Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 134 - Acara makan malam


__ADS_3

Semua yang diundang sudah berkumpul di kediaman Kavindra. Entah angin apa Naya ingin mengadakan acara makan malam bersama. Semua tamu pun dipersilahkan untuk menikmati makanan yang sudah dimasak sendiri oleh Naya.


"Silahkan dinikmati, setelah itu tolong kalian berikan komentar tentang rasa dan tampilannya," ucap Naya.


Mereka semua pun hanya menurut. Richard pun ikut menikmati makanan tersebut. Ia tidak rela jika dirinya tidak kebagian masakan istrinya.


Setelah saling menyuapkan makanan ke dalam mulut masing-masing. Satu per satu dari mereka memberikan komentarnya.


"Menurutku masakan mu sudah enak. Intinya sesuai dengan seleraku," ucap Ethan.


"Kalau dari aku sih, ini udah enak sekali kak. Lebih enak dari tempat restoran yang pernah dulu aku kerja. Kalau kakak mau buka restoran pasti akan laris manis," ucap Sari.


Naya pun tersenyum mendengar ucapan Sari. Memang itu tujuannya. Ia ingin membuka restoran. Maka dari itu, ia meminta teman-temannya untuk menjadi pelanggan dan pengecap rasa masakannya sebelum dipasarkan.


"Kak Naya, kalau kakak masak itu sudah tidak bisa diragukan lagi. Pokoknya selalu lezat dan perfect! Bumbunya begitu meresap sampai-sampai aku ingin nambah terus-menerus," review jujur dari Ele.


"Apa yang Ele katakan benar Nay, aku setuju," ucap Alex yang menyetujui komentar istrinya itu.


"Terima kasih atas review jujurnya. Maksud aku melakukan ini pada kalian adalah aku berniat untuk membuka restoran dan suamiku lah yang membiayai semuanya. Kemungkinan dalam dua Minggu ke depan akan diadakan grand opening nya. Kalian harus datang ya!" ucap Naya.


"Wah, amazing! Pasti, kita semua pasti datang!" ucap Alex mewakili semuanya.


Setelah makan-makan selesai, para suami mengobrol di ruang tamu sementara para istri berkumpul di ruang keluarga sambil menjaga anak-anak Naya yang belum tidur.


Di sisi istri-istri, Naya meminta Sari untuk memberitahukan tentang ia yang akan membuka restoran pada Denada karena kemungkinan ia tidak akan sempat untuk menghubungi Denada.


"Pasti, nanti aku akan memberitahu kak Dena."


"Terima kasih ya Sari. Awalnya aku ingin mengajak Denada juga malam ini. Hanya saja aku merasa tidak enak padanya. Karena nantinya hanya dia sendiri yang tidak ada pasangan. Aku tidak ingin ia bersedih. Jadilah hanya kita-kita saja," ujar Naya.


"Lebih baik memang seperti itu kak. Terkadang aku juga suka tidak enak ketika pergi bertiga dengan kak Dena. Aku takut dia akan mengira aku sedang pamer kemesraan bersama kak Ethan. Tapi ya, sebenarnya kak Dena tidak pernah mempermasalahkan itu. Namun tetap saja kita pasti akan merasa tidak enak."

__ADS_1


"Kalau begitu, carikan saja dia jodoh!" celetuk Ele yang membuat keduanya melihat ke arah Ele yang sedari tadi bermain bersama Rendra.


"Sepertinya Kak Dena masih belum mau menikah, Kak Nico saja sudah hampir setiap hari datang dan mencoba menarik perhatian kak Dena, tetap saja sampai sekarang ungkapan cintanya belum dijawab," ungkap Sari.


"Nico?! Nicolas si b*jingan itu maksudnya? Wah, rupanya dia sudah keluar dari penjara ya!"


Ele merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Sari. Nico yang dulu Ele tahu mengejar-ngejar kakak sepupu iparnya kini beralih ke Denada, mantan tunangan kakak sepupunya.


"Aku tidak mengerti ucapan mu Ele," ucap Sari yang memang tidak tahu apapun.


Ele pun dengan senang hati menjelaskannya. Ia bahkan menceritakan bagaimana ia melayangkan tendangan mautnya pada Nico dulu. Sari agak sedikit tidak percaya, akan tetapi ia juga mengingat bahwa Denada hamil di luar nikah. Ada banyak kemungkinan bahwa tidak hanya kenakalan itu saja yang dilakukan oleh Nicolas. Alhasil ia percaya dan sedikit takut, Denada yang sudah ia anggap kakaknya akan disakiti untuk kedua kalinya.


"Tapi ya jika si b*jingan itu benar-benar sudah menyesal akan perbuatannya. Mungkin saja Denada bisa bersama dengan si Nico lagi. Tapi, ya kalau kejadian yang kedua kalinya juga bisa saja terjadi. Karena karakter manusia itu sulit untuk dirubah jika bukan dari dirinya sendiri," ucap Ele lagi.


"Kak Naya tidak takut pada si Nicolas itu kan?" tanya Ele pada Naya. Takutnya Naya mengalami trauma atau takut kepada Nicolas nantinya karena dulu pernah menculik Naya.


Naya menggeleng.


Setelah mengatakan itu, Naya menatap anak-anaknya yang menguap, tandanya mereka sudah mengantuk.


Sementara di sisi para suami, mereka malah membicarakan tentang permainan ranjang dan keturunan.


"Gimana tips untuk membuat anak kembar dariku sudah kau lakukan, Ethan?" tanya Richard pada Ethan.


"Sudah, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tandanya. Sari masih datang bulan rutin setiap bulannya," jawab Ethan.


"Wah, berarti burung mu sudah loyo, haha," ledek Richard membuat Ethan merengut.


"Kalau kau bagaimana? Sudah proses belum?" Pertanyaan kali ini Richard tujukan pada Alex. Alex menghela napasnya lalu menjawab, "Bagaimana mau memproses, aku pulang kerja, Ele masih sibuk di kampusnya mencari data untuk bahan skripsinya. Terus ketika malam hari, ia masih sibuk juga mengerjakan skripsinya. Entah kenapa aku merasa seperti tidak ada waktu berdua dengannya. Kehangatan yang tercipta di antara kami pun hanya sekedar berpelukan ketika malam. Miris bukan?" curhat Alex tentang kehidupan rumah tangganya.


"Yang sabar ya Lex. Aku yakin setelah lulus nanti, pasti Ele tidak akan seperti itu lagi. Ele juga sekarang sedang berjuang untuk pendidikannya agar cepat selesai. Kau juga harus berjuang menahan hasrat mu," ujar Richard yang memang ada benarnya juga.

__ADS_1


Obrolan pun terus berlanjut hingga waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Mereka pun satu per satu pulang ke rumahnya masing-masing menyisakan Richard dan Naya di ruang keluarga.


"Terima kasih ya sayang, kau sudah membuatkan aku restoran," ucap Naya pada Richard sambil meraih salah satu tangan Richard.


"Hanya ucapan terima kasih saja nih? Tidak diberi ucapan terima kasih yang lain gitu?"


"Memangnya ada?" tanya Naya yang tidak mengerti.


"Ada," jawab Richard.


"Apa?" tanya Naya.


"Bercinta denganku," bisik Richard di telinga Naya. Bisikan itu membuat tubuhnya merinding. Apalagi yang awalnya bisikan, Richard justru menggigit daun telinga Naya seperti sedang kelaparan.


"Aww, sakit tahu," rintih Naya.


"Makanya ayo bercinta! Mumpung anak-anak sudah tidur," ajak Richard lagi.


Naya tak memberikan respon apapun membuat Richard gemas dibuatnya. Ia pun membopong tubuh Naya seperti karung beras ke kamar mereka. Tak lupa ia juga mengunci pintu kamar sebelum ada suara-suara orang yang mengganggu.


Akhirnya di malam yang bertaburan bintang itu, mereka bercinta hingga terkulai lemas dan saling berpelukan tanpa busana dan hanya ditutup dengan satu helai selimut.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2