Pesona Ibu Susu Baby Elnan

Pesona Ibu Susu Baby Elnan
Bab 138 - Malam bernostalgia


__ADS_3

Hari yang dinanti-nanti pun tiba. Kini acara pernikahan Denada dan Nicolas sedang dilangsungkan di kediaman Denada sendiri. Acaranya begitu sederhana dan tidak mewah, karena Denada sendirilah yang memintanya. Setelah acara saling mengucapkan janji suci, Denada dan Nicolas saling tersenyum dan berpandangan. Mereka berciuman di depan para tamu undangan yang hadir.


"Terima kasih sudah mau menerima aku kembali. Aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi," ucap Nicolas yang hanya dibalas anggukan oleh Denada.


Setelah itu satu per satu dari tamu yang datang memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin baru ini.


"Kak Dena, selamat ya. Akhirnya kakak menikah juga. Aku sangat senang sekali, jadi Ansel ketika besar nanti tidak akan menanyakan dimana keberadaan papanya. Dan untuk Kak Nico, tolong jaga kak Dena baik-baik. Awas saja kalau kakak menyakiti Kak Dena! Kau akan berhadapan denganku!"


"Pasti, pasti aku akan menjaga Dena dengan baik. Terima kasih karena kau sudah menemani Denada saat masa sulitnya." Sari pun mengangguk.


"Kau jangan jadi playboy lagi. Tobat kau!" ucapan ini terlontar dari mulut Ethan dan dibalas dengan senyuman dan anggukan oleh Nicolas.


Naya dan Richard pun menghampiri.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua," ucap Naya dan Richard bersamaan.


"Iya terima kasih, karena kalian bersedia untuk hadir," ucap Nicolas.


"Ya," jawab Richard.


Sementara yang lain, mereka hanya bersalaman dan mengucapkan selamat atas pernikahan pengantin baru ini.

__ADS_1


Beberapa jam setelah acara pernikahan, Nicolas langsung mengajak Denada untuk berbenah. Ia ingin Denada tinggal di rumah yang sudah ia beli. Sementara Ansel, kini mereka titipkan pasar Sari.


Sesampainya di rumah tersebut, Denada menatap Nicolas begitu dalam.


"Ini adalah rumah untuk keluarga kecil kita. Meskipun tidak terlalu besar, semoga kau menyukainya," ucap Nicolas.


"Ya, aku menyukainya. Terima kasih."


Keduanya pun pergi berkeliling di dalam rumah, setelah itu mereka memasuki kamar utama, yaitu kamar pengantin yang sudah dipersiapkan oleh Nicolas.


Kamar tersebut bertaburan bunga mawar. Denada sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Kau yang menyiapkan ini?" tanya Denada.


Denada terkekeh kemudian menanggapi lagi, "Ya aku tahu kalau itu."


Nicolas mendekat dan meraih pinggul Denada.


"Bisakah kita melakukan malam pertama kita sayang?"


Denada lagi lagi terkekeh.

__ADS_1


"Malam pertama kita sudah tidak ada, kau sudah mengambilnya dulu. Sekarang adanya malam untuk saling bernostalgia," ucap Denada.


"Is! Kau tidak ingin bercinta denganku? Kita sudah lama tidak melakukannya. Jangan bernostalgia, yang ada lukanya bangkit kembali."


"Justru aku sengaja, supaya luka yang dulu terasa kini terasa biasa. Aku ingin melepaskan semuanya dengan bercerita. Mau kan?"


"Baiklah, ayo kita bernostalgia tapi sambil berpelukan di atas ranjang, oke?" Denada pun mengangguk.


Mereka berdua pun saling bercerita satu sama lain, tentang yang mereka lalui di waktu mereka bersama, lalu ketika mereka berpisah dan bagaimana mereka akan mendidik Ansel.


Perbincangan di tempat tidur itu, walau banyak membicarakan masa lalu, mereka tampak biasa dan sudah tak ada lagi luka yang mendalam. Memang benar kata orang, luka jika dibiarkan akan semakin sakit, akan tetapi jika diobati lama-lama akan mengering dan menghilang begitu saja. Sampai mereka pun saling terlelap sambil berpelukan.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan pelit-pelit untuk memberikan like dan vote nya geng 🤭 Supaya ceritaku popularitasnya semakin naik dan pembacanya semakin banyak. Kalau begitu kan aku jadi semangat nulis kelanjutan ceritanya.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2