Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 10


__ADS_3

"pagi ma pa" sapa Dylan yang baru turun dari tangga


"pagi nak" jawab mama ana


"ma Dylan langsung berangkat" ucap Dylan


"kamu gak sarapan dulu?" tanya mama ana


"gak ma Dylan sarapan di kantor aja" jawab Dylan


"memang di kantor banyak kerjaan ya?" tanya mama ana


"iya ma" jawab Dylan


"kamu segera selesaikan masalah-masalah di kantor, sebentar lagi kamu mau nikah jadi papa harap segera di selesaikan sebelum hari pernikahan kamu" ucap papa Juna


"iya pa" jawab Dylan


"Dylan berangkat ya" jawab Dylan sambil berjalan keluar rumah


di depan rumah sudah ada sopir pribadi Dylan yang menunggunya.


"selamat pagi tuan" sapa sopir Dylan


"hmm" jawab Dylan


"langsung berangkat ke kantor" ucap Dylan yang baru saja masuk ke dalam mobil


di jalan Dylan hanya diam sambil melihat ponselnya.


"kemana ya Mela, tumben teleponku gak diangkat dan pesanku juga belum di baca" batin Dylan


setelah mobil sampai di depan kantor Dylan langsung turun dan masuk ke dalam ruangannya.


tok tok tok


suara pintu di ketuk


"masuk" teriak Dylan


"bapak memanggil saya?" tanya Alex


"iya, ada yang mau aku tanyakan" jawab Dylan


"apa itu pak" jawab Alex


"sudah kau temukan dalang dari masalah di Singapura?" tanya Dylan


"sudah pak, ini bukti-buktinya" jawab Alex sambil menyodorkan ipad yang berisi rekaman


Alex menyalakan rekaman tersebut di hadapan Dylan.


"benar-benar keterlaluan mereka" ucap Dylan dengan wajah memerahnya


"kau bereskan mereka aku tidak mau melihat mereka di perusahaan ku" lanjut Dylan


"baik pak" jawab Alex


"saya permisi dulu pak" lanjut Alex dan diangguki Dylan


setelah Alex keluar Dylan berjalan menuju jendela yang menampakkan suasana kota.


lama Dylan menatap pemandangan tiba-tiba ponselnya berdering.


drrrt drrrt drrrt


suara dering ponsel Dylan


tertulis nama Mela di layar ponselnya, tanpa pikir panjang Dylan langsung mengangkat panggilan tersebut.


"hallo sayang" sapa Mela


"iya" jawab Dylan cuek


"kok cuek sih" ucap Mela

__ADS_1


"ada apa kamu telpon?" tanya Dylan


"aku kangen sama kamu yang" jawab Mela


"kita ketemu yuk nanti" lanjut Mela


"aku lagi sibuk" jawab Dylan ketus


"ayolah sayang kita ketemu, Kitakan udah lama gak ketemu" jawab mela


"masa kamu gak kangen sih sama aku" lanjut Mela


"kamu aja yang sibuk jarang angkat telponku dan pesan dariku aja gak kamu bales" jawab Dylan


"maaf yang aku lagi banyak kerjaan" jawab Mela melas


"oh" jawab Dylan


"kamu kok gitu sih, kamu udah gak sayang lagi ya sama aku" jawab Mela dengan Suara dibuat-buat menangis


"kamu jahat sama aku yang" lanjut Mela


"kamu nangis Mel?" tanya Dylan


"ya udah nanti sore aku ke apartemen kamu" ucap Dylan


"serius kamu" jawab Mela


"iya tapi kamu jangan nangis lagi" jawab Dylan


"iya udah aku tutup telponnya, aku lagi banyak kerjaan" lanjut Dylan


"iya udah sayang bye" jawab Mela sambil memutus sambungan


setelah sambungan telepon terputus Dylan kembali melanjutkan pekerjaannya.


tak terasa sekarang sudah jam makan siang, karena Dylan yang masih sibuk dengan pekerjaannya akhirnya ia menyuruh Alex untuk membawakan makanan keruangannya.


"Lex bawain makanan keruang ku" ucap Dylan


"siap pak" jawab Alex


"nih lan makanannya" ucap Alex sambil memberikan bungkusan makanannya


"taruh aja di sana" jawab Dylan sambil menunjuk meja di depannya


"ok" jawab Alex


"Lex habis ini aku ada jadwal apa lagi?" tanya Dylan


"ada sih nanti sore ada pertemuan sama klien" jawab Alex


"kamu aja yang nemuin lex nanti sore aku ada acara penting" ucap Dylan


"siap" jawab Alex


"ya udah kembali sana" ucap Dylan


"baik pak" jawab Alex


setelah lama menyelesaikan pekerjaannya Dylan melihat jam di tangannya.


"sudah jam 3 sore, sebaiknya aku segera menemui Mela" batin Dylan


"Lex siapkan mobil" ucap Dylan sambil menekan tombol di mejanya


"baik pak" jawab Alex


sambil menunggu mobil Dylan merapikan jasnya.


tok tok tok


suara pintu di ketuk


"pak mobil sudah siap" ucap Alex

__ADS_1


"ok" jawab Dylan


"nanti kalo ada yang mencari saya bilang saja saya sudah pulang" ucap Dylan sambil berjalan keluar


"baik pak" jawab Alex


Dylan mengendarai mobilnya dengan santai sambil memikirkan cara untuk membicarakan masalahnya kepada mela.


"gimana ya nanti bilang ke Mela, pasti dia bakal marah sama aku" batin Dylan


butuh waktu setengah jam untuk sampai di apartemen Mela.


Dylan berjalan menuju Apartemen milik Mela, setelah sampai ia menekan bel.


"sayang" ucap Mela yang baru membuka pintu


"ayo masuk sayang" lanjut Mela


Dylan dan Mela masuk ke dalam dan duduk di sofa.


"sayang kamu mau minum apa?" tanya Mela


"air putih aja Mel" jawab Dylan


"ya udah tunggu sebentar ya" jawab Mela sambil pergi menuju dapur


"nih yang" ucap Mela sambil membawa segelas air putih


"Mel kamu ganti deh pakaian kamu" ucap Dylan sambil melihat pakaian yang dipakai Mela


"emang kenapa sih sama pakaian aku?" tanya Mela


"aku gak suka lihat kamu pakai baju kayak gitu" jawab Dylan


memang Mela sedang menggunakan pakaian sexy yang memperlihatkan bentuk tubuhnya.


Mela memang sengaja memakai pakaian itu untuk menggoda Dylan.


"kenapa emangnya" jawab Mela


"Mel aku ini juga laki-laki normal" jawab Dylan


"udah cepet ganti pakaian kamu, aku lagi gak pengen debat" jawab Dylan


"ayolah sayang aku sudah dandan kayak gini buat kamu" ucap Mela


"ayo kita lakukan hal yang lebih" lanjut Mela dengan nada suara yang menggoda


"gak" jawab Dylan


"kamu gak cinta ya sama aku, Sampek kamu gak pernah mau nyentuh aku" jawab mela


"kamu gila ya Mel, aku cinta sama kamu tapi aku gak mau melakukan hal seperti itu" jawab Dylan


"udahlah males aku" jawab Dylan sambil berjalan keluar


"kamu mau kemana yang?" tanya Mela


"aku mau pulang" jawab Dylan ketus


"tunggu dulu yang" teriak Mela


"yang aku minta maaf" lanjut Mela


"aku mau pergi mau nenangin pikiran" ucap Dylan


"sial kenapa sih godain Dylan susah banget" batin Mela


di dalam mobil Dylan sedang memukul-mukul kemudinya.


"ahhh sial" teriak Dylan


"bisa-bisanya Mela bikin aku emosi" ucap Dylan


"rencana mau bilang ke Mela eh dia malah bikin aku emosi" ucap Dylan sambil menyandarkan kepalanya di kemudi

__ADS_1


"besok aja kalo udah tenang baru bilang ke Mela" gumam Dylan


setelah sudah tenang Dylan menyalakan mesin mobilnya dan pulang menuju kediaman orang tuanya.


__ADS_2