


"Kau! Dasar penghianat! Seharusnya kau pergi sejauh-jauhnya!" sungut Rico berapi-api sambil memberontak dari cekalan polisi.


Sang hacker tak terpancing emosinya sama sekali. Terserah Rico mau mengatainya penghianat atau apapun. Yang terpenting baginya, ada uang yang masuk ke dalam rekeningnya.


"Dan untukmu, Richard. Aku akan membalas semua ini!" ancam Rico.


"Mau membalas dengan apa? Kau sudah tidak memiliki apapun sekarang. Semua saham yang kau miliki sudah dialihkan ke asisten pribadimu. Aset-aset mu semuanya juga sudah kau berikan pada asisten mu juga. Kau sudah tidak memiliki kedudukan maupun kuasa lagi sekarang. Kau sudah end, Rico! Inilah balasan untukmu. Meskipun tidak setimpal dengan apa yang kau perbuat padaku dan kedua kakakku. Setidaknya kau akan merasa terpuruk dengan semua hartamu yang telah menghilang," ujar Richard dengan jelasnya.


Rico lalu menatap ke arah asistennya yang kini sudah berada di dekat Richard.


"Ini semua tidak benar kan?! Kau tidak mengkhianati aku, kan?!" teriak Rico.


"Maaf tuan, sayangnya ucapan tuan Richard benar. Semua saham dan aset-aset anda sudah berpindah atas nama saya. Tuan sendiri yang menandatanganinya."


"Sialan! Be*ngs*k kalian semua! Kalian tidak bisa begini padaku! Kembalikan semua hartaku!" teriak Rico sambil menendang-nendang orang yang ada di hadapannya.


"Terima saja semua hasil perbuatan mu! Semoga kau betah di dalam jeruji besi nantinya."


Plak! Plak!


Dua tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri Rico.


"Apa seperti ini caramu membalas semua perlakuan baik kami padamu?! Tante tidak menyangka, ternyata kau adalah orang di balik kecelakaan yang dialami oleh anak-anak dan menantu tante. Apa salah mereka?! Hiks ... hiks ... hiks ...."


Mama Helen marah, kecewa sekaligus bersedih. Ia menangis. Rico yang selama ini ia kira anak baik-baik rupanya adalah serigala berbulu domba. Selama ini mama Helen hanya tahu jika kecelakaan mobil yang menimpa anak-anak dan menantunya karena kecelakaan tunggal biasa. Rupanya, semua itu hanya kebohongan yang dibuat oleh anak laki-lakinya untuk mengungkapkan kebenarannya.


"Jika Tante menanyakan alasannya. Alasannya adalah aku iri pada anak Tante yang bernama Richard! Aku iri dengan segala yang ia punya! Ia memiliki mama yang baik, kakak yang yang sayang padanya, dan juga pacar yang mencintainya serta bisnisnya yang selalu mendunia! Aku iri Tante! Aku sangat iri!"


"Hanya karena iri kau sampai menghilangkan nyawa seseorang! Apa otakmu sudah tidak waras, Rico?! Sepertinya kejiwaan mu terganggu! Seharunya kau periksakan kejiwaan mu ke psikolog!" sahut Richard yang tiba-tiba datang untuk menenangkan mamanya.

__ADS_1


"Hahaha." Rico tertawa sekencang-kencangnya.


Rico tiba-tiba teringat dengan wajah wanita yang Richard perkenalkan sebagai istrinya. Rupanya wanita itu adalah wanita yang selama ini dicari oleh Nicolas. Ia tersenyum menyeringai. Setidaknya masih ada orang yang berpihak padanya. Meskipun tanpa disuruh olehnya, Rico yakin jika Nicolas akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan wanita yang dicintainya.


"Walaupun aku nantinya di penjara, hidupmu tidak akan tenang Richard! Ada orang yang akan membuat rumah tanggamu hancur! Tunggu saja! Aku akan dengan senang hati mendengar kehancuran mu ditinggal wanita untuk kedua kalinya."


Karena waktu yang diberikan sudah cukup lama, Rico pun dimasukkan ke dalam mobil polisi. Ia di bawa ke kantor polisi.


Richard memeluk mamanya yang masih menangis. Ia tahu, pasti mamanya akan sangat terkejut mendengar kenyataan yang sebenarnya. Selain itu, sebenarnya Richard sedikit terkecoh dengan ucapan Rico. Ia benar-benar takut, jika Naya akan pergi meninggalkannya. Ucapan Rico tadi benar-benar terngiang-ngiang di pikirannya.


Tidak! Tidak! Naya tidak akan mungkin meninggalkanku! Tapi bagaimana jika iya? Sampai sekarang pun aku belum mendengar kata cinta dari mulutnya.


Jika kalian bertanya dimana Naya, Ele dan Elnan, mereka ada di ruangan manajer restoran. Richard sengaja menyuruh Leon membawa mereka kesana setelah Naya diperkenalkan sebagai istrinya, karena ia khawatir Elnan akan menangis jika mendengar teriakan dan suara yang keras.


"Sebenarnya apa yang terjadi di dalam? Kenapa aku mendengar suara mobil polisi?" tanya Ele yang penasaran.


"Jawaban atas pertanyaan anda, biar bos Richard saja yang menjelaskannya nona," jawab Leon.


"Huh!"


Ele mendengus sebal. Rasanya ia ingin sekali masuk ke dalam dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sayangnya, itu tidak akan bisa. Ia benar-benar tidak bisa kemana-mana. Karena ada anak buah dari kakak sepupunya.


***


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.

__ADS_1


Jangan lupa follow aku Ig ku ya


@yoyotaa_


__ADS_2